Aura Kasih kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah potongan video lama dirinya muncul kembali di media sosial.
Selain isu yang menyeret namanya dengan Ridwan Kamil, kisah masa lalunya sebagai Sales Promotion Girl (SPG) diungkap dan langsung menarik perhatian publik. Scroll lebih lanjut yuk!
Tak banyak yang tahu, sebelum menjadi penyanyi populer, Aura Kasih pernah meniti karier dari bawah saat masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
Dalam sebuah podcast bersama Praz Teguh, Aura Kasih secara terbuka mengisahkan pengalaman dirinya bekerja sebagai SPG. Hal yang membuat publik penasaran adalah metode uniknya dalam menawarkan produk.
Berbeda dengan kebanyakan SPG yang biasanya aktif menyapa dan mendekati calon pembeli, Aura justru memilih pendekatan yang terbilang tidak biasa.
“Nggak, kan terlalu agresif juga malas kan. Pasti malas dengan perempuan agresif kan mepet-mepet lu gitu,” kata Aura Kasih, dikutip Senin, 29 Desember 2025.
Menurut Aura, sikap terlalu memaksa justru membuat pembeli merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, ia memilih untuk tampil apa adanya dan tidak terlalu mengejar target secara terang-terangan.
Ia mengaku sudah memiliki karakter cuek sejak dulu, dan hal itu terbawa dalam pekerjaannya pada masa itu.
"Cuman gua tuh tipikal yang kayak dari dulu dan sampai sekarang ya mau beli beli enggak juga bodo amat gitu loh,” katanya melanjutkan.
Yang lebih mengejutkan, Aura juga tak berusaha mempermanis sikapnya demi menarik perhatian pembeli. Ia justru tampil dengan ekspresi datar dan minim senyum saat bertugas di konter.
“Muka gue yang jutek, jarang senyum. Tapi banyak yang beli,” ungkapnya.
Justru karena perbedaan itulah banyak pembeli yang merasa lebih nyaman mendekat sendiri. Tidak ada tekanan, tidak ada ajakan berlebihan—hal tersebut menjadi nilai lebih bagi Aura.
“Karena kayak mungkin di antara yang lain agresif, gua nggak pernah nawarin, gua cuman diam gitu kan,” ujarnya.
Meski hanya berdiam diri, hasil penjualannya saat itu tak bisa dianggap remeh. Banyak pelanggan justru tertarik membeli produk yang ia tawarkan.
“Diam doang orang bisa datang,” tandasnya. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar