infoselebb.my.id: Nyali Ammar Zoni Tinggi Usai Peluk Sang Kekasih di Persidangan, Berani Skakmat Saksi Kasus Narkotika - LESTI BILLAR

Nyali Ammar Zoni Tinggi Usai Peluk Sang Kekasih di Persidangan, Berani Skakmat Saksi Kasus Narkotika

Posting Komentar

Artis Ammar Zoni berurai air mata saat bertemu dengan sang kekasih, Dokter Kamelia di persidangan hari ini, Kamis (18/12/2025).


Sembari menangis, Ammar memeluk erat Kamelia yang hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Ammar begitu terharu akhirnya bisa kembali bertemu dengan Kamelia setelah berhari-hari menghuni penjara Nusakambangan.


Ya, dalam sidang kasus dugaan peredaran narkotika di Rutan Salemba, Ammar akhirnya diizinkan hadir secara langsung ke PN Jakpus.


Sebelumnya selama beberapa kali persidangan, Ammar hanya diperbolehkan hadir via online saja dari Nusakambangan.


Bisa hadir kembali di persidangan, Ammar langsung memeluk kerabat dan saudaranya yang hadir.


Ammar juga memeluk sang adik, Aditya Zoni yang turut hadir.


Bak dapat amunisi semangat dari kekasih dan adik serta saudara, nyali Ammar tinggi selama menjalani persidangan.


Langsung berapi-api di persidangan, Ammar segera memprotes kesakssian dari Karupam Rutan Salemba Hendra Gunawan di persidangan.


Ammar lantas mencecar Hendra seraya mempertanyakan apakah kesaksiannya itu valid atau tidak.


Sebab Ammar merasa kesaksian Hendra tidak sesuai fakta yang ia ketahui.


Ammar mempersoalkan cerita Hendra soal momen saat ia menemukan narkotika di kamar Ammar.


Tapi saat ditanyai soal detail penemuan narkotika tersebut, Hendra tak mengingat semuanya.


"Bapak saksi, bapak saksi disumpah kan," kata Ammar Zoni mengawali protesnya.


"Iya," jawab Hendra.


"Bapak saksi tolong diingat-ingat baik-baik. Waktu bapak saksi menggeledah kamar saya, posisi saya ada di? di atas atau di bawah," tanya Ammar.


"Saat penggeledahan awal, saya masuk, posisinya (Ammar) ada di atas," pungkas Hendra.


Kembali bertanya, Ammar tersenyum sinis mendengar jawaban Hendra.


Sebab saat ditanyai soal momen penting penemuan diduga narkotika, Hendra justru lupa.


Ammar lantas terus mencecar Hendra hingga ditegur majelis hakim.


"Lalu bapak menggeledah di atas, apakah bapak menemukan sesuatu di sana?" tanya Ammar.


"Saya menemukan handphone," kata Hendra.


"Hanya handphone? Ini masalah nasib loh pak. Lalu setelah itu bapak membongkar ruangan di atas dan di bawah, apakah bapak menemukan sesuatu?" tanya Ammar lagi.


"Untuk kamar di bawah saya bongkar, tidak menemukan sesuatu. Tapi di atas pintu saya menemukan sesuatu," ujar Hendra.


"Saat itu saya ada di posisi TKP atau bapak sudah membawa saya ke depan camp?" tanya Ammar.


"Saya lupa, itu yang saya lupa," pungkas Hendra.


"Jangan dipaksa ya lupa juga," pinta majelis hakim.


Tak menyerah, Ammar pun kembali bertanya soal rincian penangkapannya atas kasus dugaan peredaran narkoba di penjara.


Hendra terlihat gugup dan menjawab lupa.


"Bapak dua kali, double check ke sana (TKP penemuan narkoba di lapas) atau bapak sekali menggeledah kamar saya?" tanya Ammar.


"Saya lupa, yang pasti saya satu kali jalan (dapat barang bukti)," kata Hendra.


"Waktu menggeledah itu, kalau versinya bapak kan ada saya di TKP, lalu bapak menemukan," ujar Ammar.


"Itu yang saya lupa. (Ammar) Ada di TKP atau tidak yang pasti barang bukti dan tersangka dibawa ke depan," timpal Hendra.


Mendengar saksi terus menerus mengaku lupa, Ammar emosi.


"Itu yang penting, poin-poin pentingnya itu lupa. Itu yang jadi lucu. Kita mencari kebenaran, kita mencari keadilan di sini, tapi ini nasib kita. Tolong bapak diingat lagi. Bapak udah disumpah sama Al Quran," ungkap Ammar.


"Betul saya disumpah," respon Hendra.


Di depan majelis hakim, Ammar pun berani menskakmat saksi tersebut.


Kata Ammar, ada dua kesaksian Hendra yang tidak sesuai fakta.


Pertama, Hendra keliru soal kapasitas di dalam kamar Ammar.


"Kapasitas yang ada di kamar saya itu empat orang, saya kamar sendiri memang di atas, tapi tiga orang di bawah. (Saksi) lupa katanya, mungkin amnesia," ungkap Ammar.


Kedua, kata Ammar, Hendra salah menceritakan momen penangkapan.


Diungkap Ammar, saat terduga narkotika itu ditemukan dikamarnya, Ia tidak sedang berada di TKP.


"Pas di penggeledahan saya tidak ada di TKP," kata Ammar.


"Saya lupa, karena ada atau tidaknya saya lupa, yang pasti saya menemukan barang bukti di kamar tersebut dalam penguasaannya," timpal Hendra.


"Itu (narkotika) bukan barang saya," ujar Ammar sembari tersenyum.


Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News  

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter