infoselebb.my.id: FIRDAUS Oiwobo Pamer Harta ke Hotman Paris, Ngaku Punya Gunung di Bogor:Bisa Beli Banyak Lamborghini - LESTI BILLAR

FIRDAUS Oiwobo Pamer Harta ke Hotman Paris, Ngaku Punya Gunung di Bogor:Bisa Beli Banyak Lamborghini

Posting Komentar

 

Firdaus Oiwobo pamer harta ke Hotman Paris. Firdaus mengaku memiliki gunung di Parung, Bogor. 


Gunung itu memiliki luas mencapai 4.000 hektare. 


Firdaus masih menjadi sorotan masyarakat setelah aksinya yang naik ke atas meja saat sidang pencemaran nama baik dengan menghadirkan saksi korban Hotman Paris. 


Nama Firdaus Oiwobo masih menjadi buah bibir masyarakat.


Dia viral seelah naik ke atas meja sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.


Tak berhenti disitu. Dia bahkan berani pamer harta dihadapan Hotman Paris.


Meski mengakui bahwa dari segi finansial dirinya kalah jauh, Firdaus justru menantang Hotman dalam hal aset. 


Dia bahkan mengklaim memiliki sebuah gunung di kawasan Parung, Bogor.


"Kalau duit, Bang Hotman lebih banyak. Tapi kalau aset, gue gak tahu. Gue punya gunung," ujar Firdaus penuh percaya diri, dilihat melalui YouTube Richard Lee dikutip dari dari tribun-bogor Minggu (16/2/2025)..


Dia pun menantang pihak-pihak yang meragukan klaim tersebut untuk melakukan survei langsung ke lokasi


"Gue punya gunung di dekat Jakarta. Boleh disurvei, ada kok! Lu tahu, gunung itu luasnya ribuan hektare. Atas nama gue. Asli gunung di Parung," tegasnya


Firdaus juga mengungkapkan bahwa saat ini ia tengah mengurus legalitas kepemilikan Gunung Parung tersebut. 


Menurutnya, status lahan tersebut sah karena ia memiliki surat kepemilikan yang berasal dari ahli waris.


"Lagi diproses sama gue, karena urusannya sama PTPN (PT Perkebunan Nusantara) kan. PTPN gue suruh mundur, karena mereka nggak punya surat. Gue ada dari ahli waris,” kata Firdaus


Tak hanya itu, Firdaus Oiwobo juga mengklaim bahwa tanah seluas 4.000 hektar yang ia miliki di Gunung Parung bernilai fantastis. 


Ia bahkan menyebut bahwa jika dijual, aset tersebut cukup untuk membeli Lamborghini dalam jumlah tak terhitung.


"Ahli waris ngasih gue (Gunung Parung), total 4.000 hektare. Satu meternya Rp5 juta, minimal Rp2 juta. Coba hitung sendiri, kalau dijual bisa beli Lamborghini se-rauk kali," ucapnya sambil tertawa.

DIPECAT KAI - M Firdaus Oiwobo bersama rombongannya menyambangi Gedung Mahkamah Agung (MA), Senin (10/2/2024) dan Pengacara Hotman Paris Hutapea. (Kolase Tribunjakarta/Gerald Leonardo/KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)

Lantas dimana lokasi Gunung Parung yang dimaksud Firdaus Oiwobo? 


Belum diketahui Gunung di wilayah Parung yang dimaksud Firdaus.


Seperti diketahui ada beberapa gunung di Bogor. Diantaranya Gunung Gede, Gunung Salak, Gunung Pangrango, Gunung Pancar, Bukit Alesano, Gunung Munara.


Hanya saja, di Parung terdapat gunung kapur.


Pemandian Air Panas Gunung Kapur Tirta Sayaga mempunyai pemandangan Gunung Kapur di antara pepohonan hijau.


Daya tarik Pemandian Air Panas Gunung Kapur Tirta Sayaga Pemandian Air Panas Gunung Kapur Tirta Sayaga merupakan pemandian air panas dengan kandungan belerang, kapur, dan garam. 


Sumber air panas berasal dari sebuah gunung kapur alami dengan ketinggian 50 meter yang akan terlihat saat wisatawan datang ke objek wisata ini.


Firdaus Minta Maaf


Firdaus Oiwobo minta maaf setelah berita acara sumpah (BAS) advokatnya dibekukan. Firdaus mengaku khilaf naik ke atas meja saat sidang dengan saksi korban Hotman Paris pada Kamis (6/2/2025) lalu. 


Firdaus sempat tak merasa bersalah dengan tingkahnya. Kini setelah dihujat netizen dan BAS advokat dibekukan Mahkamah Agung, Firdaus minta maaf. 


Firdaus ikut menambah kericuhan sidang saat membela kliennya Razman Nasution. 


 "Lawyer manusia, ada khilaf dan dosanya," kata Firdaus Oiwobo saat Grid.ID temui di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (13/2/2025) malam.


Firdaus mengaku sudah melayangkan surat permohonan maaf kepada Mahkamah Agung.


Ia pun menerima dengan lapang dada usai keputusan MA.


"Kalau untuk Mahkamah Agung gak masalah beliau laporin karena beliau lagi ngambek, itu orang tua kami, beliau-beliau perlu dihargai juga kan."


"Gua minta maaf kepada beliau-beliau, suratnya sudah jalan, mudah-mudahan 2 (atau) 3 hari sampai ke Mahkamah Agung," jelas Firdaus.


Bukan hanya ke MA, Firdaus juga mengirim surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.


Ia berharap pihak MA dan Pengadilan bisa kembali mengevaluasi kesalahannya.


"Jadi surat permohonan maaf gua ke Mahkamah Agung, Pengadilan Negeri Jakarta Utara sudah mau nyampe."


"Insya Allah bisa dievaluasi oleh mereka, misskomunikasi saja, karena dianggap membuat gaduh di pengadilan," pungkasnya.


Adapun saat ini, Firdaus Oiwobo tidak lagi bisa menjalankan profesinya sebagai pengacara, serta tidak lagi bisa beracara di Pengadilan.


Pengakuan Firdaus Oiwobo Naik Meja Sidang 


Firdaus Oiwobo klarisikasi alasannya naik meja ruang sidang. 


"Jadi hari ini adalah hari bersejarah di mana secara tidak sengaja dan spontan saya sudah ada di atas meja. Demi Allah, demi Rasulullah wallahi entah karena saya gelap mata, entah karena saya terlalu berlebihan ingin membela klien saya," kata Firdaus di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/2/2025).


Firdaus sendiri mengaku bingung karena baru menyadari dirinya naik ke atas meja.


Dia pun meminta Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk membagikan CCTV yang merekam kejadian itu.


"Saya tidak memperhatikan lagi bagaimana cara saya naik ke atas meja makanya saya meminta kepada PN Jakarta Utara untuk membuka CCTV karena itu masih menjadi pertanyaan saya. Kenapa saya bisa jadi di atas meja," jelas Firdaus.


Dia berani bersumpah bahwa aksinya tersebut dilakukan secara spontan.


Firdaus bahkan mempertanyakan dirinya yang bisa melakukan hal seperti itu.


Sebab, pada saat itu, jarak antara kursi kuasa hukum dan meja begitu sempit sehingga kurang memungkinkan untuk dirinya naik ke atas meja.


"Demi Allah demi Rasulullah kafir saya. Saya akan menjadi orang kafir kalau saya bohong. Karena itu posisi sempit. Di belakang meja, di belakang kursi. Di sananya pengacaranya semua.


Ini yang jadi pertanyaan saya," tandasnya. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter