infoselebb.my.id: Tak Cuma Mahfud MD, Ahok Ikut Bela Pandji Usai Sang Komika Terancam Dipidana Gegara Roasting Gibran - LESTI BILLAR

Tak Cuma Mahfud MD, Ahok Ikut Bela Pandji Usai Sang Komika Terancam Dipidana Gegara Roasting Gibran

Posting Komentar

Pertunjukan stand up comedy Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono tak hanya memancing tawa, tetapi juga memantik kontroversi nasional.


Materi yang dibawakan Pandji kini menjadi perbincangan lintas bidang dari hukum, politik, hingga kebebasan berekspresi.


Salah satu bagian paling disorot adalah candaan Pandji yang menyinggung Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.


Materi tersebut memicu perdebatan sengit: apakah ia masih berada dalam koridor kritik dan satire, atau justru telah melampaui batas hingga berpotensi menghina simbol negara?


Pandangan Berseberangan: Deolipa vs Mahfud MD

Perdebatan itu makin memanas ketika praktisi hukum Deolipa Yumara menyatakan bahwa materi Pandji dinilai kelewat batas dan mengandung unsur penghinaan.


Menurut Deolipa, candaan fisik terhadap Wakil Presiden bisa membuka ruang pemidanaan.


Namun pandangan tersebut tak berdiri sendiri. Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD justru mengambil posisi berseberangan.


Ia membela Pandji Pragiwaksono dan menilai bahwa materi stand up comedy tersebut tidak serta-merta dapat dipidana.


Dua pandangan hukum ini mempertegas bahwa Mens Rea telah bergeser dari sekadar tontonan hiburan menjadi diskursus serius tentang batas hukum, preseden, dan kebebasan berpendapat di ruang publik.


Ahok dan Kisah Tiket yang Tak Terpakai

Di tengah polemik tersebut, muncul kisah menarik dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


Dalam sebuah perbincangan santai, Ahok mengaku sempat terpikir untuk menjadi komika.


"Aku enggak mau jadi komika kan tadi gua mau ngelamar jadi komika. Oh karena banyak oknum pejabat lebih lucu dari gua. Jadi gua gak lagi," kata Ahok dikutip Tribun dari youtube Curhat Bang Deny Sumargo, Rabu (7/1/2026).


Ahok kemudian mengungkap fakta lain: ia sebenarnya telah memegang tiket untuk menyaksikan langsung Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (30/8/2025).


Namun rencana itu urung terlaksana. Situasi Jakarta yang sedang dilanda demonstrasi membuat Ahok mengurungkan niatnya.


"Harusnya gua datang. Hari ini gua udah beli tiket gara-gara ada demo-demo kan.Terus dibilangin nanti lu tahu sendiri muka gua kan nanti kan takut ada yang kenalin susah kan," kata Ahok.


Menonton dari Netflix, Bukan dari Tribun Penonton

Alih-alih hadir langsung di arena pertunjukan, Ahok akhirnya memilih menyaksikan Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono melalui platform streaming video Netflix.


Berbeda dengan Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru terlihat hadir langsung di Indonesia Arena.


Anies bahkan sempat mengunggah momen kebersamaannya saat menonton pertunjukan tersebut.


Melalui akun Facebook pribadinya, Anies tampak menikmati jalannya show. Ia terlihat tertawa lepas dan berfoto bersama penonton lain sebuah gestur yang kembali menyeret namanya ke pusaran perdebatan publik seputar Mens Rea.


Ahok Tegas: Pro Materi Pandji

Sikap Ahok terhadap materi Mens Rea pun terungkap dengan jelas. Ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap apa yang disampaikan Pandji di atas panggung.


"Gua sih pro banget tuh. Hah? Kan dia udah pintar, dia udah pakai pakai disclaimer nih.


Menurut keyakinan saya," kata Ahok dikutip dari akun Youtube Curhat Bang Deny Sumargo, Rabu (7/1/2026).


Ahok mengaku langsung terkesan setelah menonton dan bahkan spontan membagikan kekagumannya kepada sang istri, Puput Nastiti Devi.


"Gua langsung bilang sama bini gua nih. Wah, gua suka banget nih kalimat tahu enggak?" kata Ahok.


Soal Gugatan Hukum dan Preseden

Dalam perbincangan itu, Denny Sumargo sempat menanyakan apakah materi stand up comedy Pandji berpotensi digugat secara hukum.


Ahok menjawab dengan menekankan pentingnya konsistensi dan preseden dalam penegakan hukum.


"Makanya kita lihat saja. Kan kita harus yakin namanya hukum itu ada preseden.


Hukum maksudnya secara normatif ya ada preseden gitu kan. Jadi kalau lo sudah mengatakan Ini hitam, ya, jangan begitu yang lain lu bilang ini putih," ucapnya.


Ia pun menambahkan bahwa hukum tidak boleh diterapkan secara selektif, tergantung siapa targetnya.


"Mana boleh hukum kita mutuskan hukum itu tergantung target gua mau yang mana. Enggak bisa dong. Namanya apa ya? Kiri kanan. Oke dong," sambung Ahok.


Mens Rea: Lebih dari Sekadar Komedi

Dari panggung stand up hingga meja diskusi hukum dan politik, Mens Rea kini menjelma menjadi simbol perdebatan yang lebih besartentang batas satire, kritik terhadap kekuasaan, serta konsistensi penegakan hukum di Indonesia.


Tawa pun berubah menjadi tafsir. Dan satu pertunjukan komedi berhasil membuka percakapan nasional yang belum menemukan titik akhir. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter