Dedi Mulyadi kehilangan kontak keluarganya yang berada di Aceh. Sang Gubernur Jabar langsung kena semprot sang kakak.
Musibah banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera meninggalkan kesedihan tersendiri bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Selain merasa prihatin atas besarnya dampak banjir tersebut, Dedi juga berbelasungkawa karena salah satu anggota keluarganya turut menjadi korban.
Terbaru, keluarga Dedi Mulyadi hilang kontak di Aceh. Sang Gubernur Jabar langsung kena semprot sang kakak.
Dedi Mulyadi menyebut bahwa anggota keluarganya itu tidak lagi dapat dihubungi setelah banjir dan longsor menerjang sejumlah daerah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hilangan kontak tersebut membuat Dedi dan keluarganya merasakan duka yang begitu mendalam. Ia mengakui mendapat dorongan serta tekanan dari pihak keluarga untuk mencari keberadaan kerabatnya yang hilang itu.
“Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh,” ujar Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Selasa (2/12/2025), dikutip dari TribunJabar.id.
Dedi kemudian menjelaskan bahwa anggota keluarganya yang hilang itu adalah seorang kerabat yang berprofesi sebagai anggota TNI. Ia menambahkan bahwa sosok tersebut juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Aceh.
“Saudara, mantan anggota DPRD Aceh, tentara,” ucap Dedi Mulyadi.
Dedi juga mengungkap bahwa kondisi keluarganya semakin emosional seiring kabar dari lokasi bencana yang tampak sangat parah. Ia menceritakan bahwa kakaknya sempat menangis dan meminta dirinya membantu proses pencarian.
“Kakak saya sudah nangis-nangis, kamu teh gubernur katanya. Masa enggak bisa nolong saudara, enggak bisa dihubungi,” ujar Gubernur Jawa Barat tersebut.
Karena hal tersebut, Dedi berencana terbang langsung ke wilayah terdampak pada Kamis (4/12/2025) bersama rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain mencari anggota keluarganya, ia juga berencana menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak. Pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan bahwa kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menelusuri keberadaan saudaranya yang hilang.
“Saya juga mungkin nanti termasuk akan mencoba lah nyari saudara saya tuh bisa ketemu enggak gitu,” tuturnya.
Namun, Dedi belum dapat memastikan berapa lama dirinya akan berada di Aceh. Menurutnya, lama kunjungan akan menyesuaikan dengan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Ya tergantung situasinya. Kalau situasinya harus ditungguin, harus terus mobilisasi, ya mungkin bisa dua-tiga hari,” ujarnya.
Terbaru, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyalurkan bantuan sebesar Rp7 miliar untuk warga yang terdampak banjir di wilayah Sumatera. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya pada Rabu (3/12/2025).
“Sebanyak total Rp7 Miliar dari Jawa Barat, siap otewe lokasi bencana di Pulau Sumatera,” tulis Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi mengungkap bahwa total dana tersebut sebagian berasal dari dana operasionalnya dan penggalangan dana dari beberapa lembaga di Pemprov Jawa Barat.
“Bantuan datang dari Kadin, Korpri Jabar, Baznas, BJB juga Apindo, dan dari saya pribadi,” ujarnya.
Untuk proses distribusi, Pemprov Jabar berencana menyewa dua pesawat Susi Air agar bantuan bisa menjangkau kawasan yang terdampak. Maskapai milik Susi Pudjiastuti tersebut dianggap memiliki kemampuan menjangkau daerah terpencil, seperti saat menyalurkan bantuan pada peristiwa tsunami Aceh.
"Jadi nanti pesawat Susi Air itu akan mengantarkan barang-barang yang berasal dari bantuan ya, teman-teman saya dan teman-teman di Jawa Barat untuk dikirimkan ke daerah-daerah yang susah dijangkau dan bahkan belum bisa dijangkau," kata Dedi.
Ia menambahkan bahwa rombongan akan bertolak pada Kamis (4/12/2025) dengan destinasi pertama ke Sumatera Barat.
Keputusan ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta ketersediaan logistik di area yang mengalami bencana. Harga kebutuhan pokok di Aceh dan Sumatera Utara melonjak tajam akibat minimnya pasokan barang.
"Tadinya mau dari Pidie dari Aceh atau dari Sumatera Utara, tetapi pertimbangannya barangnya di sana sudah tidak terlalu banyak dan harganya mahal, sehingga nanti kita putuskan kita akan belanjanya di Sumatera Barat, di Padang," ucapnya. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar