Vicky Prasetyo, artis yang dikenal dengan gaya bicara penuh metafora itu diduga menyentil Inara Rusli dan Insanul Fahmi.
Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, Vicky Prasetyo menyoroti peran Inara Rusli.
Ia menyebut kehadiran Inara sebagai orang ketiga yang merusak rumah tangga Wardatina Mawa.
“Salam revolusi! Kali ini aku akan bicara tentang seorang wanita yang mungkin sedang ramai diperbincangkan karena menjadi orang kedua merebut kebahagiaan wanita yang lain dengan mengatasnamakan agama,” ujar Vicky Prasetyo dalam video tersebut, dikutip Selasa (20/1/2026).
Menurut Vicky, ironi justru muncul karena Inara Rusli di masa lalu pernah berada di posisi sebagai perempuan yang tersakiti.
Hal tersebut membuatnya heran dengan kondisi yang kini berbalik.
Pria kelahiran Bekasi itu mengaku tak menyangka seseorang yang pernah merasakan luka justru kini dianggap mengubur kebahagiaan rumah tangga orang lain.
“Listen to me, banyak wanita hari ini lupa caranya menjadi mahal, sibuk jualan air mata, mengemis perhatian laki-laki dengan modal air mata dan drama kesedihan,” kata Vicky dengan nada menyentil.
Ia menilai kesedihan dan air mata tidak seharusnya dijadikan alat untuk meraih validasi, apalagi demi kebahagiaan yang dinikmati di atas penderitaan orang lain.
Vicky juga menegaskan bahwa tidak pantas menjadikan penderitaan sebagai komoditas, terlebih jika pria yang didekati masih muda dan dinilai telah mapan serta sukses.
Vicky Prasetyo melontarkan perumpamaan yang dianggap menyentil keras diduga Inara Rusli.
Vicky Prasetyo melontarkan perumpamaan yang dianggap menyentil keras diduga Inara Rusli. (Instagram @mommy_starla)
“Belajarlah dari Cinderella, dia tidak sengaja cuma melepas satu sepatu dan dia mendapatkan cinta sejati dari seorang pangeran,” ujarnya.
“Sementara kalian melepas baju, mengumbar tubuh demi validasi sesaat. Hasilnya? Bukan dapat pangeran, malah kalian kehilangan harga dirinya,” tegas Vicky.
Tak berhenti di situ, ia kembali melontarkan perumpamaan yang dianggap menyentil keras pihak yang disindirnya.
“Ingat, barang diskonan memang cepat laku, tapi tidak akan pernah dipajang di etalase yang utama,” ucapnya.
Vicky kemudian menutup pernyataannya dengan pesan moral yang menurutnya penting untuk direnungkan.
“Jadilah wanita yang dikejar karena kualitas, bukan yang dinikmati karena gratisan. Karena mahal itu pilihan, murah itu kebiasaan,” pungkasnya.
(TribunStyle.com/Putri Asti)
Jangan lewatkan berita-berita TribunNewsmaker.com tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook


Posting Komentar
Posting Komentar