Mahfud MD Bela Pandji, Yenny Wahid Keberatan Singgung Kondisi Mata Gibran: Ini Sensitif bagi Saya
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan, sikap Pandji yang me-roasting Gibran 'ngantuk' tidak bisa disebut menghina. Sehingga, Pandji tidak serta merta bisa diseret ke ranah hukum.
"Orang bilang orang mengantuk tuh masa menghina. Enggak apa-apa, orang ngantuk biasa aja. Tapi kalau itu dianggap menghina, khusus untuk kasus Pandji Pragiwaksono ini, tidak bisa dihukum," tegas Mahfud, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Senin (12/1/2026).
Alasannya, kata Mahfud, karena pasal tentang penghinaan Presiden dan Wakil Presiden dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, baru mulai berlaku pada 2 Januari 2026.
Sementara, ungkapan Pandji terhadap Gibran itu disampaikan pada Agustus 2025 lalu dan baru viral setelah show Pandji itu menempati posisi #1 di Top 10 Acara Netflix Indonesia sejak rilis pada 27 Desember 2025.
Terkait hal tersebut, Mahfud MD pun mengaku siap membela komika kelahiran Singapura, 18 Juni 1979 itu. "Enggak akan dihukum Mas Pandji, tenang, nanti saya yang bela,"ucap Mahfud.
Yenni Wahid Keberatan Singgung Mata Wapres Gibran
Sementara, Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (BPIS PBNU) Yenny Wahid turut menanggapi komika Pandji Pragiwaksono yang menjadikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu materi stand-up comedy-nya.
Dalam gelaran stand-up comedy atau lawak tunggal bertajuk Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/8/2025) lalu, Pandji melontarkan roasting atau menjadikan Gibran sebagai bahan leluconnya.
Awalnya, Pandji menyinggung alasan warga memilih calon pemimpin, yang berkaitan dengan kondisi fisik.
"Ada yang memilih pemimpin berdasarkan tampang, banyak! 'Ganjar ganteng, ya', 'Anies manis, ya', 'Prabowo gemoy, ya'," tutur Pandji di atas panggung, sebagaimana dikutip dari penggalan video stand-up comedy-nya yang viral di media sosial.
Lalu, Pandji membahas kondisi Gibran yang, menurutnya, matanya kerap terlihat mengantuk di berbagai kesempatan.
"Atau wakil presidennya; 'Gibran ngantuk ya.' Salah nada, salah nada. Maaf, Gibran ngantuk, ya? Ya kayak orang ngantuk dia ya," ucap Pandji sembari menirukan mata sayu anak sulung mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu, sehingga langsung disambut gelak tawa para penonton.
Stand-up comedy Pandji pun mulai tayang tanpa sensor di platform streaming Netflix sejak 27 Desember 2025, dan semenjak itu penggalan videonya, termasuk momen Gibran kena roasting, beredar viral.
Tindakan Pandji yang menjadikan kondisi mata Gibran sebagai materi stand up comedy pun menuai sorotan, termasuk kritikan dari Yenny Wahid.
Awalnya, Yenny mengaku hanya melihat beberapa bagian dari stand up comedy Pandji Pragiwaksono.
Namun, ia tegas menyampaikan, me-roasting kondisi fisik Gibran harus dikritisi.
Sebab, Yenny mengaku, kondisi fisik yang dicemooh alias body shaming merupakan hal yang begitu sensitif bagi dirinya.
Apalagi, mengingat kondisi kedua orangtuanya, Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah Wahid, sama-sama mengalami keterbatasan fisik.
Namun, ia menegaskan, soal dugaan body shaming ini hanya masalah etika yang tidak perlu dikriminalisasi.
"Nah, kalau menyangkut soal materi Pandji sendiri ya saya pribadi hanya melihat sebagian-sebagian saja," kata Yenny, dalam program PrimeTime News yang diunggah di kanal YouTube MetroTV, Minggu (11/1/2025).
"Tapi ada satu yang ingin saya kritisi juga, yaitu ketika materi Pandji menyangkut soal fisik ketika bicara soal Wapres ya."
"Nah, saya datang dari yang orang tua saya dua-duanya punya keterbatasan fisik. Jadi, saya sensitif kalau soal body shaming, ya. Tapi lagi-lagi ini soal etika dan soal etika tidak harus dikriminalisasi."
(*/Tribun-medan.com)
Artikel telah tayang di Tribunnews.com

Posting Komentar
Posting Komentar