Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas.
Kali ini, sorotan datang dari Purnawirawan Polri Brigjen Pol (Purn) Siswandi yang secara terbuka menantang pakar telematika Roy Suryo untuk melakukan sumpah pocong guna membuktikan tuduhan ijazah palsu.
Tak sekadar melontarkan tantangan, mantan jenderal bintang satu itu bahkan menyatakan kesiapannya membantu pendanaan pelaksanaan sumpah pocong tersebut sebagai bentuk keseriusannya.
Menurut penelusuran SURYA.co.id, sumpah pocong sendiri dikenal sebagai tradisi di kalangan masyarakat Jawa Muslim untuk membuktikan kebenaran suatu tuduhan, dengan keyakinan adanya konsekuensi spiritual berat jika pihak yang bersumpah berkata tidak jujur.
Tradisi ini kerap muncul sebagai jalan terakhir dalam konflik kepercayaan yang sulit diselesaikan secara rasional.
Tantangan Dilontarkan di Ruang Publik
Pernyataan Siswandi disampaikan secara terbuka dan terekam dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Rasis Infotainment, Kamis (22/1/2026).
Ia menilai Roy Suryo terlalu berani melontarkan klaim tanpa dasar yang kuat.
"Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan," kata Siswandi, dikutip SURYA.co.id, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan akan hadir langsung jika sumpah pocong benar-benar dilakukan.
"Saya akan datang kalau anda sumpah pocong. Saya akan nyumbang anggaran secukupnya untuk melaksanakan sumpah pocong," imbuhnya.
Menurut Siswandi, langkah tersebut menjadi cara paling jujur untuk mengakhiri perdebatan yang terus bergulir di ruang publik.
Dinilai Tak Punya Kapabilitas Menilai Keaslian Ijazah
Siswandi secara tegas mempertanyakan kapasitas Roy Suryo dalam menyatakan ijazah Jokowi palsu.
Ia menilai tuduhan tersebut dilontarkan tanpa dasar empiris karena Roy Suryo belum pernah memegang atau melihat langsung dokumen yang dipersoalkan.
"Ngelihat megangnya belum kok sudah bilang palsu. Apa hebatnya dia," ujarnya.
Ia menekankan bahwa siapa pun yang menuding adanya kepalsuan harus mampu menghadirkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Setiap orang yang mengatakan itu palsu, bukikan," tuturnya.
Rektor UGM Sudah Tegaskan Keaslian Ijazah
IJAZAH JOKOWI - Kolase foto Jokowi (kiri) dan Rektor UGM Prof Ova Emilia (kanan). Terlanjur Ahli Forensik Skakmat Rektor UGM Soal Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Cs Punya Pendapat Beda.
IJAZAH JOKOWI - Kolase foto Jokowi (kiri) dan Rektor UGM Prof Ova Emilia (kanan). Terlanjur Ahli Forensik Skakmat Rektor UGM Soal Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Cs Punya Pendapat Beda. (Tribunnews.com)
Dalam pernyataannya, Siswandi juga mengingatkan bahwa pihak Universitas Gadjah Mada telah memberikan klarifikasi resmi terkait keaslian ijazah Jokowi.
Rektor UGM, Prof Ova Emilia, disebut telah memastikan dokumen akademik tersebut sah.
"Rektor yang mengeluarkan aja bilang asli. Anda nggak ada urusannya bilang palsu. Apa kapabilitas anda?" kata dia.
Menutup pernyataannya, Siswandi menyarankan Roy Suryo untuk lebih banyak melakukan refleksi spiritual agar mendapat ketenangan dan kejernihan berpikir.
"Saya sarankan anda salat tahajud agar dikasih pencerahan. Salat tobat, salat tahajud silakan," pungkasnya.
Sebagai informasi, isu dugaan ijazah palsu Jokowi telah mencuat sejak 2022 dan terus menjadi perdebatan publik.
Meski demikian, Jokowi dan pihak kampus berulang kali menegaskan bahwa ijazah tersebut asli dan dikeluarkan secara sah oleh Universitas Gadjah Mada.
Sosok Brigjen Purn Siswandi
Menurut penelusuran SURYA.co.id, Siswandi lahir di Medan pada 5 Juli 1959.
Dua menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota sekitar tahun 2002 sampai 2004.
Usai menjadi Kapolres Cirebon Kota, Siswandi dipromosikan ke Bagian Narkoba Bareskrim Polri.
Ia ditunjuk sebagai Direktur Pertama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Meskipun sudah hampir dua puluh tahun tidak lagi bertugas di Cirebon, nama Siswandi masih akrab di telinga masyarakat kota tersebut.
Ia dikenal dekat dengan seluruh lapisan masyarakat Cirebon, termasuk kalangan jurnalis.
Eks jenderal yang disapa Bang Sis ini bahkan masuk Bursa Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon yang digelar pada November 2024.
Meski pensiun dari kesatuan Polri dan berpangkat terakhir Brigadir Jendral (Brigjen), Siswandi masih berkecimpung dengan berbagai kesibukan lain, hanya lebih pada kegiatan sosial.
Di masa purna tugasnya, sosok purnawirawan jendral Polri ini dipercaya sebagai Pendiri dari GPAN – Generasi Perduli Anti Narkoba.
Selain itu, organsiasi lain yang Siswandi ikut aktif di dalamnya ialah di ormas Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri), termasuk yang berkaitan dengan penyaluran hobinya berkesenian di Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).
Brigjen purn Siswandi kini juga aktif beracara.
Dia pendiri dari Jagratara Merah Putih Law Firm dan anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI).


Posting Komentar
Posting Komentar