Di tengah polemik kasus kehilangan Tumbler Tuku milik penumpang KRL bernama Anita Dewi, muncul nama salah satu pejabat PT KAI yang menjadi sorotan publik.
Pejabat itu diketahui bernama Sondang Dairi Manullang yang menjabat sebagai Vice President Train Service Facility and Customer Care.
Sejumlah warganet mengecam keputusan dan sikap sang pejabat terhadap pegawai KAI, Argi Budiansyah yang dikabarkan dipecat lalu statusnya diaktifkan kembali.
Meski belum ada pernyataan resmi dari KAI mengenai hal ini, publik terus menyorotnya.
Kritik keputusan
Salah satu akun di Threads yang menyoroti nama Sondang adalah @belpin_purba.
Ia melontarkan kritik keras yang ditujukan kepada Sondang.
"Yang mulia Ratu Sondang lain kali kerjanya lebih giat ya bu, jangan asal main sapu karyawan di bawah," tulisnya.
"Ingat, ibu juga pernah merintis dari bawah, ingat bu, posisi yang ibu ingin. PHK susah untuk masuk ke sana, jangan mentang punya jabatan tinggi enggak punya hati nurani," tambahnya.
Komentar itu menuai respons beragam dari warganet lain dan telah tersebar luar di berbagai platform.
Akun Threads lain, @muhammadrifn17, juga menyampaikan kritik dan meminta agar Sondang bertanggung jawab.
"Harap segera mundur dari jabatan anda karena anda tidak becus dalam menghadapi suatu permasalahan," tulisnya.
"Jangan sampai Pak Presiden tahu, anda akan dipecat secara tidak hormat," tambahnya.
Beredar Chat 'Jahat'
Beredar sebuah tangkapan percakapan yang diduga berasal dari Sondang.
Isi pesan tersebut merujuk kepada status Argi sebagai pegawai KAI yang dipecat karena kasus hilangnya Tumbler merek Tuku milik Anita.
Dalam tangkapan layar yang viral, tertulis:
"Nama: Argi Budiansyah
Kedudukan: Rangkasbitung
Petugas baru per 13 November 2025.
Kalau dilihat dari data ini, petugas adalah pegawai baru.
Tidak tahu bahwa semua data terpantau.
Dan bisa jadi ini kebiasaan.
Hari ini juga dibebastugaskan dan dikembalikan ke Kawista," tulisnya.
Postingan itu diunggah oleh akun Threads @sinfulman88.
"Jahat banget sumpah ketikan si ibu Sondang," tulis akun tersebut. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar