Kabar duka datang dari aktor senior Gary Iskak.
Sosok yang dikenal lewat karakter-karakter kuat sekaligus perjalanan hidupnya yang penuh liku meninggal dunia pada hari Sabtu, 29 November 2025.
Gary Iskak mengembuskan napas terakhir di RS Suyoto, Jakarta Selatan, pukul 09.24 WIB pada usia 52 tahun.
Kepergian Gary Iskak terasa begitu tiba-tiba dan mengejutkan, terlebih ia meninggal akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di kawasan Pesanggrahan pada dini hari.
Perjalanan hidup Gary Iskak yang penuh liku menarik untuk dibahas.
Jejak di dunia seni: dari film ke ikon antagonis
Wajah tegas dan sorot mata tajam menjadikan Gary Iskak selalu memerankan tokoh antagonis yang kemudian melekat pada namanya.
Wajah tegas dan sorot mata tajam menjadikan Gary Iskak selalu memerankan tokoh antagonis yang kemudian melekat pada namanya. (Instagram/@iskak_gary)
Gary Muhammad Iskak lahir pada 10 Juli 1973. Darah seni yang mengalir dalam dirinya berasal dari keluarga besar seniman, ia merupakan cucu sutradara dan musisi R. Iskak, serta keponakan dari Indriati Iskak dan Boy Iskak.
Karier Gary Iskak mulai mencuri perhatian pada awal 2000-an.
Wajah tegas dan sorot mata tajam menjadikannya pilihan utama untuk peran-peran antagonis yang kemudian melekat pada namanya.
Film Ada Apa dengan Cinta? (2002) dan 30 Hari Mencari Cinta (2004) menjadi titik penting yang membuat publik semakin mengenalnya.
Namun Gary Iskak tidak berhenti pada satu jenis karakter.
Ia menunjukkan kemampuannya dalam peran drama, termasuk lewat film Ungu Violet (2005) dan berbagai sinetron populer seperti Buku Harian Nayla.
Bahkan hingga menjelang akhir hayatnya, Gary Iskak masih aktif berkarya dan disebut baru menyelesaikan syuting film horor Rumah 78.
Ujian penyakit
Di balik keberhasilannya sebagai aktor, Gary Iskak menjalani perjuangan berat melawan penyakit.
Beberapa tahun lalu, publik dikejutkan oleh kondisinya yang terlihat sangat lemah akibat Hepatitis C kronis yang berkembang menjadi sirosis hati.
Pada pertengahan 2021, ia sempat koma dan menjalani perawatan intensif.
Hoaks tentang kematiannya sempat beredar luas, namun Gary Iskak kembali bangkit.
Ia mengubah hidupnya secara total, menjauhi alkohol, obat-obatan dan gaya hidup tak sehat yang mewarnai masa mudanya.
Sakit keras itu menjadi momentum besar dalam hidupnya.
Gary Iskak memutuskan untuk berhijrah, mendekatkan diri kepada Tuhan dan meninggalkan masa lalu kelam, termasuk keterlibatannya dengan narkoba.
Dalam sejumlah kesempatan, ia mengaku bersyukur diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.
Sejak itu, penampilannya berubah menjadi lebih religius. Ia kerap hadir dalam berbagai kajian musawarah bersama rekan-rekan artis.
Dalam perjalanan hijrahnya, peran sang istri, Richa Novisha begitu besar.
Richa setia mendampinginya sejak masa suram, skandal, proses hukum, hingga perjuangan panjang melawan penyakit.
Kesetiaan dan keteguhan Richa menjadi sandaran utama yang membantu Gary Iskak tetap kuat sampai akhir.
Selamat jalan, Gary Iskak
Perjalanan panjang Gary Iskak di dunia ini telah berakhir pada Sabtu (29/11/2025).
Ia pergi meninggalkan istri, anak-anak, serta jejak karya yang akan terus dikenang.
Gary Iskak bukan hanya aktor berbakat, ia adalah simbol manusia yang tak pernah berhenti berproses memperbaiki diri.
Kisah hidupnya mengingatkan bahwa selalu ada waktu untuk berubah dan kembali menapaki jalan menuju Tuhan.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).
Jangan lewatkan berita-berita TribunNewsmaker.com tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook


Posting Komentar
Posting Komentar