infoselebb.my.id: Profil Kak Seto, Sosok yang Ramai Dirujak Usai Sikap Masa Lalu Terhadap Kasus Aurelie Moeremans Jadi Sorotan - LESTI BILLAR

Profil Kak Seto, Sosok yang Ramai Dirujak Usai Sikap Masa Lalu Terhadap Kasus Aurelie Moeremans Jadi Sorotan

Posting Komentar

Profil Kak Seto, psikolog anak yang dirujak netizen setelah terungkap sikap masa lalu di kasus Aurelie Moeremans.

Profil Kak Seto, psikolog anak yang dirujak netizen setelah terungkap sikap masa lalu di kasus Aurelie Moeremans. (Instagram @kaksetosahabatanak dan @aurelie)

Profil Kak Seto, psikolog anak yang dirujak netizen setelah terungkap sikap di masa lalu terhadap kasus Aurelie Moeremans. Siapa sosoknya?


Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto jadi sorotan di tengah viralnya buku "Broken Strings" yang ditulis Aurelie Moeremans. Lewat buku tersebut, Aurelie bercerita bahwa dirinya pernah menjadi korban child grooming dan kekerasan seksual saat berusia 15 tahun.


Diketahui pada 2010 silam, Aurelie sempat mengadu ke Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) soal hubungannya dengan aktor Robby Tremonti. Namun menurut ibu Aurelie, Sri Sunarti, Kak Seto yang saat itu menjadi Ketua Komnas PA tak menanggapi kasus dengan serius.


Pemberitaan mengenai hal tersebut membuat nama Kak Seto jadi sorotan. Lantas siapa sosoknya?


Seto Mulyadi alias Kak Seto lahir di Klaten, 28 Agustus 1951. Ia dikenal sebagai psikolog anak yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).


Ia menuntut ilmu psikologi di Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada 1981. Masih di kampus yang sama, Kak Seto kemudian meraih gelar Magister Psikolog pada tahun 1989 dan gelar Doktor pada 1993.


Dilansir dari Tribunnews, pada tahun 2021, Kak Seto dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi oleh Universitas Gunadarma. Menjadi asisten Pak Kasur (pencipta lagu anak-anak) adalah langkah awalnya berkarier di dunia televisi.


Diketahui ia pernah mengisi acara "Aneka Ria Taman Kanak-Kanak" dan menciptakan karakter Si Komo. Tak hanya itu, ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa serta sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto.


Selama kariernya, ia sudah meraih sejumlah penghargaan, di antaranya adalah Bintang Jasa Nararya dari Presiden RI (2025), Men's Obsession Award (2006), The Golden Balloon Award, New York; kategori Social Activity dari Wolrd Children's Day Foundation & UNICEF (1989), sampai penghargaan Orang Muda Berkarya Indonesia, kategori Pengabdian pada Dunia Anak-anak dari Presiden RI (1987).


Profil Kak Seto kini jadi sorotan. Ia mendapatkan kritikan terkait sikap dirinya di masa lalu pada kasus Aurelie Moeremans.


Menanggapi kritik yang dilayangkan padanya, Kak Seto memberikan klarifikasi melalui unggahan Instagram @kaksetosahabatanak. Ia mengatakan bahwa kejadian di masa lalu akan dijadikan sebagai refleksi dan pembelajaran untuk memperkuat perlindungan anak.


"Kami mengikuti dengan sungguh-sungguh diskusi publik yang berkembang, termasuk berbagai kutipan dari pernyataan di masa lalu yang kembali diangkat."


"Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu."


"Namun, kami menyadari bahwa standar perlindungan anak hari ini menuntut kepekaan, kehati-hatian, dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja."


"Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik di masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindunfan anak ke depan," tambahnya.


Lebih lanjut, Kak Seto menegaskan bahwa ia sangat mengecam segala bentuk child grooming. Ia pun menghormati para korban yang sudah berani buka suara atas tragedi tersebut.


"Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming."


"Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimoangan kuasa," jelasnya. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter