Pengalaman Pahit Ditipu Miliaran Bikin Fuji Jaga Jarak dari Teman dan Karyawan Baru
Keluarga Fuji (Instagram @fuji_an)
Berkali-kali ditipu oleh orang-orang terdekatnya meninggalkan luka yang mendalam bagi Fuji. Pengalaman pahit ditipu hingga miliaran rupiah kini membuatnya jauh lebih berhati-hati dan bahkan mengalami trust issue atau krisis kepercayaan.
Ibunda Fuji, Dewi Zuharti, mengungkapkan bahwa putrinya kini menjadi sangat selektif dalam merekrut karyawan baru. Proses wawancara pun dibuat berlapis untuk memastikan tidak ada lagi "serigala berbulu domba" dalam timnya.
"Udah kan yang carikan itu si Frans, abangnya kan. Disuruh lagi udah interview sama si Frans, suruh interview lagi sama manajernya," cerita Dewi dikutip VOI dari YouTube TransTV Official, Senin, 1 Desember.
Rasa trauma akibat dikhianati tidak hanya berdampak pada hubungan kerja. Fuji kini juga menjadi lebih waspada dalam menjalin pertemanan.
"Sekarang aja sama teman aja dia juga udah apa namanya... jaga jarak ya?" kata Dewi.
Ia juga bercerita kalau Fuji kini kerap dihantui kekhawatiran bahwa kejadian penipuan ini akan kembali terulang.
"Gimana ya teman aku ini nanti ngejelekin aku enggak?"
H. Faisal, sang ayah, terus memberikan nasihat agar Fuji bisa memetik pelajaran berharga dari kejadian ini. Ia mengingatkan putrinya untuk tidak lagi terlalu memanjakan dan memberikan kepercayaan 1000 persen kepada karyawan.
"Jadi jangan terlalu dekat banget, jangan terlalu dimanjakan banget. Jadi tetap ini kan karyawan. Bedakan," tegas H. Faisal.
Ia menyoroti kebiasaan Fuji yang terlalu sembrono dalam mempercayakan barang-barang berharga, seperti kunci brankas hingga perhiasan, kepada karyawannya.
Padahal Dewi Zuharti menceritakan bahwa suaminya, H. Faisal, adalah orang yang sangat teliti dalam menilai orang baru. Ia selalu menanyakan latar belakang setiap karyawan yang bekerja dengan Fuji.
"Papanya udah bawel banget sama dia sebenarnya," kata Dewi.
"Kan misalnya baru mulai orang kerja itu pasti Papa itu nanya, 'Kamu dari mana? Asal kamu (mana)?'," lanjutnya.
Namun, Fuji yang saat itu sangat percaya pada timnya, justru merasa tidak nyaman dengan sikap ayahnya. Ia bahkan sempat memarahi H. Faisal.
"Kadang Papanya dimarahin sama dia (Fuji). 'Papa jangan bawel-bawel banget, orang ini baik kok,' gitu," kenang Dewi.
Karena sikap Fuji yang seperti tak mendengarkan, ia menjadi enggan untuk bercerita kepada ayahnya saat masalah mulai tercium. Ia lebih memilih untuk curhat kepada ibunya secara diam-diam.
"Jadi dia merasa nggak enak kalau ngomong sama kita, terutama sama Papa. Kalau sama Mama masih... 'Tapi jangan bilang Papa ya'," ungkap Dewi.
H. Faisal pun membenarkan bahwa dulu nasihatnya seringkali tidak didengar. Namun, ia tetap konsisten memberikan peringatan demi kebaikan sang anak.
Kini, setelah semuanya terbukti, sikap Fuji pun berubah drastis. Ia menjadi lebih patuh dan menerima setiap masukan dari orang tuanya.
"Tapi sekarang nggak seperti dulu lagi, dia udah terima. Apa yang disampaikan sekarang dia sudah terima segala," kata H. Faisal. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar