Sorotan publik terhadap Sarwendah terus bergulir setelah sejumlah video lama dan baru yang menampilkan dirinya ramai di sosial media.
Gelombang kritik muncul setelah sebuah video yang memperlihatkan Sarwendah mengucapkan kata kasar.
Tak sedikit pengguna media sosial yang kemudian membuat parodi serta konten satir berdasarkan video tersebut.
Seiring viralnya video tersebut, berbagai komentar bernada kritik hingga sindiran terus bermunculan.
Dampak dari polemik itu ternyata tidak hanya dirasakan oleh Sarwendah.
Sosok yang disebut sebagai kekasihnya, Giorgio Antonio, juga ikut menjadi sasaran komentar dan sorotan publik.
"Pada intinya klien kami dalam menghadapi masalah ini cukup berbesar hati untuk menerima setiap kritikan apa pun," katanya di Intens Investigasi.
"Namun kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk ayok bersama-sama kita menjaga ruang digital yang kondusif," pesannya.
Dampak psikologis korban kekerasan seksual online di balik olok-olok chat cabul
CNA Indonesia
by TaboolaSponsored Links
Abraham mengingatkan publik bahwa masih ada anak-anak di bawah umur yang harus dijaga mentalnya.
"Kasihan anak-anak, anak-anak ini sudah tumbuh besar, sudah bersosialisasi dengan teman-temannya, di tempat les, di sekolah," ujarnya.
"Dan mereka semua ini bisa membaca berita. Sehingga situasi yang demikian kurang baik bagi kehidupan sosial anak-anak," lanjutnya.
Sementara Chris Sam Siwu mengungkap bahwa Sarwendah cukup sedih dengan masalah saat ini, tapi berusaha tegar demi anak-anaknya.
"Klien kami sebisa mungkin menahan tangis di depan anak-anaknya, di depan media," kata Chris.
"Kasihan nanti anak-anaknya ikut sedih. Dia hanya fokus bagaimana membahagiakan anak," sambungnya.
Chris berpesan agar baik Ruben dan Sarwendah bisa memperbaiki komunikasi mereka demi anak-anak agar masalah tak berlarut dan menjadi konsumsi publik.
"Anak-anak kasihan jadi konsumsi publik begini juga kurang baik," pesan Chris.
Persoalan Ruben Onsu dan Sarwendah
Ketegangan hubungan Ruben dan Sarwendah kembali memanas dan menjadi konsumsi publik sejak keduanya saling sindir di media sosial.
Sarwendah lebih dulu mengunggah pernyataan di Threads yang bernada reflektif sekaligus menyindir.
Unggahan itu kemudian memantik reaksi dari adik Sarwendah, Wendy yang ikut berkomentar di Threads dengan nada lebih emosional dan langsung mengarah ke situasi yang sedang terjadi.
Ruben langsung membalas dengan nada yang tak kalah tajam, menyebut adik Sarwendah sebagai pihak yang selama ini ikut memperkeruh suasana.
Pangkal persoalan keduanya masih seputar isu yang sama yakni penghentian nafkah anak oleh Ruben Onsu sejak Desember 2025, kondisi rumah gana-gini yang masih menjadi jaminan utang bank, dan saling tuding soal siapa yang mempersulit siapa.
Namun menurut Ruben, pangkal semua persoalan yang kini jadi konsumsi publik itu hanya dari permintaan sederhananya untuk bisa dipertemukan dengan anak-anaknya tanpa perantara.
Diolah dari artikel Kompas.com

Posting Komentar
Posting Komentar