infoselebb.my.id: Roy Suryo Sebut Pernyataan Jokowi Buat Gaduh: Cari Panggung, Harus Ditangkap - LESTI BILLAR

Roy Suryo Sebut Pernyataan Jokowi Buat Gaduh: Cari Panggung, Harus Ditangkap

Posting Komentar

Pakar telematika sekaligus tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong, Roy Suryo, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan-pernyataan terbaru Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, terkait polemik ijazah palsu.


Mantan Menpora itu menilai berbagai narasi yang dilontarkan Jokowi ke publik hanya sekadar upaya "cari panggung" dan justru menjadi sumber kegaduhan utama di tengah masyarakat.


Tanggapan keras ini muncul merespons sikap Jokowi yang menyatakan tidak akan memaafkan tiga nama terlapor, serta klaim adanya sosok "orang besar" yang mengendalikan kasus tersebut.


Menurut Roy, pola komunikasi tersebut sengaja dirancang untuk memicu kehebohan di ruang siber.


Tudingan Strategi "Cari Panggung" di Tengah Proses Hukum


Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (25/12/2025), Roy Suryo menganggap Jokowi menggunakan diksi-diksi yang provokatif agar tetap menjadi pusat perhatian atau diperbincangkan secara luas oleh publik.


Ia bahkan menggunakan istilah dalam bahasa Jawa untuk menggambarkan ketidakkonsistenan yang ia rasakan.


"Kalau dalam Bahasa Jawa Jokowi ini lamis. Lamis itu apa? Munafik ya gitulah. Makanya saya ketawa aja dia ngomong apa enggak, enggak usah dianggap nih media juga iseng aja sih tanya ke Jokowi. Maksudnya gini karena Jokowi itu selalu cari panggung ya. Jadi dia selalu apa mengeluarkan kata-kata yang biar heboh," kata Roy Suryo dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV.


Persoalan "Orang Besar" dan Potensi Penegakan Hukum


Roy secara spesifik mengungkit klaim Jokowi pekan lalu yang menyebut telah mengantongi identitas tokoh besar di balik gerakan tuduhan ijazah palsu.


Alih-alih membawa kejelasan, Roy menganggap pernyataan tersebut hanya melempar bola panas yang menciptakan spekulasi tak berujung.


"Beberapa waktu yang lalu, minggu yang lalu dia bilang 'ada orang besar ada saya tahu siapa,' enggak usah. Anu akhirnya apa? Jadi isu kan," jelas Roy.


Atas dasar itu, Roy Suryo mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak adil. Ia berpendapat bahwa jika hukum ditegakkan tanpa pandang bulu terhadap pihak yang menciptakan keributan, maka Jokowi seharusnya turut diperiksa.


"Jadi kalau sebenarnya kalau pemerintah atau hukum itu mau fair, orang ini harus tangkap ini karena membuat kegaduhan. Selalu bikin kegaduhan, selalu bikin isu," tegas mantan Menpora tersebut.


Pernyataan Roy ini menambah panjang daftar ketegangan antara pihak pelapor dan terlapor dalam kasus yang kini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.


Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami alat bukti dan keterangan ahli guna memastikan apakah terdapat unsur pidana atau sekadar sengketa informasi publik.


Jokowi Nilai Ada Orang Besar di Balik Kasus Ijazah

Jokowi mengaku sudah mengetahui nama orang besar di balik isu ijazah palsu miliknya yang telah bergulir selama 4 tahun.


Jokowi memastikan isu ijazah palsu terus dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.


Padahal, Jokowi sendiri mengaku tidak memiliki reputasi apa pun.


Jokowi menegaskan bahwa sosok orang besar tersebut mudah untuk diketahui masyarakat.


Namun, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu enggan menyebutkan nama orang besar tersebut ke publik.


"Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah)," kata Jokowi, dikutip dari tayangan KOMPAS TV, Selasa (9/12/2025).


"Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan," imbuhnya.


Jokowi heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipermasalahkan.


Padahal, kata dia, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.


"Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik," ungkapnya.


"Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ," jelasnya.


Jokowi meminta semua pihak untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang besar di masa-masa ekstrem saat ini, salah satunya menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence hingga humanoid robotic.


"Jangan malah energi besar kita dipakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan," tuturnya.


Jokowi Tak Akan Beri Maaf

Presiden ke-7 RI Jokowi menanggapi soal kemungkinan dirinya tidak akan memaafkan pihak terlapor dalam kasus tudingan ijazah palsu yang ia laporkan ke Polda Metro Jaya.


Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan, urusan maaf-memaafkan adalah urusan pribadi.


Untuk hukum, Jokowi tetap berharap dalam kasus tudingan ijazah palsu ini proses hukumnya bisa tetap berjalan.


"Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum, prosesnya biar berjalan apa adanya," kata Jokowi di Solo, pada hari ini Rabu (24/12/2025), dilansir Kompas TV.


Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan menghormati proses hukum yang ada.


"Sekali lagi, urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum ya urusan hukum, kita hormati proses hukum yang ada," tegasnya.


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter