Langkah Sarwendah mendatangi Komnas Perempuan mendapat tanggapan dari pihak Ruben Onsu.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben memilih merespons santai keputusan mantan istrinya tersebut.
Diketahui, Sarwendah mendatangi Komnas Perempuan pada Selasa (23/6/2026), di tengah memanasnya perselisihan dengan Ruben Onsu terkait persoalan anak hingga nafkah pasca perceraian.
Sebelumnya, Ruben lebih dulu mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyampaikan keluhannya mengenai persoalan yang sedang dihadapi dengan mantan istrinya itu.
Menanggapi langkah Sarwendah yang mencari perlindungan dan berdiskusi dengan Komnas Perempuan, Minola menegaskan tidak ada yang perlu dipersoalkan.
"Itu sah-sah saja, artinya kan ini negara yang bebas, jadi menurut kami ya sah-sah saja mereka ke Komnas Perempuan," dikutip dari YouTube Cumicumi, Rabu (24/6/2026).
Menurut Minola, kunjungan Sarwendah ke Komnas Perempuan bukan sesuatu yang aneh.
Hanya saja, pihaknya belum mengetahui secara pasti materi apa yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
"Enggak ada hal yang aneh kan di sini kan, hanya saja tinggal tergantung materinya apa," ujar Minola.
Meski demikian, Minola mengaku masih mempertanyakan hak apa yang sebenarnya ingin diperjuangkan Sarwendah melalui Komnas Perempuan.
Sebab, menurutnya, inti persoalan yang sedang dihadapi Ruben saat ini adalah keinginan untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan kedua putrinya.
Sementara terkait isu nafkah yang disebut sempat menjadi polemik, Minola menilai persoalan tersebut tidak bisa dilihat secara sepihak karena ada sebab dan akibat yang melatarbelakanginya.
Ia juga menegaskan bahwa sejak resmi bercerai pada 2024, Ruben telah menjalankan kewajibannya dengan memberikan nafkah sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.
"Saya nggak mengerti, hak mana yang mereka bahas di Komnas Perempuan."
"Kalau soal nafkah, beda loh tidak diberikan nafkah, belum memberikan nafkah, dan menunda memberikan nafkah. Karena hukum itu bicara sebab dan akibat," terang Minola.
Konflik keduanya mencuat diketahui berawal dari Ruben melayangkan protesnya lantaran dipersulit bertemu anak.
Ruben merasa tak mendapatkan haknya untuk bertemu anak tiga hari dalam seminggu, sesuai keputusan setelah cerai.
Presenter 42 tahun itu, kemudian berhenti memberikan nafkah bulanan Rp225 juta sejak enam bulan terakhir sebagai bentuk protesnya.
Namun masalah tersebut justru semakin memanas usai Sarwendah mengungkit masalah nafkah hingga menuding Ruben lepas dari tanggung jawabnya.
Sarwendah Cari Solusi
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyebut kedatangan pihaknya ke Komnas Perempuan untuk berdiskusi mencari solusi serta memperjuangkan hak Sarwendah.
"Kedatangan kami sederhana ya, bahwa Sarwendah adalah seorang perempuan, anak-anaknya juga seorang perempuan. Kami di sini berdiskusi, kami di sini mencari solusi, kami tidak bermaksud apapun ya," ungkap Chris Sam Siwu, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Menurut Chris, kedatangan dari pihaknya disambut baik oleh Komnas Perempuan.
Sarwendah sendiri juga telah menceritakan mengenai permasalahan yang terjadi dengan Ruben dari awal menikah sampai cerai.
"Alhamdulillah diterima oleh komisioner dan mereka juga sangat men-support Wendah sebagai seorang perempuan."
"Apa yang sudah kami sampaikan itu adalah bentuk kejadian sebenarnya kronologi sebenarnya apa yang terjadi dari awal Sarwendah menikah sampai akhir," jelasnya.
Ia menegaskan langkah ini tak bermaksud mencari siapa yang salah.
Namun Sarwendah disebutnya hanya ingin menggunakan haknya sebagai seorang perempuan.
"Lami tidak mencari siapa salah siapa benar. Kami hanya menggunakan hak kami ya, bahwa di sini ada Komnas Perempuan ya. Kami gunakan hak klien kami sebagai perempuan," tandas Chris.
(Tribunnews.com/Ifan)
Artikel ini diolah dari Tribunnews.com

Posting Komentar
Posting Komentar