Puncak karier di TV sudah lewat, Sule beber cara sederhananya menikmati hidup.
Sosok komedian Sule jelas tak lagi asing di telinga masyarakat di tanah air.
Ia pernah berada di jajaran artis papan atas Indonesia saat berada di puncak kariernya sebagai pelawak.
Puluhan tahun membangun karier, Sule menikmati masa jaya kala mebintangi program komedi Opera Van Java (OVJ) yang begitu populer sejak Tahun 2008 hingga 2021.
Namun kini situasi sudah berubah, Ia sudah terhitung jarang muncul di tv bahkan diisukan sepi job.
Terkait hal itu, Sule kini nampak tak terusik dengan kondisi kariernya saat ini.
Ia seolah sudah menerima fenomena naik-turunnya popularitas di panggung hiburan.
Tak lagi khawatir tentang pekerjaan di TV, Sule mengaku kini punya fokus yang baru yakni platform digital.
"Gue lebih ke konsen digital gue aja saat ini. Kalau TV ada ya ayo, enggak ada ya udah apa saja. Santai aja," ungkap Sule di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan dikutip dari Grid.id, Senin (19/1/2026).
Saat ini, Sule hanya mengambil proyek televisi tertentu, seperti acara akhir pekan atau event di hari-hari besar. Selebihnya, ia memilih menikmati waktu luang.
"Project sih paling item-item doang kan event hari-hari besar. TV-TV masih jalan setiap malam Minggu," tambahnya.
Ketika tidak syuting, pria 49 tahun ini justru menikmati kegiatan yang jauh dari dunia hiburan. Ia lebih sering pulang kampung, mengurus kebun, atau menyalurkan hobi memancing.
"Gue kalau misalkan enggak ada kerjaan ya gue paling ke kebun, mancing ke Ciamis, ada kolam ikan di Ciamis. Kemarin habis dari Ciamis, dari Ciamis ke Subang," cerita Sule.
Meski jadwalnya kini lebih longgar, Sule menepis anggapan bahwa hal itu karena kelelahan atau faktor usia. Ia mengaku masih memiliki energi besar dan hanya ingin menikmati hidup dengan lebih santai.
"Enggak (milih-milih karena capek), karena energi gue tuh tinggi. Gue enggak bisa kalau diam di rumah. Gitu aja nikmati hidup kan santai," pungkasnya.
Geram Keluarganya Diusik soal Harta Warisan
Sule mengaku terganggu ketika polemik warisan yang diungkit Teddy Pardiyana mulai menyeret anak-anaknya. Ia menilai persoalan demikian seharusnya tidak berdampak pada keluarga.
Mantan bintang program Opera Van Java, itu menyebut anak-anaknya kini ikut merasa tidak nyaman. Situasi tersebut membuat Sule akhirnya angkat bicara lebih tegas.
“Jangan ganggu anak-anak gue,” tegas Sule dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainmet, Selasa (20/01/2026).
Ia mengaku bukan tipe orang yang gemar mengumbar masalah pribadi ke publik. Namun, ia merasa terpaksa berbicara demi melindungi keluarganya.
Menurut Sule, anak-anaknya sudah bekerja keras membangun hidup masing-masing. Ia tidak ingin usaha mereka terganggu isu yang berlarut-larut.
“Kerja keras mereka jangan diganggu,” ucapnya.
Sule juga menegaskan soal tanggung jawab sebagai orang tua. Ia menyebut urusan membiayai anak adalah kewajiban ayah kandungnya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dengan nada keras. Sule ingin pesan itu tersampaikan dengan jelas .
“Bapaknya yang harus hidupin,” kata Sule.
Selain itu, Sule menyinggung peran media dalam memberitakan isu ini. Ia berharap pemberitaan tidak sengaja memanaskan situasi demi angka penonton.
Menurutnya, konflik keluarga bukan bahan adu domba. Ia meminta semua pihak lebih bijak menyikapi persoalan sensitif.
Sule mengaku sebenarnya memilih bersikap santai. Namun, ketika keluarga tersentuh, ia merasa perlu bersuara.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan situasi segera mereda. Sule ingin keluarganya kembali fokus menjalani kehidupan tanpa gangguan.
“Jangan dibikin panas,” tutup Sule.
SULE GERAM - Kolase foto Putri Delina, Sule, Rizky Febian dan Teddy Pardiyana (arsip 2020). (Instagram @putridelina)
Duduk Perkara Gugatan Kontensius Teddy Pardiyana
Diberitakan sebelumnya, Teddy Pardiyana selaku suami mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah melayangkan permohonan penetapan hak waris untuk anak semata wayangnya, Bintang.
Kuasa hukum Teddy Pardiyana, Wati Trisnawati, menegaskan bahwa perkara tersebut bukanlah gugatan pembagian harta warisan.
“Sebetulnya ini bukan gugatan, jadi permohonannya adalah permohonan ahli waris kontensius. Karena ini konteksnya yang kami mohonkan itu tidak ada objek hartanya, jadi lebih ke penetapan ahli warisnya.
Makanya disebutnya permohonan kontensius,” kata Wati, dikutip dari video YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Wati, hingga kini perkara tersebut telah memasuki empat kali agenda persidangan.
Sidang lanjutan dijadwalkan digelar pada 27 Januari 2026 dengan agenda pemanggilan Sule sebagai wali dari anak bungsunya dengan mendiang Lina, yakni Ferdinand.
Wati menyebut, majelis hakim berpeluang mempercepat putusan apabila para termohon tidak hadir dalam persidangan.
“Jika para termohon tidak hadir sama sekali, ini bisa secepatnya diputus. Namun jika hadir, tentu ada proses mediasi, jawaban, pembuktian, sampai kesimpulan,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak menuntut pembagian harta peninggalan Lina.
Fokus utama Teddy adalah kepastian status hukum sang anak.
“Kalau keinginan dari Pak Teddy sendiri yang pertama bahwa anaknya, Bintang, itu sah ya atau mempunyai legalitas menjadi ahli waris dari almarhumah.
Yang kedua, ini kan memang dari almarhumah meninggal dunia kan hampir enam tahun ya, belum dibuat seperti waris atau apa pun. Jadi lebih ke legalitas saja. Target Pak Teddy seperti itu,” tutur Wati.
Lebih lanjut, Wati menyinggung adanya pernyataan yang menyebut Bintang bukan bagian dari saudara kandung anak-anak Lina lainnya. Hal itulah yang mendorong pihak Teddy menempuh jalur hukum.
“Intinya, kedua orang ini ingin ditetapkan sebagai ahli waris almarhumah. Jadi bukan mengenai harta, tapi lebih fokus pada legalitas.
Sebab, saya mendengar ada pernyataan bahwa Bintang bukan adik dari kakak-kakaknya. Untuk memberikan kepastian hukum, maka kami ajukan permohonan ini,” tutup Wati. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar