Download Sekarang
Memuat halaman…
Persiapan Untuk Download…
Memuat halaman…
Persiapan Untuk Download…
Pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpotensi “diciduk KPK” memantik perhatian publik.
Isu tersebut mencuat di tengah proses hukum yang sedang menjerat Noel sendiri.
Namun, Purbaya memilih merespons dengan tenang dan lugas, menepis kemungkinan dirinya akan mengalami nasib serupa.
Menanggapi pernyataan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya berada pada posisi yang sangat berbeda.
Ia menyatakan tidak pernah menerima uang atau suap dari pihak mana pun, sehingga tudingan yang diarahkan kepadanya dinilai tidak berdasar.
“Oh biar saja, yang penting gua enggak terima duit. Noel kan terima (duit), kan gua enggak terima duit, gaji gua gede di sini (Menkeu), cukup.
Case seperti itu di saya mungkin amat kecil kemungkinannya terjadi, kecuali saya mulai terima uang,” kata Purbaya kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Juanda, Senin (26/1/2026).
Purbaya Tegaskan Tak Takut Isu Hukum
Lebih jauh, Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa selama ia menjaga integritas dan tidak menerima suap, tidak ada alasan baginya untuk merasa khawatir terhadap ancaman hukum.
Ia menilai, menerima uang justru akan menempatkannya pada posisi yang sangat rentan sebagai pejabat publik.
Menurut bendahara negara itu, praktik-praktik seperti suap dan gratifikasi bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga akan menghambat agenda besar yang sedang ia jalankan, terutama reformasi perpajakan di tubuh Kementerian Keuangan.
“Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya bertanggung jawab ke Presiden, yang lain saya enggak peduli,” tutur Purbaya.
GEBRAKAN MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya
GEBRAKAN MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya menepis pernyataan Immanuel Ebenezer (Noel) soal potensi dirinya “diciduk KPK”, dengan menegaskan tidak pernah menerima uang atau suap sehingga kecil kemungkinan menghadapi kasus serupa. (Tribunnews.com)
Reformasi Pajak Tak Akan Terganggu
Purbaya juga menegaskan bahwa pernyataan Noel tidak akan mengganggu agenda reformasi pajak yang tengah digencarkan Kemenkeu di bawah kepemimpinannya.
“Jadi, saya enggak tahu kenapa Pak Noel ngomong seperti itu. Mungkin dia sebel sama gue juga, saya enggak tahu,” lanjutnya.
Ia menyiratkan bahwa fokus utamanya tetap pada pengamanan penerimaan negara dan pembenahan sistem fiskal.
Ia bahkan menduga, pernyataan Noel muncul karena adanya rasa kesal atau kekecewaan pribadi terhadap dirinya.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa isu semacam itu tidak akan mengalihkan perhatiannya dari tugas utama sebagai Menteri Keuangan.
Peringatan Keras dari Terdakwa Korupsi
Sebelumnya, Immanuel Ebenezer melontarkan pernyataan yang cukup keras menjelang sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Noel, yang kini berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, mengklaim memiliki informasi bahwa Purbaya akan “dikriminalisasi.”
“Hati-hati, Pak Purbaya, sejengkal lagi nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-Noel-kan.
Hati-hati dong, Pak Purbaya,” kata Immanuel Ebenezer, sebagaimana dilaporkan tim liputan KompasTV.
Noel menyebut bahwa siapa pun yang mengganggu “pesta” pihak-pihak tertentu akan diserang balik. Ia menggambarkan situasi tersebut dengan narasi yang keras dan provokatif.
“Siapa pun yang mengganggu pesta, para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya,” ujar Noel.
Klaim “Informasi A1”
Meski mengklaim memiliki “informasi A1”, Immanuel Ebenezer enggan menjelaskan dari mana informasi tersebut berasal.
Eks politikus Gerindra itu hanya menyebut bahwa informasi tersebut valid dan diyakininya akan terjadi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Noel kembali menegaskan keyakinannya bahwa dirinya tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi yang menjeratnya.
Ia bahkan menyampaikan pernyataan ekstrem terkait komitmennya terhadap isu pemberantasan korupsi.
“Kalau saya sih sudah berharap satu. Harapan saya, hukum mati saya. Karena saya komit terhadap isu ini, terkait hukuman mati.
Tapi jika tidak, hukum saya seringan-ringannya,” katanya.
Antara Tuduhan dan Penegasan Integritas
Polemik ini memperlihatkan kontras tajam antara dua tokoh. Di satu sisi, Noel yang tengah menghadapi proses hukum melontarkan peringatan dan klaim ancaman.
