Alur keterkaitan nama anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka dengan kasus OTT Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang diungkap.
Diektahui saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta praktik ijon proyek yang menjerat Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang.
Dalam proses penelusuran alur perkara tersebut, nama anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka turut disorot.
KPK pun membuka peluang memanggil pihak-pihak di sekitar kekuasaan bupati yang dinilai berpotensi mengetahui atau terlibat dalam alur perkara tersebut.
Termasuk salah satunya Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka.
Meskipun, hingga kini statusnya masih sebatas pihak yang berpotensi dimintai keterangan.
Profil Rieke Diah Pitaloka, pemeran Oneng Bajaj Bajuri sukses jadi anggota DPR RI terpilih 4 periode
Profil Rieke Diah Pitaloka, pemeran Oneng Bajaj Bajuri sukses jadi anggota DPR RI terpilih 4 periode (Kolase Sripoku.com/Instagram)
Keterkaitan nama Rieke Diah Pitaloka bermula dari struktur pemerintahan Kabupaten Bekasi yang dibentuk setelah Ade Kuswara menjabat sebagai bupati.
Pada 11 April 2025, Ade menerbitkan Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/KEP.261-UM/2025 yang menetapkan Rieke Diah Pitaloka sebagai Ketua Dewan Penasehat Bupati Bekasi.
Dalam posisi tersebut, Rieke memiliki tugas memberikan saran, pendapat, dan pertimbangan kepada bupati terkait pelaksanaan program pemerintahan daerah.
Rieke Diah Pitaloka kemungkinan bakal dimintai keterangan oleh KPK karena ia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Bupati Bekasi, sebuah jabatan strategis yang bertugas memberi masukan dan pertimbangan kepada kepala daerah.
Perkara Suap
Sebelumnya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (18/12/2025).
Dari operasi tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka utama, yakni Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK), ayah kandungnya yang juga Kepala Desa Sukadami HM Kunang (HMK), serta pihak swasta Sarjan (SRJ).
Penyidik KPK menduga Ade Kuswara bersama HM Kunang menerima uang ijon proyek senilai Rp9,5 miliar dari Sarjan untuk pengamanan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran 2026.
Selain itu, Ade juga diduga menerima gratifikasi lain dengan total Rp4,7 miliar sepanjang tahun 2025 dengan total jumlah penerimaan yang dipersoalkan mencapai Rp14,2 miliar.
Seiring pengembangan perkara, KPK mulai menelusuri peran pihak-pihak di lingkar kekuasaan Ade Kuswara.
Hal ini dilakukan untuk memetakan alur komunikasi dan pengambilan keputusan di Pemkab Bekasi.
Dalam konteks inilah posisi Dewan Penasehat Bupati ikut menjadi sorotan, termasuk peran ketuanya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa penyidik tidak menutup kemungkinan memanggil siapa pun apabila keterangannya diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan semata-mata untuk membuat konstruksi perkara menjadi terang.
Meski demikian, KPK memastikan hingga saat ini belum ada jadwal pemeriksaan terhadap Rieke Diah Pitaloka.
"Tentu terbuka kemungkinan untuk melakukan pemanggilan permintaan keterangan kepada pihak-pihak siapapun yang memang dipandang diperlukan oleh penyidik untuk melengkapi bukti-bukti sehingga perkara di Bekasi ini menjadi terang."
“Sampai dengan saat ini belum ada pemeriksaan tersebut,” ujar Budi.
Penyidik KPK masih memfokuskan upaya pada pendalaman bukti, penelusuran aliran dana, serta peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut.
Adapun ketiga tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Cabang KPK hingga 8 Januari 2026, sementara pengembangan kasus terus berjalan.
Nama Rieke Diah Pitaloka tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia.
Sosoknya yang populer di dunia hiburan dan televisi, membuatnya mudah dikenali.
Masyarakat Indonesia bahkan lebih mengenalnya dengan nama "Oneng" sebuah peran dalam serial televisi berjudul Bajaj Bajuri yang tayang pada awal 2000-an
Kini sosok tersebut wira-wiri di dunia perpolitikan Tanah Air setelah menjadi anggota DPR RI.
Rieke Diah Pitaloka lahir di Garut, Jawa Barat, pada 11 Januari 1974.
Ternyata, pemeran Oneng ini memiliki riwayat pendidikan yang mentereng.
Di luar dunia hiburan, Rieke Diah Pitaloka menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di bidang ilmu komunikasi dan budaya.
Melansir laman resmi DPR RI, Rieke Diah Pitaloka merupakan anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jabar VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
Saat ini, ia duduk sebagai anggota Komisi VI DPR RI dengan lingkup tugas di bidang perdagangan, kawasan perdagangan dan pengawasan persaingan usaha, serta BUMN.
Politisi ini awalnya bergabung dengan PKB dan menduduki jabatan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP.
Namun, ia berpindah dan bergabung menjadi anggota PDIP.
Politisi ini sempat mencoba maju sebagai Gubernur Jawa Barat bersama Teten Masduki.
Namun, pasangan nomor urut 5 dan diusung oleh PDIP ini gagal.
Rieke-Teten sukses menempati posisi kedua dari lima pasangan dengan perolehan suara 5.714.997 suara atau 28,41 persen dari suara sah.
Kini, ia justru lama duduk anggota DPR RI dalam beberapa periode, yakni periode 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029.
Saai ini, Rieke Diah Pitaloka aktif mengelola Yayasan Pitaloka dan menjabat sebagai Ketua Yayasan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com


Posting Komentar
Posting Komentar