Insiden tak menyenangkan dialami Cita Rahayu atau Cita Citata saat tengah bersantai di sebuah restoran kawasan Pondok Indah Mall (PIM) 3.
Penyanyi dangdut itu mengaku diserang oleh orang tak dikenal ketika hanya berniat menikmati kopi seperti pengunjung lainnya.
Mengutip Tribunnews, suasana awalnya berlangsung normal hingga situasi mendadak berubah tegang.
Saat Cita Citata sedang duduk santai, seorang pria yang tidak dikenalnya tiba-tiba menyerang temannya.
"Saya di situ lagi ngopi, tiba-tiba diserang begitu aja," kata Cita Citata saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).
Alih-alih mendapat perlindungan, Cita justru merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak restoran.
Ia berharap pengelola membantu mengamankan situasi dan mengusir pelaku, namun yang terjadi justru sebaliknya.
"Saya berharap pihak Paul membantu kami mengusir orang yang tidak kami kenal itu. Tapi ternyata kami yang dituduh bikin gaduh," sambungnya.
Tak hanya itu, Cita mengungkapkan fakta yang menurutnya jauh lebih memprihatinkan.
Ia menyebut pelaku juga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang anak kecil yang berada di lokasi kejadian.
"Saya berterima kasih kepada Pak Sunan yang punya empati serta simpati kepada balik lagi anak kecil yang sedang diludahi," ucap wanita berusia 31 tahun tersebut.
Cita menjelaskan peristiwa itu sebenarnya terjadi pada Februari 2025.
Namun laporan resmi baru ia layangkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Juli 2025.
Selama berbulan-bulan, istri Didi Mahardika ini memilih menahan diri dan berharap adanya itikad baik dari pihak restoran.
Sayangnya, harapan tersebut tidak pernah terwujud hingga akhirnya ia memutuskan menempuh jalur hukum.
Pemilik nama lengkap Sri Cita Rahayu ini menyebut, bentuk penyerangan yang ia alami lebih banyak berupa verbal, termasuk kata-kata kasar.
Cita Citata berhijabbb
Cita Citata kini berpenampilan memakai hijab. (Instagram @cita_rahayu)
Meski demikian, dampak psikologis serta rasa tidak mendapatkan perlindungan sebagai konsumen membuatnya merasa dirugikan.
Menurut Cita, sebagai pelanggan yang membayar, ia seharusnya memperoleh jaminan keamanan selama berada di area restoran.
Ketika hal itu tidak ia dapatkan, rasa kecewa pun semakin bertambah.
Di tengah proses hukum yang ditempuh, Cita turut menyoroti peran media sosial dalam mengawal keadilan.
Ia meminta dukungan publik agar kasus ini terus dipantau, terlebih karena adanya kejanggalan terkait bukti rekaman.
Ia menyebut rekaman CCTV di lokasi kejadian justru menghilang, sehingga memunculkan dugaan adanya upaya menutupi fakta.
"Mohon untuk semua masyarakat, kita bantu kawal ya.
Soalnya di sini ada CCTV yang hilang. Karena No Viral No Justice," ujar Cita Rahayu. (TribunNewsmaker/TribunLampung)


Posting Komentar
Posting Komentar