Di sisi lain, Purbaya berdiri dengan keyakinan bahwa integritas dan penolakan terhadap suap adalah benteng terkuat bagi seorang pejabat publik.
Bagi Purbaya, selama tidak ada uang haram yang diterima, isu apa pun tak lebih dari riak yang tak akan menggoyahkan langkahnya.
Reformasi fiskal tetap berjalan, dan tanggung jawabnya, ia tegaskan, hanya satu: kepada Presiden dan negara. (*)
Pengamat politik dan aktivis Rocky Gerung menilai bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Ia mengatakan tidak berniat meringankan hukuman terhadap Roy Suryo Cs.
Rocky diperiksa sebagai saksi ahli meringankan tersangka Roy Suryo dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Ia mengatakan kehadirannya sebagai saksi ahli untuk memberatkan atau meringankan hukuman Roy Suryo.
"Gak ada urusan memberatkan meringankan. Saya ingin menerangkan fungsi dari metodelogi di dalam meneliti, di dalam mencurigai. Mencurigai itu hal paling penting dari oilmu pengetahuan," kata Rocky.
Perlu diingat kembali, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Jokwoi.
Polisi membagi menjadi dua klaster tersangka.
Klaster Penghasutan
1. Eggi Sudjana
RENCANA RISMON SIANIPAR SETELAH KASUS IJAZAH JOKOWI - Akhirnya Rismon Sianipar Ngaku Alasan Ngotot Gugat Ijazah Jokowi
RENCANA RISMON SIANIPAR SETELAH KASUS IJAZAH JOKOWI - Akhirnya Rismon Sianipar Ngaku Alasan Ngotot Gugat Ijazah Jokowi
2. Kurnia Tri Royani
3. Rizal Fadillah
4. Rustam Effendi
5. Damai Hari Lubis.
Klaster Manipulasi Dokumen
3. Tifauzia Tyassuma.
Rocky Gerung mengatakan tidak ada tindak pidana dalam sebuah metodelogi penelitian.
"Jadi semua orang yang meneliti pasti akan bertengkar. Kalau gak ada unsur pidana lakukan restorative justice, seolah restorative," katanya.
Ia mengatakan sebuah riset tidak akan memiliki batas waktu dan akan terus berlangsung.
"Semua riset itu perlu waktu dan tidak mungkin berakhir. Risetnya dimungkinkan oleh prosedur. Kalau belum selesai ya lakukan riset, kalau ada data baru, ya riset aja tuh. Jadi gimana pidananya di situ," katanya.
Diketahui bahwa Roy Suryo Cs mengklaim telah melakukan riset penelitian terhadap ijazah Jokowi.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Roy Suryo menuduh bahwa ijazah Jokowi palsu.
"Saya membela bahwa ijazah itu asli, itu yang saya bela," katanya.
Rocky menyebut ijazah Jokowi sebenarnya adalah asli.
"Ijazahnya asli, ya orangnya yang palsu. Semua ijazah pasti asli dong," katanya.
Atas hasil penelitiannya, Roy Suryo mendesak Jokowi menunjukan ijazahnya.
"Salahnya kalian minta Jokowi nunjukin ijazah aslinya, salahnya disitu. Minta tunjukin ijazah palsumu," kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung mengatakan kini harusnya menjaga kesehatan Jokowi agar autoimunnya tidak meningkat.
"Jangan sampai pak Jokowi autoimun bertambah. Cara pak Jokowi tenang itu mestinya dia lempar semua HP. Pak Jokowi bermasalah karena tiap hari dia lihat HP. Setiap kali buka HP ada Rismon, Tifa, Roy, itu bikin stres," katanya.
Ia menyarankan agar Jokowi memperbanyak hormon oksitosin.
"Bilang ke pak Jokowi perbanyak produksi oksitosin untuk menenangkan batin, endorfin. Oksitosin hormon yang diproduksi hepotalamus untuk menghasilkan rasa tenang, rasa nyaman seperti orang habis orgasme," kata Rocky Gerung. (*)
Rujito menunjukkan ijazah asli almarhum kakaknya, Bambang Budy Harto usai menjadi saksi fakta gugatan Citizen Lawsuit ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi disarankan mengangkat bendera putih terkait gonjang-ganjing isu ijazah palsu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sudah bergulir berbulan-bulan.
Demikian dikatakan peneliti media dan politik Buni Yani dikutip Kantor Berita Politik RMOL dari akun Facebook pribadinya, Senin 26 Januari 2026.
Buni Yani meyakini, ijazah Jokowi yang sekarang disita penyidik Polda Metro Jaya tidak memiliki hologram, seperti ijazah kepunyaan almarhum Bambang Budy Harto.
Almarhum Bambang Budy Harto tercatat lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985 atau tahun dan fakultas yang sama dengan Jokowi.
"Hologram di ijazah menjadi kuncian mati, tak bisa lagi dipalsukan. Sudahlah nyerah saja, tak mungkin ada yang percaya pada penipu," tulis Buni Yani.
Diketahui, Rujito yang merupakan adik kandung almarhum Bambang Budy Harto hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surakarta pada Selasa 13 Januari 2026, untuk menjadi saksi fakta dalam gugatan Citizen Lawsuit terkait dugaan ijazah palsu Jokowi.
Dengan hati-hati, Rujito memperagakan "uji fisik" sederhana di hadapan majelis hakim. Ia mengeluarkan sebuah senter kecil. Cahaya diarahkan menembus serat kertas ijazah milik kakaknya.
"Kertas ijazah ini, jika disenter atau di bawah sinar matahari, akan keluar huruf hologram," ujar Rujito dengan nada yakin. Ia menunjuk pendaran tipis yang muncul dari balik kertas yang mulai menguning termakan usia itu.
Baginya, pendaran itu adalah tanda otentisitas yang tak bisa dibantah. Sebuah fitur keamanan jadul namun canggih pada masanya, yang menurut kesaksiannya, absen pada salinan ijazah Jokowi yang selama ini beredar di publik.
Tak berhenti di hologram, telunjuk Rujito beralih ke pasfoto hitam putih almarhum kakaknya yang tertempel di sudut dokumen. Ia meminta pengadilan memperhatikan stempel universitas.
"Lihat lintasan capnya," tegasnya. Pada ijazah Bambang Budy Harto, stempel basah terlihat jelas melintasi (menimpa) bagian pasfoto dan menyambung ke kertas.
Rujito membandingkannya dengan apa yang ia amati pada dokumen Jokowi, di mana ia mengklaim stempel tersebut tampak tidak menyatu atau tidak melintasi foto dengan presisi yang sama layaknya dokumen resmi keluaran tahun 1985. (*)
Berbeda dengan Damai Hari Lubis, Eggi Sudjana ternyata tidak cuma melaporkan Ahmad Khozinudin. Dia juga turur melaporkan Roy Suryo.
Mereka dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.
"Benar, pada Minggu, 25 Januari 2026, telah diterima dua laporan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik dan/atau fitnah serta pencemaran nama baik melalui media elektronik," ujar Budi, Senin, 26 Januari 2026.
Dengan demikian, laporan yang dilayangkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis tercatat dalam dua laporan polisi (LP) yang berbeda.
Atas laporan tersebut, Eggi dan Damai melaporkan dugaan pelanggaran Pasal 433 dan/atau Pasal 434 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 27A Juncto Pasal 45 Ayat (4) dan (6) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Pelapor merasa bahwa nama baiknya telah dicemarkan oleh pernyataan terlapor yang disampaikan di media," katanya.
Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin, dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.
"Iya benar dilaporkan," kata dia, Senin, 26 Januari 2026.
Yang bikin kaget, keduanya dilaporkan oleh Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana. Keduanya diketahui, pernah jadi tersangka kasus tudingan ijazah Palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Roy Suryo cs.
Untuk diketahui, dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Polda Metro Jaya sendiri membaginya kedalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima tersangka, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Sementara klaster kedua terdiri dari Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa. Polda Metro Jaya juga telah mencekal Roy Suryo dan para tersangka lainnya ke luar negeri.
Selain itu, mereka diwajibkan melakukan lapor wajib satu kali dalam sepekan, setiap hari Kamis. Penyidik juga telah menggelar perkara khusus atas permintaan Roy Suryo dan rekan-rekannya. Namun, hasilnya status hukum para tersangka tetap tidak berubah.
Terbaru, polisi juga mencabut status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis setelah keduanya mencapai kesepakatan damai dengan pihak pelapor. Kesepakatan tersebut berujung pada penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). (*)
Rizal Fadillah, salah satu tersangka dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden ke-7, Jokowi, mendadak mengulik sikap Presiden Prabowo Subianto yang memilih bungkam di tengah polemik yang terus bergulir.
Dikatakan Rizal, sikap diam Prabowo justru memperpanjang kegaduhan publik terkait keaslian ijazah Jokowi.
Ia menekankan bahwa kepala negara seolah membiarkan polemik itu bergulir tanpa arah penyelesaian yang jelas.
“Presiden Prabowo seperti tidak peduli atau membiarkan gonjang ganjing dahsyat soal ijazah Jokowi,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Senin (26/1/2026).
