Gubernur Aceh Muzakkir Manaf bersama lima tim pendeteksi mayat di lumpur dari China. (ist)
Sejak bencana melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera sejak Selasa (25/11) lalu, terhitung sudah dua negara yang memberikan bantuan ke Provinsi Aceh.
Negara Malaysia, sejak awal bencana mengirimkan obat-obatan sebanyak 2 ton dan juga tenaga medis. Kini giliran China mengirimkan petugas pendeteksi mayat di dalam lumpur.
Di sisi lain, Presiden Prabowo di Jakarta masih mengklaim tak perlu bantuan asing menangani banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera ini.
Bantuan obat dari Malaysia disalurkan Gomez Medical Services bersama tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia.
Obat itu dikirim menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).
Jubir Posko Komando Kantor Gubernur Aceh, Murthalamuddin, mengatakan bantuan telah disalurkan Pemerintah Aceh ke kabupaten kota untuk didistribusikan ke posko-posko kesehatan. Bantuan Malaysia disebut yang pertama datang dari luar negeri.
"Semua bantuan kita koordinasikan ke pemerintah daerah. Jadi pemerintah Aceh tidak sporadis membantu langsung ke posko dan lain sebagainya. Kita melakukan melalui jalur pemerintah daerah," kata Murthala kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah mendatangkan tim dari China untuk mendeteksi mayat korban banjir bandang di Aceh yang diduga hingga saat ini masih tertimbun lumpur.
Mualem menyebutkan, mereka berjumlah lima orang akan membantu pencarian korban tertimbun lumpur menggunakan perangkat khusus.
“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/12/2025).
Menurut Mualem, khususnya di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, masih banyak mayat yang belum ditemukan.
“Lumpur itu sampai pinggang, jadi mereka ada alat untuk membantu kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Mualem memaparkan situasi lapangan yang disebutnya sangat berat. Terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen. Menurutnya, terdapat kampung-kampung yang hilang terseret banjir bandang.
Prabowo Klaim Tanpa Bantuan Asing
Presiden Prabowo Subianto mengaku bersyukur bisa menangani bencana banjir Sumatera tanpa bantuan pihak luar negeri.
“Bencana ini sekali lagi dia musibah, tapi di sisi lain menguji kita, menguji kita. Alhamdulillah kita kuat, kita mengatasi masalah mengatasi masalah dengan (kekuatan) kita sendiri,” kata Prabowo di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Dia menjelaskan soal upaya keras pemerintah mengatasi situasi pasca-bencana air bah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tersebut.
“Sekarang dengan bencana di Sumatera saja, bagaimana repotnya kita mengantar BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, BBM harus kita naikkan pesawat, sebagian lewat kapal,” kata Prbowo.
Banjir Sumatera telah meluluhlantakkan situasi di lapangan. Meski demikian, kata Prabowo, bencana ini juga menguji kemampuan negara.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan Indonesia belum membuka pintu bagi negara asing yang hendak membantu penanganan bencana banjir di Sumatera.
“Saat ini kita belum membuka,” ujar Menlu Sugiono saat ditemui di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Jumat (5/12/2025).*** (*)

Posting Komentar
Posting Komentar