infoselebb.my.id: Kritikan Pedas Melanie Subono ke Zita Anjani, Bantuan Bencana, Kerja Nyata atau Sekadar Pencitraan? - LESTI BILLAR

Kritikan Pedas Melanie Subono ke Zita Anjani, Bantuan Bencana, Kerja Nyata atau Sekadar Pencitraan?

Posting Komentar

Aktivis sosial yang juga dikenal sebagai pendiri Rumah Harapan, Melanie Subono, baru-baru ini melayangkan teguran keras terhadap maraknya fenomena di mana pejabat dan figur publik seolah berlomba memamerkan aksi sosial mereka secara berlebihan, khususnya di tengah situasi bencana yang melanda Sumatra.


Melalui unggahan video yang dengan cepat menjadi viral, Melanie secara tajam menyindir gaya-gaya bantuan yang ia anggap lebih mengutamakan pencitraan diri di hadapan kamera, alih-alih berfokus pada pekerjaan dan dampak nyata di lapangan.


Melanie bahkan sempat secara spesifik menyinggung nama Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. 


Zita sebelumnya sempat menjadi sorotan publik lantaran aksi dokumentasi saat dirinya mengepel lumpur di lantai rumah salah satu korban bencana.


Melanie menegaskan bahwa kepura-puraan saat turun ke lokasi bencana adalah tindakan yang memalukan.


"Rakyat tiri itu ada di mana-mana, jadi kita tidak perlu segue-guenya berangkat gitu. Lagian kalau lu enggak biasa turun ke wilayah bencana pilihannya cuma dua, lu malu-maluin sok-sokan megang slerekan, sama beras. Ya allah gua mah banyak foto gua melakukan itu gua enggak pernah post," katanya seperti dikutip dari Instagramnya pada Kamis (4/12/2025).


Kejengkelan atas Tuntutan Dokumentasi

Melanie mengungkapkan kejengkelannya yang mendalam. Ia merasa terganggu karena banyak pihak, termasuk kalangan media, seolah menuntut bahwa setiap aksi sosial harus dibuktikan dengan dokumentasi, agar dianggap tulus dan benar-benar memberikan bantuan.


Rocker sekaligus aktivis ini kemudian menceritakan pengalamannya ketika wartawan mendesaknya untuk menunjukkan bukti dokumentasi kegiatan sosialnya di Sumatra.


"Gue mulai eneg banget. Asli ya, kemaren gue abis live di salah satu tv, kemudian ada wartawan-wartawan nungguin di luar. Mereka ngotot, mbak-mbak juga bantu ya ternyata ke bencana. Aku jawab, ya Rumah Harapan bergerak lah. Rumah Harapan ada enggak ada bencana kita bergerak."


"Mana-mana mbak kita lihat di handphonenya pas kesana."


Melanie menceritakan bahwa para pewarta itu bahkan bersikeras untuk melihat foto-foto bantuan yang diangkut.


"Maksa gitu loh, mana tumpukan berasnya, ada enggak yang pas mbak ngangkat? Ada sih tapi gue enggak mau nunjukkin, enggak mau. Bukan enggak bisa, gue emang enggak mau ngasih lihat itu," katanya.


Memilih Bekerja dalam Senyap


Menurut pandangan Melanie, esensi dari sebuah aksi sosial tidak perlu dihiasi dengan drama. Ia berpendapat bahwa bantuan yang sesungguhnya harus dilakukan dalam kesenyapan, tanpa perlu diumumkan atau dijadikan konten di media sosial.


Di akhir pernyataannya, ia juga menceritakan adanya dorongan dari teman atau pengikut media sosial untuk mempublikasikan kiprahnya.


"Terus harus ya, ada juga yang dm atau temen-temen bilang gini, Mel ayo dong sekali-kali kerja sosial, ayo dong ngurus Sumatra lah sesekali. I did dari hari pertama, but i didn't publish," pungkasnya.


(TribunTrends.com/TribunJakarta.com)


Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook 

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter