Penyanyi Ashanty, yang juga dikenal sebagai istri dari musisi Anang Hermansyah, kini tengah menjadi sorotan karena menjajal dunia kuliner dengan menjual donat unik berbahan dasar labu Jepang.
Ashanty tidak hanya sekadar berjualan, tetapi ia benar-benar serius dengan usahanya, terbukti dengan dibukanya kembali outlet Lu'miere miliknya di kawasan Radio Dalam dan juga di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan.
Outlet yang sebelumnya sempat tutup itu kini kembali hadir dengan nuansa baru, menghadirkan menu lama sekaligus menambah varian terbaru berupa donat yang cukup berbeda dari pasaran.
Keputusan Ashanty berjualan donat membuat publik mengingat sosok Pinkan Mambo yang lebih dulu viral dengan bisnis donatnya.
Namun, ada hal istimewa dari donat Ashanty karena ia menggunakan bahan dasar dari labu Jepang yang dikenal dengan nama Kabocha.
Kegiatan Ashanty dalam memperkenalkan donat unik ini dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal YouTube keluarga mereka, The Hermansyah A6.
Dalam video tersebut terlihat bagaimana Ashanty dengan antusias menambahkan varian baru berupa donat ke dalam menu andalannya.
Menariknya, ide untuk menjual donat ini ternyata bukan murni dari Ashanty sendiri, melainkan datang dari sang menantu, YouTuber ternama Atta Halilintar.
"Abang kan pecinta donat, dan dari dua tahun lalu pengin jualan donat," jelas Ashanty sambil menceritakan awal mula ide tersebut lahir.
Dukungan penuh dari Atta Halilintar membuat Ashanty semakin yakin untuk menghadirkan menu baru yang berbeda dan segar di outlet miliknya.
Dengan semangat baru itu, Atta bahkan ikut terlibat langsung dalam proses pembukaan kembali Lu'miere, memberikan dukungan moral maupun ide kreatif.
USAHA KULINER ARTIS - Bakery Lu’miere milik Ashanty (Instagram @lumierepusat)
Ashanty pun mengaku bahwa sebenarnya sejak lama ia sudah ingin membuat produk donat, hanya saja keterbatasannya dalam teknik membuat donat membuat keinginannya tertunda.
"Sebenarnya aku dari dulu pengin keluarin donat, tapi aku enggak terlalu jago sebenarnya bikin donat. Setelah Atta minta) 'Aduh, gimana donat yang enak, yang lembut?' Akhirnya kita uji terus menerus," imbuhnya.
Proses percobaan pembuatan donat ini tidak berlangsung singkat, Ashanty bersama timnya melakukan uji coba berkali-kali hingga akhirnya menemukan bahan yang cocok.
Bahan yang dipilih tidak lain adalah labu Jepang, atau Kabocha, yang akhirnya menjadi ciri khas utama dari donat buatan Ashanty.
"Akhirnya kita bikin lah donat yang pakai labu. Aku pakai labu Jepang," tutur Ashanty dengan penuh rasa bangga.
Ashanty juga jujur mengakui bahwa mungkin dari segi bentuk, donatnya tidak bisa seindah donat yang dibuat dari tepung biasa.
DONAT PINKAN MAMBO - Ala Bisyir mengaku dimintai 10 Juta per jam saat akan review donat Pinkan Mambo (Instagram @pinkanmambo dan Instagram @nanakoot)
"Bentuk donatnya enggak bisa benar-benar bulet yang kayak donat orang pakai tepung. Karena ini bahan si labu teksturnya terlalu lembut, jadi bentuknya agak gimana-gimana, tapi yang penting rasanya," lanjutnya menjelaskan.
Dengan keterbatasan bentuk tersebut, Ashanty justru lebih menekankan pada rasa dan kelembutan donatnya yang diyakini berbeda dari kebanyakan donat di pasaran.
Dari segi harga, Ashanty juga menetapkan strategi berbeda, yaitu menjual donat dalam bentuk paket setengah lusin dengan harga Rp80 ribu.
"Aku jualan enggak mau jual yang terlalu mahal-mahal, yang penting nutup," tutur Ashanty dengan nada sederhana.
Harga ini jelas lebih terjangkau jika dibandingkan dengan donat milik Pinkan Mambo yang sempat heboh karena mematok harga sangat tinggi.
Donat Pinkan diketahui dijual mulai Rp130 ribu hingga menyentuh angka fantastis Rp10 juta untuk satu kotak berisi 12 donat.
Pinkan bahkan menawarkan varian spesial senilai Rp10 juta yang terdiri dari enam cokelat pilihan dari enam negara berbeda.
Tak heran, sejak viral di media sosial, donat Pinkan pun langsung kebanjiran pesanan.
Bahkan untuk paket termurah seharga Rp130 ribu, pembeli harus rela menunggu hingga dua minggu untuk mendapatkannya.
Di sisi lain, Ashanty justru menekankan bahwa bisnis donatnya lebih menargetkan segmen masyarakat luas dengan harga yang ramah di kantong.
Kehadiran donat Ashanty juga menjadi angin segar setelah sebelumnya outlet Lu'miere sempat ditutup pada akhir Juli 2025 karena adanya masalah internal.
Kala itu, penutupan Lu'miere membuat Ashanty merasa sedih dan cukup terpukul karena ia sudah membangun usaha tersebut dengan penuh harapan.
Namun, dorongan semangat dari Atta Halilintar yang melihat mertuanya murung akhirnya membuat Ashanty kembali berani membuka usaha itu.
Menurut Ashanty, perhatian menantunya tersebut benar-benar menjadi motivasi besar yang mengembalikan kepercayaan dirinya.
Atta tidak hanya memberikan ide, tetapi juga membantu membranding ulang Lu'miere agar bisa kembali diminati masyarakat.
Kini, dengan varian baru berupa donat labu Jepang, Ashanty berharap bisnisnya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Ia juga optimistis bahwa usahanya ini tidak hanya akan menjadi tren sesaat, tetapi bisa terus berkembang karena menawarkan produk yang unik sekaligus terjangkau.
Dengan segala upaya dan inovasi yang dilakukan, Ashanty ingin menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya seorang penyanyi, tetapi juga seorang pebisnis kuliner yang serius.
(TribunNewsmaker.com/ Listusista)



Posting Komentar
Posting Komentar