Rizal juga menyinggung pernyataan Prabowo yang sempat mengecam pihak-pihak yang mempertanyakan ijazah tersebut.
Ia mengatakan bahwa respons itu justru terkesan meremehkan persoalan yang menyangkut transparansi dan kejujuran seorang mantan presiden.
“Selembar ijazah mantan Presiden Indonesia begitu bergemuruh akibat phobia atas transparansi, tanggungjawab, dan kejujuran,” ucapnya.
Rizal menggambarkan situasi nasional saat ini sebagai kondisi yang tidak sehat.
Ia menyebut negara seperti terjebak dalam pusaran sandiwara politik, di mana persoalan mendasar tak kunjung diselesaikan secara tegas.
“Negeri ini seperti panggung sandiwara dalam kegilaan orang sakit. Tidak mampu menyelesaikan masalah penting dan mendasar dengan cepat dan tepat,” katanya.
Ia menuding para pemimpin terjebak dalam konflik kepentingan dan konspirasi saling melindungi, sehingga masalah yang menurutnya sederhana justru berlarut-larut.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
“Alih-alih menyelesaikan, justru semakin banyak saja kambing yang diberi warna hitam,” lanjut Rizal.
Rizal juga mengungkit fakta bahwa polemik ijazah Jokowi telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa kejelasan. Ia menilai Jokowi tidak pernah secara terbuka memperlihatkan ijazah tersebut kepada publik.
“Konon akan ditunjukan di Pengadilan namun tidak ada realisasi, hingga akhirnya ijazah itu disita oleh Polda Metro Jaya,” tukasnya.
Ia mengkritik proses gelar perkara khusus yang menurutnya berlangsung tertutup dan tanpa transparansi memadai.
“Diperlihatkan pada Gelar Perkara Khusus dengan aturan ketat tanpa foto, rekam dan sentuh. Tiada kejelasan pembanding apalagi hasil uji forensik,” imbuhnya.
Rizal menegaskan bahwa pengujian laboratorium forensik menjadi titik krusial yang harus dilakukan secara terbuka dan independen.
Ia mendorong agar kepolisian melibatkan lembaga penguji independen, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Pengujian bersifat menyeluruh termasuk usia kertas dan tinta, bukan sekedar membandingkan dengan ijazah lain yang mungkin menjadi bagian dari paket pemalsuan,” tegasnya.
Lebih jauh, Rizal menuturkan bahwa Presiden Prabowo memiliki posisi strategis dalam memastikan objektivitas penanganan kasus ini, tanpa harus mencampuri proses hukum.
“Tanpa harus mencampuri proses hukum yang berjalan Presiden ikut bertanggungjawab atas obyektivitas penanganan hukum,” Rizal menuturkan.
Ia juga menyinggung kewajiban presiden menjaga asas kesetaraan di hadapan hukum, menjamin hak asasi manusia, serta memberi sanksi politik kepada aparat yang dinilai bermain.
Kata Rizal, publik semakin membaca adanya aroma politik dalam kasus ini. Ia menyebut dugaan adanya upaya perlindungan kekuasaan terhadap persoalan ijazah Jokowi.
“Rakyat mampu membaca bahwa kasus ijazah palsu mantan Presiden RI Jokowi ini mulai menyengat bau politik,” terangnya.
Ia bahkan menyebut bungkamnya Prabowo sebagai indikasi adanya operasi politik tertentu.
“Bungkamnya Prabowo menjadi indikasi dari misi tidak suci ini,” tambahnya.
Baginya, apabila Presiden Prabowo memerintahkan Kapolri untuk bekerja profesional dan membuka kasus ini secara transparan, situasi tidak akan berlarut-larut.
“Andai Prabowo perintahkan Kapolri untuk bekerja profesional dan presisi… kasus ijazah palsu Jokowi dibuka seluas-luasnya dan seterang-terangnya,” terang dia.
Hal serupa, kata Rizal, juga berlaku terhadap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang seharusnya bisa diminta menjelaskan status akademik Jokowi secara terbuka.
“Sayang itu tidak terjadi bahkan seperti hanya halusinasi. Prabowo bungkam membisu,” bebernya.
“Semua berdalih hukum, padahal rakyat faham bahwa hukum itu sedang dijadikan pisau politik,” sambung dia.
Rizal bilang, dampak dari sikap bungkam Prabowo membuat publik menganggap kepemimpinan Prabowo dan Jokowi tak jauh berbeda.
“Bungkamnya Prabowo menyebabkan penilaian absolut bahwa Prabowo dan Jokowi sebenarnya sama saja. Sama-sama bencana bagi bangsa,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR
Kabar duka datang dari dunia musik tanah air, vokalis band Element, Lucky Widja dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (25/1/2026).
Kabar duka itu diumumkan rekan satu band Ferdy Tahier serta akun instagram Element.
"Rest in peace. Kami segenap keluarga besar Sela Entertainment mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga amal ibadahnya diterima dan semoga beliau ditempatkan di jannah (surga) terbaik," tulis story akun elementband.id dikutip TribunJakarta.com, Senin (26/1/2026).
Akun itu menyampaikan kabar duka Lucky Widja vokalis Element 1 September 1976-25 Januari 2026.
Ferdy Tahier Sampaikan Kabar Duka
Sementara itu rekan satu band Lucky Widja, Ferdy Tahier mengungkapkan rasa duka dan kehilangan atas kepergian Lucky. Ia juga menyinggung sakit yang diidap sang vokalis sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
"Selamat jalan sahabat gw..ade gw..partner gw di panggung…lo udah tenang,ga sakit lagi..ga butuh cuci darah lagi..ga perlu oxygen lagi..lo happy skrg,bisa muda lagi…" tulis Ferdy.
"Tenang disana ya ki..gw sendirian di panggung nyanyinya skrg…semoga gw bisa ya nyanyi sendiri…semoga lo husnul khotimah ya ki..sampai ketemu lagi kita ya brader," lanjutnya.
Lucky diketahui pernah mengidap tuberkulosis ginjal pada 2022.
Saat itu, pria kelahiran 1975 ini mengaku sempat pingsan usai manggung dan divonis mengidap TB ginjal setelah beberapa kali berpindah dokter dan rumah sakit.
Berat badannya pun sempat turun drastis, dari 84 kg menjadi 62 kg.
Profil Lucky
Dikutip dari linkedin, Lucky Widja lulusan Universitas Kristen Indonesia.
Ia juga pendiri band Element pada tahun 1999.
Co-founder MS Musik Indonesia dari Juli 2019 hingga saat ini.
Chief Executive Officer The Bencoole Juli 2021-Agustus 2022
Head of Businnes Development Rans Music September 2018-April 2020.
Head Of Creative Pendulum Arta Media April 2015-November 2019
Derita Penyakit
Dikutip dari Kompas.com, Lucky Widjatmoko atau Lucky Widja sempat menyampaikan secara blak-blakan tentang kondisi kesehatannya yang membuat tubuh dia terlihat kurus.
Lucky yang pernah jadi bintang video klip ABThree itu mengaku menderita TB Ginjal pada tahun 2022.
"Gue kena sakit agak aneh, sangat jarang sebenarnya, gue kena TB ginjal," kata Lucky dikutip dari YouTube Ferdy Element pada Februari 2023.
"Tuberkulosis ginjal. Di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua. Jadi semua saluran kencing ke bawah kena semua," imbuhnya.
Awalnya Lucky juga sempat dibuat bingung dengan kondisinya yang bisa tiba-tiba pingsan usai buka puasa tahun lalu.
Setelah berpindah dokter dan rumah sakit, baru kemudian diketahui bahwa Lucky menderita TB ginjal.
"TB itu macam-macam, ada TBC darah, masuk ke otak, getah bening, organ. Masuknya tetap sama lewat hidung," ujarnya.
"Yang gila, kalau TBC paru-paru nular, kalau gue, ngancurin badan," sambungnya.
Berat badan Lucky yang awalnya sekitar 82 hingga 84 kg, susut hingga 64-64 kg.
"(Dokter bilang) parah. Ginjalnya satu udah kecil, satu bengkak," kata Lucky. Namun di sela-sela sakit dan proses pengobatannya, Lucky tetap manggung bersama Element.
Diakui Lucky yang kini kondisinya semakin membaik, dirinya memang sempat merahasiakan sakit yang diderita saat itu.
"Yang penting udah melewati tahun 2022 kemarin," ucap Lucky.
"Karena gue paling enggak pernah memamerkan gue sakit. Gue sih sakit-sakit aja, enggak perlu orang tahu," ucap Lucky.
Sampai saat ini, Lucky masih rutin mengonsumsi obat-obatan untuk TBC.
Rencana Pemakaman
Sementara dikutip dari Tribunnews.com, slmarhum akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta, Senin (26/1/2026) siang ini, setelah Salat Dzuhur.
Keluarga, sahabat, dan penggemar diperkirakan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Lucky Widja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan dunia musik Indonesia. Suaranya bersama Element akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan musik pop tanah air. (*)