Pihak kampus tempat Anita Dewi Lestari pernah menempuh pendidikan akhirnya angkat suara dan memberikan klarifikasi resmi setelah kasus tumbler hilang yang melibatkannya menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Dalam pernyataannya, kampus tersebut memastikan bahwa Anita ternyata tidak pernah menyelesaikan studinya dan hanya tercatat sebagai mahasiswa selama beberapa semester saja.
Informasi ini sekaligus menegaskan bahwa Anita bukan merupakan lulusan Universitas Sahid, sebagaimana sebelumnya sempat diduga oleh sebagian publik.
Kasus ini bermula ketika Anita mendadak viral setelah memposting cerita tentang tumbler miliknya yang hilang saat ia sedang berada di dalam kereta.
Unggahan sederhana tentang tumbler tersebut ternyata berkembang menjadi polemik besar yang menyeret banyak pihak, termasuk petugas kereta yang saat itu bertugas.
Karena postingan Anita itu, petugas kereta yang bernama Argi bahkan sempat terkena sanksi pemecatan oleh PT KAI.
Padahal sebelum kejadian tersebut memanas, sang petugas sudah berusaha menunjukkan itikad baik dengan menawarkan penggantian berupa tumbler baru.
Meski sudah ada upaya damai, Anita tetap memilih untuk memposting peristiwa itu di media sosial, sehingga membuat masalah semakin melebar.
Keputusan Anita itu langsung menyulut amarah publik yang menilai tindakan tersebut terlalu berlebihan dan merugikan orang lain.
PERDAMAIAN - Anita dan Argi dimediasi oleh PT KAI pada Kamis (27/11/2025). Anita dan Argi akhirnya berdamai setelah viral masalah tumbler.
PERDAMAIAN - Anita dan Argi dimediasi oleh PT KAI pada Kamis (27/11/2025). Anita dan Argi akhirnya berdamai setelah viral masalah tumbler. (Instagram @commuterline)
Tidak sedikit netizen kemudian meluapkan kekecewaannya dan meminta agar Anita diberi sanksi, termasuk desakan agar ia dipecat dari tempat kerjanya.
Gelombang kritik itu muncul karena publik menilai Anita telah menunjukkan sikap kurang empati terhadap sang petugas, Argi, yang sebenarnya sudah mencoba menyelesaikan masalah secara baik-baik.
Seiring besarnya perhatian warganet, kehidupan pribadi Anita mulai ikut disorot dan menjadi bahan pembicaraan di ruang publik.
Tak butuh waktu lama hingga publik menemukan bahwa Anita ternyata tidak lulus dari kampus tempatnya pernah terdaftar sebagai mahasiswa.
Penelusuran tersebut kemudian dikonfirmasi langsung oleh pihak Universitas Sahid melalui sebuah klarifikasi resmi.
Dalam klarifikasinya, pihak kampus menegaskan kembali bahwa Anita bukan mahasiswa aktif maupun lulusan Universitas Sahid.
Mereka juga memastikan bahwa data akademik Anita menunjukkan ia hanya tercatat menempuh kuliah dalam beberapa semester saja.
Kampus menambahkan bahwa Anita tidak menyelesaikan studinya sehingga tidak pernah mendapatkan status kelulusan dari universitas tersebut.
Klarifikasi ini membuat semakin banyak netizen yang merasa bahwa rangkaian kontroversi Anita menjadi semakin kompleks dan menarik perhatian publik.
Beberapa pihak menilai bahwa pernyataan kampus turut memperjelas situasi yang sebelumnya masih simpang siur terkait latar belakang pendidikan Anita.
Dengan begitu, kasus tumbler yang awalnya tampak sepele kini berubah menjadi perbincangan luas, melibatkan soal empati, etika media sosial, hingga klarifikasi pendidikan dari pihak kampus.
KASUS TUMBLER HILANG - Tak Hanya Dipecat dari Tempat Kerjanya, Anita Juga Tak Diakui Kampus Gara-gara Tumbler: Tidak Lulus
KASUS TUMBLER HILANG - Tak Hanya Dipecat dari Tempat Kerjanya, Anita Juga Tak Diakui Kampus Gara-gara Tumbler: Tidak Lulus (Instagram.com)
Ini klarifikasi lengkapnya :
Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial mengenai kehilangan tumbir di KRL yang mencantumkan nama seseorang yang disebut sebagai mahasiswa atau alumni Universitas Sahid, dengan ini kami menyampaikan klarifikasi resmi sebagai berikut:
1. Atas Nama ANITA DEWI LESTARI bukan mahasiswa aktif dan bukan lulusan
Universitas Sahid.
2. Berdasarkan penelusuran data internal, yang bersangkutan hanya terdaftar sebagai mahasiswa selama beberapa semester dan tidak menyelesaikan studi, sehingga bukan termasuk alumni Universitas Sahid. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/ A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi dan yang Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap T.A. 2021/2022.
3. Universitas Sahid tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
4. Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan institusi Universitas Sahid, demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik.
Klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun prasangka yang tidak perlu.
Terima kasih atas perhatian dan kebijaksanaannya," tulisnya.
Sementara itu, kasus tumbler pun sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Pihak Anita dan suaminya sudah bertemu dengan Argi dan pihak KAI.
Keduanya pun sudah saling meminta maaf, dan Argi tidak dipecat oleh perusahannya.
Hal ini juga dikabarkan oleh Alvin Harris, suami Anita.
"Update 28 Nov'25
1. Saudara Argi masih bekerja di Kawisata *Sila cek pernyataan resmi PT KAI
2. Anita diberhentikan dari pekerjaannya.
3. PT.KAI, Kami dan Saudara Argi sudah menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara damai dan kekeluargaan," tulis Alvin Haris.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunBogor)
Jangan lewatkan berita-berita TribunNewsmaker.com tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook



Posting Komentar
Posting Komentar