Senasib Verrell Bramasta, pedangdut Novi Rizki dihujat efek pakaiannya di lokasi bencana banjir Sumatra.
Sosok pedangdut Novi Rizki Yanti tengah jadi sorotan publik.
Kolom komentar unggahannya yang berisi dokumentasi proses penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir di Sumatra mendadak ramai.
Pakaian yang dikenakan Novi di momen tersebut jadi biang keroknya.
Melansir unggahannya di Instagram, @novirizkiyanti, Ia nampak berada di kawasan Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Saat itu Ia bersama tim nampak menyalurkan paket bantuan untuk para warga yang sudah mengantre.
Pada momen itu, Novi mengenakan celana hitam, jaket kuning, sepatu boot krem dan hijab hitam.
Ada juga potret Novi yang tengah melihat puing bekas terjangan banjir dibagikan di akun tersebut.
Namun postingan Novi itu justru mengundang cibiran dari sejumlah netizen karena dinilai terlalu ketat.
Cibiran itu langsung disadari Novi yang lantas bereaksi.
“Banyak yang komen gara-gara pakaian. Aku kaget sama responsnya,” ujar Novi kepada awak media dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (2/1/2026).
Tak sepakat dengan nyinyiran itu, Novi menilai pakaian yang dikenakannya dalam kategori wajar.
Ia juga membantah mengenakan pakaian dengan bahan tipis.
“Bahannya adem gitu, enggak tipis, kok. Tapi mungkin karena aku lagi semok badannya, jadi kelihatan ketat. So far aku pakai baju lengan panjang dipadu celana jins,” terang Novi.
Novi pribadi malas meladeni cibiran netizen di kolom komentar satu per satu.
“Karena menurutku, fokusnya aku datang ke sana menyalurkan bantuan. Mari kita fokuskan membantu korban bencana. Bukan malah melenceng jadi ke persoalan baju," katanya.
Sebagai informasi, Novi Rizki dan komunitasnya, yakni Squad Sosialita, datang ke lokasi bencana pada 16-20 Desember 2025.
Kedatangan mereka untuk menyalurkan bantuan sembako, dalam bentuk beras, mi instan, roti, sarden. Termasuk pakaian dan obat-obatan seperti tolak angin dan minyak kayu putih.
"Pokoknya semua keperluan mereka coba kita bantu," tandasnya.
Situasi yang dihadapi tak jauh berbeda dari yang dialami aktor sekaligus politisi Verrell Bramasta beberapa waktu lalu.
Kostum Verrell kala turun meninjau lokasi bencana juga jadi cibiran netizen.
Verrell Bramasta Dihujat Imbas Rompi Taktis
Aktor sekaligus politisi Verell Bramasta sempat jadi sorotan.
Gerak cepatnya turun ke lokasi pengungsian korban bencana banjir dan longsor di Padang, Sumatera Barat menuai pujian.
Verrell nampak didampingi tim melihat dan menemui langsung para korban untuk memberikan bantuan.
Momen ini terekam dalam unggahan Verrell di instagram, @bramastavrl dan tiktok @bramastaverrell, Minggu (30/11/2025).
Namun dalam postingan itu, ada pula netizen yang menyoroti cara Verrell berpakaian.
Ada yang mengira Verrell mengenakan rompi anti peluru dan berkomentar dengan nada nyinyir.
Sadar akan hal itu, Verrell lantas mengklarifikasi. Ia membantah mengenakan rompi anti peluru.
"Sangat tidak benar dan disinformasi," kata Verrell Bramasta dikutip dari Kompas.com, Selasa (2/12/2025).
"Distorsi informasi yang terjadi, dibilang anti peluru atau pelampung, salah besar," lanjutnya.
Verrell Bramasta menyampaikan, rompi yang dipakainya adalah tactical vest, bukan rompi anti peluru.
Menurutnya, tactical vest umum dipakai dalam kegiatan lapangan.
Lagipula, kata Verrell Bramasta, tactical vest itu diberikan oleh temannya dari TNI Angkatan Laut (AL).
"Rompi tersebut bukan rompi anti peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan, itu hadiah dari rekan AL pada saya," jelasnya.
"Rompi taktis ini tidak dilengkapi pelat balistik, dan fungsinya untuk membawa perlengkapan kebutuhan," lanjut Verrell Bramasta.
"Saat itu saya membawa perlengkapan seperti air minum, uang kas untuk dibagi-bagi, dan sebagainya," ucap Verrell Bramasta.
Verrell menyatakan, keunggulan dari rompi yang dia pakai memiliki sistem kantong modular, yang memudahkan untuk membawa beberapa barang sekaligus tanpa menghambat gerak.
Saat turun di area bencana, sebut Verrell Bramasta, kondisi sangat dinamis, sehingga perlu membawa perlengkapan secara praktis agar bisa cepat membantu warga dan tim di lapangan.
"Tujuannya untuk turun langsung dan memberikan bantuan komoditas, meninjau langsung dan berdialog dengan pemda agar bantuan dan kejelasan para korban banjir bisa segera diberikan," ucapnya. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar