Pengakuan Roby Tremonti yang menyebut dirinya pernah menikah dengan Aurelie Moeremans pada 2011 akhirnya menemui titik terang.
Klaim tersebut sempat menghebohkan publik setelah Roby memperlihatkan dokumen pernikahan yang disebut-sebut sebagai bukti sah hubungan mereka di masa lalu.
Namun, Aurelie secara tegas membantah pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada pernikahan yang sah, baik secara hukum negara maupun secara gerejawi.
Dalam buku Broken Strings, Aurelie bahkan mengungkap pengalaman pahitnya, termasuk dugaan paksaan untuk menjalani prosesi tertentu yang tidak pernah ia kehendaki.
Aurelie juga menyadari bahwa surat nikah yang selama ini dipamerkan ke publik bukanlah dokumen resmi.
Ia meyakini dokumen tersebut palsu dan digunakan untuk membangun narasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Demi mengungkap kebenaran dan membersihkan namanya, Aurelie mengambil langkah resmi dengan mendatangi Katedral Bogor dan bertemu dengan Romo Driyanto.
Kepada Romo Driyanto, Aurelie memaparkan seluruh rangkaian peristiwa yang ia alami secara detail, mulai dari awal hingga akhir.
Ia juga melaporkan adanya dugaan penerbitan surat nikah palsu oleh salah satu gereja di kawasan Cibinong.
“Aku ke Katedral di Bogor, aku ketemu sama Romo Driyanto. Beliau baik sekali. Aku cerita semua dari A sampai Z tentang kasus aku yang dulu. Aku ngadu ke dia ada salah satu gereja di Cibinong yang ngeluarin surat nikah di gereja yang aku tahu itu palsu,” ujar Aurelie, dikutip dari YouTube pribadinya, Selasa (20/1/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Aurelie bersama Romo Driyanto kemudian mendatangi langsung gereja di Cibinong yang namanya tercantum dalam dokumen pernikahan bermasalah itu.
lokasi, mereka bertemu dengan pastor yang namanya tercantum dalam surat nikah tersebut.
Dalam pertemuan itu, pastor terkait akhirnya mengakui adanya ketidaksesuaian prosedur dalam penerbitan dokumen tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.
“Akhirnya kita samperin pastor itu, ketemu langsung, dan dia mengakui surat yang sempat ia keluarin itu enggak benar, enggak sah. Dia minta maaf dan mengaku enggak tahu kalau anak buahnya bisa melakukan seperti itu,” ungkap Aurelie.
Meski menerima permintaan maaf tersebut, Aurelie menegaskan bahwa ia tetap membutuhkan bukti resmi berupa surat keterangan untuk memulihkan statusnya.
“Aku maafin, tapi aku minta bukti kalau pernikahan itu sebenarnya enggak pernah ada, supaya aku bisa nikah Katolik di mana pun tanpa adanya masalah,” tuturnya.
“Dengan surat ini membuktikan bahwa nikah Katolik yang digosipin itu enggak sah, enggak benar. Nikah Katolik itu sekali seumur hidup sampai maut memisahkan. Akhirnya setelah sembilan tahun aku klarifikasi juga,” pungkas Aurelie Moeremans.
(TribunStyle.com/Putri Asti)
Jangan lewatkan berita-berita TribunNewsmaker.com tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook
Sumber: TribunStyle.com

Posting Komentar
Posting Komentar