Pakar telematika Roy Suryo, pakar forensik digital Rismon Sianipar, dan dokter Tifauzia Tyassuma disebut-sebut sebagai tiga orang yang tidak akan dimaafkan oleh mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Ketiganya telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Jokowi sehubungan dengan tudingan ijazah palsu Jokowi.
Adapun pernyataan tentang adanya tiga orang yang tidak dimaafkan itu tidak keluar langsung dari mulut Jokowi, tetapi lewat ucapan Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Willem Frans Ansanay ketika dia dan Jokowi berdiskusi di kediaman Jokowi di Kota Solo, Jawa Tengah, pada hari Jumat, (19/12/2025). Saat itu Jokowi tidak mengungkap identitas ketiga orang yang tidak dimaafkannya.
Di sisi lain, Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Andi Azwan menganggap Roy, Rismon, dan Tifa tetap berpeluang dimaafkan oleh Jokowi.
KASUS IJAZAH JOKOWI - Pakar telematika, Roy Suryo menanggapi santai soal status tersangka yang disematkan kepadanya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) palsu saat datang ke Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Ia mengaku menghormati penyidikan polisi dan hanya tersenyum atas status tersangka itu.
KASUS IJAZAH JOKOWI - Pakar telematika, Roy Suryo menanggapi santai soal status tersangka yang disematkan kepadanya dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) palsu saat datang ke Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Ia mengaku menghormati penyidikan polisi dan hanya tersenyum atas status tersangka itu. ((Tribunnews))
“Saya rasa sebetulnya tidak ada perkataan beliau (Jokowi) tidak memaafkan, apalagi beliau ini adalah seorang negarawan dan juga mantan pemimpin republik ini,” kata Andi dalam acara Interupsi di iNews, Kamis, (1/1/2026).
“Habluminannas-nya, beliau pasti akan memaafkan semua yang bersalah maupun yang, katakanlah, dalam tanda kutip merasa tidak bersalah kalau meminta maaf kepada beliau.”
Lalu, Andi kembali menegaskan peluang maaf dari Jokowi tetap terbuka untuk Roy, Rismon, dan Tifa.
“Kalau dikatakan bahwasanya ada tiga orang [yang tidak dimaafkan], itu tidak menurut saya karena beliau juga mengatakan, ‘Kita terima semua yang minta maaf,’” ujar Andi.
Meski demikian, Andi mengingatkan bahwa kasus ijazah Jokowi sudah masuk proses hukum di Polda Metro Jaya. Proses hukum itu akan tetap berjalan seperti biasanya.
Andi mengklaim kubu Jokowi juga tidak pilih-pilih dalam hal memaafkan.
Bara JP: Tiga orang tidak dimaafkan Jokowi
Sebelumnya, informasi mengenai tiga orang yang tidak dimaafkan Jokowi disampaikan oleh Willem Frans Ansanay.
"Nah, diskusi kami dengan Pak Jokowi, Pak Jokowi juga menyampaikan bahwa waktu kami bertanya, apakah semua semua akan dimaafkan, tidak dimaafkan misalnya dari 12 nama itu."
"Ternyata Pak Jokowi mengatakan, 'Saya bukan tipikal orang yang tidak pemaaf. Jadi yang pasti tidak semua.' Jadi 12 nama itu tidak semua yang akan terus dituntut, dimaafkan."
"Tapi yang tiga nama kelihatannya terlalu ekstrem, nggak pernah mau menerima fakta ijazah Jokowi itu benar dan melakukan berbagai tindakan, yang setelah di dekatkan dengan alas hukum, pasal berlapis, ya itu Pak Jokowi akan teruskan," kata Willem dilansir dari Kompas TV, Selasa, (23/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Willem tak menyebut dengan jelas tiga nama yang disebut-sebut tak akan diberi maaf oleh Jokowi imbas kasus ijazah palsu ini. Meski demikian, Roy, Rismon, dan Tifa diyakini sebagai tiga orang yang tak dimaafkan.
Jokowi: Maaf itu urusan pribadi
Sementara itu, pada hari Rabu, (24/12/2025), Jokowi mengatakan persoalan memaafkan dalam kasusnya adalah urusan pribadi.
"Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum, prosesnya biar berjalan apa adanya," kata Jokowi di Solo.
"Sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum ya urusan hukum, kita hormati proses hukum yang ada.”
Tanggapan Roy Suryo
Roy Suryo menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut tidak akan memaafkan tiga orang.
Menurut Roy, ada atau tidaknya pemberian maaf dari Jokowi itu tidak berpengaruh kepadanya. Bahkan, Roy menegaskan apa pun yang dikatakan Jokowi tidak memiliki pengaruh padanya.
"Bagi saya enggak ngaruh, enggak ngaruh (Jokowi) mau ngomong apa saja enggak ngaruh. Omongannya dari dulu kaya gitu aja."
"Enggak sama sekali (Ada tidaknya pemberian maaf dari Jokowi tak berpengaruh). Omongannya lewat aja," kata Roy dalam Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Kamis, (25/12/2025).
Mantan Menpora itu kemudian mengungkit pernyataan Jokowi yang pernah menyebut bahwa dalam kasus tudingan ijazah palsu ini dia tak melaporkan nama, tetapi hanya melaporkan peristiwanya saja.
Roy menilai pernyataan Jokowi itu suatu kebohongan karena faktanya pada gelar perkara khusus kasus tudingan ijazah palsu sudah terpampang jelas nama-nama yang menjadi terlapor. Terlampir pula pasal-pasal yang dikenakan pada para terlapor dalam kasus tudingan ijazah palsu ini, termasuk Roy Suryo.
"Dulu juga ngomong dia, 'Saya tidak melaporkan nama tapi saya hanya melaporkan peristiwa', bohong."
"Ketika gelar perkara khusus, ternyata nama-namanya dilaporkan, pasal-pasalnya ada. Kan bohong lagi orang itu," kata Roy.
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan


Posting Komentar
Posting Komentar