infoselebb.my.id: Ranger Pink! Julukan AHMAD SAHRONI Usai Penjarakan Adam Deni Disebut Kayak Orang Pacaran - LESTI BILLAR

Ranger Pink! Julukan AHMAD SAHRONI Usai Penjarakan Adam Deni Disebut Kayak Orang Pacaran

Posting Komentar

Saat Ahmad Sahroni sedang menjadi sorotan publik soal pernyataannya yang dianggap telah menghina rakyat Indonesia, kini muncul sosok Adam Deni yang menyampaikan pengakuan mengejutkan. 


Adam Deni merasa kangen dengan Ahmad Sahroni setelah di penjara selama beberapa tahun. 


Sebagai informasi, Adam Deni merupakan aktivis yang pernah bermasalah dengan Sahroni.


Ia dipenjara setelah terjerat dua kasus dengan Ahmad Sahroni.


Kasus pertama, Adam Deni dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Ia terbukti menyebarkan dokumen pribadi Sahroni yang menyangkut pembelian dua unit sepeda senilai ratusan juta.


Atas perbuatannya itu Adam divonis empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider lima bulan kurungan.


Lalu kasus kedua, Adam Deni divonis bersalah telah menghina Ahmad Sahroni.


Dalam kasus ini dia divonis penjara selama enam bulan.


"Saya menjalani kurang lebih 3 tahun 7 bulan. Dua kali, pertama kasus penyebaran dokumen tutut 8 tahun, yang kedua dikasusin lagi oleh ranger pink (Ahmad Sahroni) selama 1 trahun dan jalani 6 bulan putusnya, makanya saya lama banget keluarnya," kata Adam Deni saat diwawancara di Youtube Cumicumi.


Entah apa alasan Deni menjuluki Ahmad Sahroni sebagai ranger pink.


Belakangan memang tersebar foto Sahroni mengenakan baju putih dipadu celana pink.


Setelah dijebloskan ke penjara oleh Sahroni, Adam Deni merasa mendapat banyak hikmah.


"Saya banyak ambil hikmah, hikmah dari saya dipenjarakan oleh beliau ini ranger pink, hikmahnya banyak banget buat hidup saya," katanya.


Dikutip dari Tribun-Bali.com, Adam Deni lahir di Jakarta pada 23 Desember 1995. 


Pemilik nama lengkap Adam Deni Gearaka ini menempuh pendidikannya di Universitas Jenderal Soedirman, jurusan Ilmu Politik. 


Selama ini, Adam Deni dikenal sebagai seorang blogger dan praktisi bidang IT. 


Akun Instagram miliknya, @adamdenigrk, diikuti oleh hampir 45.000 followers. 


Adam pernah mengakui bahwa dirinya dikenal karena sering memviralkan hal-hal yang menurutnya tidak adil melalui media sosial. 


Ia pernah memviralkan kafe milik anak wali kota Bekasi yang tidak disegel saat pandemi Covid-19. 


Padahal, kafe dan toko lain banyak yang disegel.


Meski begitu setelah menjalani hukuman, Adam Deni justru tak bisa bertemu Sahroni.


"Tetapi saya sebagi laki-laki saya merasa saya kuat menjalani Alhamdulillah dan saya juga menghadapi dia di persidangan berani, tapi kenapa ranger pink ini menghilang ketika saya keluar, saya jadi galau sebenarnya, galau banget," katanya.


Sebab Adam Deni merasa hubungan dengan Ahmad Sahroni tak biasa.


"Kita tuh kayak orang pacaran, berantem baikan, dipenjarain salaman, terus tiba-tiba pas saya keluar kok dia menghilang gak balik-balik, kangen saya sama dia jujur aja," kata Adam Deni.


Ahmad Sahroni memang tak menampakan diri setelah rumahnya di Jalan Swasembada Timur XXII Nomor 52 RT 006/004 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara dirusak dan dijarah massa.


Santer kabarnya, Sahroni kabur ke luar negeri.


Ia menjadi sasaran amukan massa setelah pernyataannya yang menghina masyarakat soal isu bubarkan DPR RI.


Tak ayal dia menyebut masyarakat tolol jika mengusung isi bubarkan DPR.


Sontak saja hal tersebut menyulut emosi masyarakat hingga terjadi demo ricuh beberapa pekan lalu.


Bahkan Partai NasDem menonaktifkan Ahmad Sahroni sebagai anggota DPR RI.


Fraksi Partai Nasdem lantas meminta DPR RI menghentikan pemberian gaji, tunjangan, dan seluruh fasilitas lain yang melekat pada Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach selama mereka menjadi anggota legislatif. 


Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan bahwa penghentian tersebut dilakukan seiring dengan penonaktifan kedua kader tersebut oleh partai dari keanggotaan di DPR RI. 


"Fraksi Partai Nasdem DPR RI meminta penghentian sementara gaji, tunjangan, dan seluruh fasilitas bagi yang bersangkutan, yang kini berstatus nonaktif, sebagai bagian dari penegakan mekanisme dan integritas partai,” ujar Viktor (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter