Aktor dan komedian senior, Indro Warkop angkat suara. Terkait laporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono.
Pandji dilapor terkait special show komedi tunggalnya bertajuk Mens Rea. Indro menanggapi hal itu dengan membandingkan masa ini dengan orde baru.
“Kalau dulu zaman saya pada penguasa, kalau sekarang penguasa mempergunakan orang lain kepada kita," kata Indro kepada jurnalis usai menghadiri Gala Premiere Film Bidadari Surga di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dia menyayangkan pelaporan terhadap Pandji. Baginya, laporan yang dilakukan oleh pihak yang mengklaim diri sebagai pemuda Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) itu menunjukkan kemuncuran.
"Kemunduran secara berpikir itu, bagaimanapun juga komedi itu," ucapnya.
Pandji dianggap menghina dalam lawakannya. Namun bagi Indro, itu adalah opini pribaid Pandji.
"Kalau saya enggak pengin masuk kepada itunya ya, karena itu kan keyakinan dia,” terangnya.
Indro mengaku tertarik dengan penjelasan Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD terkait kasus Pandji. Mahfud sendiri diketahui membela Pandji.
“Kita harus banyak belajar lah, opini saya tertarik dengan bahasanya pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah membantah terlibat melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke polisi. Itu diungkapkan menanggapi klaim pelapor.
Pelapor melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada Rabu 7 Januari 2026 malam. Mereka menamakan diri sebagai Angkatan Muda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar