infoselebb.my.id: Sosok Peneliti BRIN yang Berharap Kasus Ijazah Jokowi Tidak Naik P21, Tak Ingin Ada Pihak Dipenjara - LESTI BILLAR

Sosok Peneliti BRIN yang Berharap Kasus Ijazah Jokowi Tidak Naik P21, Tak Ingin Ada Pihak Dipenjara

Posting Komentar

Kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menuai respons dari peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli.


Saat menjadi narasumber dalam program 'Catatan Demokrasi' di TVOne, Lili Romli ingin kasus tersebut tidak diselesaikan di pengadilan.


"Persoalan ini saya harap, saya pribadi itu tidak diselesaikan di pengadilan, karena menunjukkan kedewasaan baik pihak Pak Jokowi maupun pihak Pak Roy Suryo Cs," katanya


"Mungkin ini sudah memasuki ranah pidana, mungkin itu, kan saya enggak tahu gitu."


Romli berharap, status kasus ijazah Jokowi tidak naik jadi P21.


P21 merupakan istilah untuk menyebut status berkas perkara hasil penyidikan sudah lengkap.


"Bisa nggak hal ini (kasus tudingan ijazah palsu Jokowi) tidak ditingkatkan lagi di P21?" imbuhnya.


Dalam kasus ini, kata Romli, pihak Roy Suryo maupun Jokowi bisa mencari penyelesaian masalah tanpa dibawa ke pengadilan.


"Ada semacam konsensus gitu. Ada semacam konsensus diselesaikan, kita kan bangsa katanya musyawarah, mufakat, kekeluargaan dan lain sebagainya," ujarnya.


"Karena bagaimanapun siapa pun yang menang itu akan mencoreng wajah demokrasi kita, wajah bangsa kita," jelasnya.


Romli juga tak menginginkan ada pihak yang dipenjara karena polemik ijazah Jokowi.


"Jangan sampai juga muncul ada orang yang dipenjara lagi gara-gara persoalan (ijazah Jokowi) ini," kata Romli.


"Katakanlah bahwa itu palsu, Pak Jokowi dipenjara, atau dari pihak Pak Roy ternyata itu asli," tuturnya.

KEASLIAN IJAZAH JOKOWI - (kiri) Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno saat ditemui wartawan pada Kamis (28/8/2025). (kanan) foto ijazah Jokowi yang pernah diunggah Kader PSI Dian Sandi Utama di akun Medsos X. Oegroseno baru-baru ini ikut menanggapi kasus ijazah Jokowi.

KEASLIAN IJAZAH JOKOWI - (kiri) Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno saat ditemui wartawan pada Kamis (28/8/2025). (kanan) foto ijazah Jokowi yang pernah diunggah Kader PSI Dian Sandi Utama di akun Medsos X. Oegroseno baru-baru ini ikut menanggapi kasus ijazah Jokowi. (Kolase Medsos X dan Kompas.com)

Atas pernyataan Romli, kubu Roy Suryo pun melakukan pembelaan. 


Kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji, menegaskan bahwa kasus ini berlanjut ke ranah pidana karena keinginan Jokowi. 


"Sebetulnya perkara ini asal muasalnya kan dari satu hasil penelitian ilmiah, yaitu Mas Roy, Bang Rismon, dan dr. Tifa."


"Dari hasil penelitian itu kemudian oleh Pak Joko Widodo dibawa karena hukum pidana," kata Gafur.


"Jadi sebetulnya yang memperkarakan ini adalah Pak Joko Widodo tanpa pernah melakukan klarifikasi atau menggunakan instrumen ilmiah yang apple to apple yang sebanding."


"Sehingga hasil penelitiannya Mas Roy kemudian Bang Rismon dan dokter Tifa itu bisa di-challenge gitu," jelasnya.


Untuk pembelajaran

Terpisah, Jokowi pernah menjelaskan alasan dirinya membawa kasus ini ke jalur hukum.


Ia menyebut, membawa persoalan kasus ijazahnya ini ke ranah hukum agar jadi pembelajaran kepada masyarakat untuk tidak mudah menuduh seseorang.


"Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," kata Jokowi, dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Selasa (9/12/2025).


Menurut Jokowi, kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.


"Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan," ujarnya.


Jokowi mengaku sudah mengetahui nama orang besar di balik isu ijazah palsu miliknya yang telah bergulir selama 4 tahun.


Ia memastikan isu ijazah palsu terus dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.


Padahal, Jokowi sendiri mengaku tidak memiliki reputasi apa pun.


Jokowi menegaskan bahwa sosok orang besar tersebut mudah untuk diketahui masyarakat.


Namun, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu enggan menyebutkan nama orang besar tersebut ke publik.


"Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah)," kata Jokowi, dikutip dari tayangan KOMPAS TV, Selasa (9/12/2025).


"Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan," imbuhnya.


Jokowi heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipermasalahkan.


Padahal, kata dia, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.


"Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik," ungkapnya.


"Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ," jelasnya.


Jokowi meminta semua pihak untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang besar di masa-masa ekstrem saat ini, termasuk dalam menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence hingga humanoid robotic.


"Jangan malah energi besar kita dipakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan," tuturnya.


Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan.


Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.


"Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," kata dia.


Sosok Lili Romli

Lili Romli merupakan Guru Besar Univeritas Indonesia (UI).


Ia menempuh pendidikan dari tingkat Sarjana hingga Doktor di Program Studi Ilmu Politik, UI.


Berikut ini rekam jejak Lili Romli selengkapnya. 


Profesor Risert dan Ahli Peneliti Utama, Golongan Pembina Utama Golongan IV/e

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar-Lembaga Kementrian Desa, PDT, dan Transmigrasi.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Orwil Banten

Direktur Eksekutif Banten Institute For Regionjal Development (BIRD)

Dosen S1 Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia

Dosen Pascasarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Nasional

Dosen Program Pascasarjana Universitas Nasional

===


Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  


Klik di sini untuk untuk bergabung 

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter