infoselebb.my.id: Imbas Eggi Sudjana Puji Akhlak Jokowi dan Sebut Roy Suryo Merasa Jagoan, Rismon Emosi: Minggir Saja - LESTI BILLAR

Imbas Eggi Sudjana Puji Akhlak Jokowi dan Sebut Roy Suryo Merasa Jagoan, Rismon Emosi: Minggir Saja

Posting Komentar

Pernyataan Eggi Sudjana yang menyebut Roy Suryo sok jagoan, mengundang reaksi keras koleganya, Rismon Sianipar. 


Rismon yang juga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodi (Jokowi) meminta Eggi Sudjana minggir dari permainan. 


Diberitakan, Eggi Sudjana akhirnya muncul ke publik setelah status tersangkanya di kasus ijazah Jokowi ditangguhkan Polda Metro Jaya dengan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). 


Ditemui sebelum berobat ke Malaysia, Eggi mengungkap pertemuannya dengan Jokowi sebelum adanya restorative justice.


Pada kesempatan itu, Eggi Sudjana bahkan memuji akhlak Jokowi usai dirinya bertemu menemui Jokowi.


" Pak Jokowi akhlaknya bagus. Dia terima kita dengan baik, padahal dia merasa yang difitnah. Terkait akkhlak, saya merasa Jokowi jauh lebih baik," kata Eggi.


Di sisi lain, Eggi balik menyindir Roy Suryo Cs yang disebutnya merasa jagoan dalam kasus ini melawan Jokowi.


"Kan ada Roy Suryo dan kawan-kawan yang merasa jagoan, dia lawan aja tuh," sindir Eggi.


Melihat sikap Eggi, Rismon mengaku tidak akan tak tergiring opininya. 


"Kami tidak tergiring atau pun tidak terpengaruh sedikit pun ya kalau dibilang Bang Eggi Sujana tadi dalam video. Ini bukan masalah sok jago ya," ujar Rismon dikutip surya.co.id dari tayangan youtube Metro TV pada Sabtu (17/1/2026). 


Rismon lalu mengungkit sikap Eggi di awal kasus ini yang begitu getol mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. 


"Padahal beliau sendiri yang mengundang kami ke UGM 15 April 2025. Kok sekarang," ujarnya. 


Menurut Rismon, kasus ini bukan masalah jagoan, tapi perbaikan sistem seleksi KPU di tahun-tahun mendatang.


"Urusannya dengan kita bernegara," katanya. 


"Ini yang perlu kita luruskan. Bukan masalah sok jagoan," katanya. 


Rismon juga mempertanyakan adanya SP3 untuk Eggi Sudjana yang dikeluarkan setelah dia mengajukan restirative justice.  


"Kalau orangnya ya tersangkanya harus meninggal dulu baru diterbitkan SP3. Kalau peristiwa pidananya ya ada barang bukti atau tidak pidana ditemu tidak ditemukan. Nah itu harus dicantumkan di surat SP3 tersebut," katanya. 


Terlepas dari itu, menurutnya itu tidak terlalu penting bagi pihaknya. 


Menurutnya, kalau memang Eggi tidak mau berjuang, dia mempersilakan untuk ke pinggir lapangan.


"Tetapi jangan mengklaim sok jagoanlah bla bla bla ada duit. Enggak peduli.


Kami juga kalau terima duit. Enggak peduli begitu ya. Kami enggak peduli. Cuma jangan mengklaim nanti ini perjuangan kami," ujar Rismon dengan suara tinggi.


Rismon mengingatkan ketika nanti perjuangannya berhasil, hal ini tidak diklaim Eggi. 


Apalagi kalau sampai Eggi mengatakan dia, Roy Suryo dan dr Tifa hanya sebagai saksi ahli saja. 


"Silakan ke pinggir. Kami tidak mencibir. Silakan ke pinggir lapangan gitu loh. Biarkan kami melanjutkan," 


Rismon mengklaim perjuangan ini untuk negara, bukan kepentingan pribadi.


"Perjuangan ini untuk itu. Kalau saya kepentingan saya, saya mungkin minta maaf saja selesai kok ke Solo gitu loh. Ya mungkin pasti diterima," tukasnya. 

Pernyataan Eggi Sudjana Selengkapnya

PERNYATAAN - (kiri ke kanan) Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana akhirnya memberikan pernyataan resmi sebelum keberangkatannya ke luar negeri guna menjalani pengobatan, Jumat (16/1/2026).

Kuasa Hukum Bambang Tri, Eggi Sudjana, saat menyerahkan memori kasasi di PN Kota Solo, pada Senin (21/8/2023).

PERNYATAAN - (kiri ke kanan) Advokat senior sekaligus aktivis Eggi Sudjana akhirnya memberikan pernyataan resmi sebelum keberangkatannya ke luar negeri guna menjalani pengobatan, Jumat (16/1/2026). Kuasa Hukum Bambang Tri, Eggi Sudjana, saat menyerahkan memori kasasi di PN Kota Solo, pada Senin (21/8/2023). (Kompas TV/Kompas.com/Fristin Intan Sulistyowati)

Eggi Sudjana akhirnya memberikan pernyataan resmi sebelum keberangkatannya ke luar negeri guna menjalani pengobatan, Jumat (16/1/2026).


Ia meluruskan berbagai spekulasi miring terkait pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, JawaTengah, pada 8 Januari 2026 lalu.


Ia justru memaparkan sejumlah alasan mengapa status tersangka yang sebelumnya disematkan kepadanya merupakan sebuah kesalahan prosedur hukum.


Ia merujuk pada hak imunitas advokat dalam UU Nomor 18 Tahun 2003 serta posisi hukumnya sebagai pelapor awal yang seharusnya dilindungi oleh UU Perlindungan Saksi dan Korban.


Dalam dialog tersebut, Eggi mengingatkan Jokowi mengenai sumpah jabatan Presiden untuk menjalankan undang-undang selurus-lurusnya.


"Pertanyaan seriusnya, kenapa undang-undang yang ada justru dilanggar dalam proses penyidikan saya? Beliau merespons dengan sangat santun, 'Inggih, inggih'," tambah Eggi, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas TV.


Dialog sebagai Jalan Keluar

Menggunakan analogi, Eggi menjelaskan metode pendekatannya kepada Jokowi.


Eggi memberikan catatan penting agar publik tidak salah tafsir.


"Ini adalah logika metode. Bagaimana konflik antara benar dan batil bisa selesai dengan kedamaian? Caranya adalah dialog dan tabayun," jelasnya.


Tak Ada Pembahasan Khusus

Menariknya, dalam itu, kasus tudingan ijazah palsu justru tidak menjadi pembahasan.


"Tidak ada pembahasan soal ijazah di sana. Kata Pak Jokowi, itu tidak penting lagi, yang penting bicara ke depan," ungkap Eggi.


Dengan terbitnya SP3, Eggi menganggap masalah hukumnya telah selesai secara administratif.


Eggi juga menertibkan pihak-pihak yang mengeklaim ikut mengurus perkara ini, termasuk menyentil advokat lain yang dianggapnya hanya mencari panggung.


Ia menegaskan, urusan hukum sepenuhnya berada di tangan Elida Netti, sementara urusan komunikasi publik selama ia di luar negeri diserahkan kepada wartawan senior, Agusto.


"Suara resmi ada pada Agusto. Jangan ada lagi yang mengaku-ngaku mengurus perkara ini mewakili saya."


"Yang bekerja keras itu Bu Eli. Jangan ada yang sok merasa setara atau mengaku pendiri, padahal dulu datang meminta tolong," kata Eggi.


Puji Jokowi

Pada kesempatan itu, Eggi Sudjana bahkan memuji akhlak Jokowi usai dirinya bertemu menemui Jokowi.


"Yang bagus, Pak Jokowi akhlaknya bagus. Dia terima kita dengan baik, padahal dia yang merasa difitnah," ujar Eggi


Eggi mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi mendengarkan apa yang dia inginkan yaitu mencabut cekal keluar negeri serta penerbitan SP3.


"Lalu yang menarik lagi, Bapak Jokowi yang terhormat (bilang), 'saya harus bagaimana?"


"Nah, di situlah ada RJ. Saya minta perintah kapolri, kepada kapolda, kapolda kepada dirkrimum, cabut cekal saya dan SP3-kan saya," ujar Eggi. 


Mendengar permintaan itu, Jokowi bereaksi dengan memanggil ajudannya hingga akhirnya pada 14 Januari, melalui kuasa hukumnya Jokowi mengajukan permohonan RJ ke Polda Metro Jaya.


SP3 kemudian terbit, Kamis (15/1/2026) sore setelah seluruh proses restorative justice dinyatakan rampung.


Bantah Minta Maaf ke Jokowi

Eggi Sudjana menegaskan bahwa dirinya tak pernah meminta maaf kepada Jokowi. 


"Pak Jokowi yang saya hormati, saya berharap jangan salah info."


"Saya ke sini bapak terima, mungkin pembisik-pembisiknya menyatakan (saya) mau minta maaaf, no way! Jelas ya, saya datang bukan untuk minta maaf," ujar Eggi di Bandara Soekarno Hatta saat hendak terbang ke Malaysia, Jumat (16/1/2026), dikutip dari tayangan Kompas TV. 


Kepada Jokowi, Eggi menjelaskan bahwa dirinya tidak pantas menjadi tersangka karena beberapa alasan.


Salah satunya karena dia merupakan advokat yang dalam setiap tindakannya harus tunduk pada Undang-Undang Advokat.


Selain itu, Eggi menyebut dirinya terlebih dahulu melaporkan Jokowi, sebelumnya akhirnya dilaporkan balik oleh mantan Wali Kota Solo itu. 


Dalam pertemuan tersebut, Eggi menyebut Jokowi bertanya ke dirinya apa langkah yang harus dilakukan. 


"Lalu yang menarik lagi, Bapak Jokowi yang terhormat (bilang), 'saya harus bagaimana?' Nah, di situlah ada RJ."


"Saya minta perintah kapolri, kepada kapolda, kapolda kepada dirkrimum, cabut cekal saya dan SP3-kan saya," ujar Eggi.


===


Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter