infoselebb.my.id: Tifa Anggap Keji Tudingan Terima Uang di Kasus Jokowi, Faizal Assegaf: Terlalu Banyak Berhalusinasi - LESTI BILLAR

Tifa Anggap Keji Tudingan Terima Uang di Kasus Jokowi, Faizal Assegaf: Terlalu Banyak Berhalusinasi

Posting Komentar

Tifauzia Tyassuma yang akrab disapa dr Tifa menganggap tudingan Kritikus politik Faizal Assegaf sungguh keji.


Ia mempertimbangkan untuk melaporkan Faizal Assegaf ke kepolisian dengan dugaan pencemaran nama baik.


Faizal Assegaf pun membalas tudingan dokter Tifa. Faizal Assegaf menganggap dokter Tifa sedang berhalusinasi.


Pernyataan Dokter Tifa

Konflik antara dokter Tifa dengan Faizal Assegaf berawal dari pernyataan pers di akun X (Twitter) @DokterTifa pada Jumat (28/11/2025).


"Tudingan Faisal Assegaf sungguh keji dan saya pertimbangkan untuk  melaporkan pencemaran nama baik," tulis dokter Tifa dikutip dari akun X milikinya.


Tifa mengklaim dirinya mencermati adanya pernyataan Faizal Assegaf pada tiga hari lalu.


Pernyataan Faizal, klaim Tifa, bahwa rekening dirinya bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar harus diperiksa karena menerima sejumlah uang.


"Dan menyebut bahwa perjuangan saya terkait kajian ilmiah perilaku kebohongan mantan Presiden Jokowi dibiayai atau diarahkan oleh pihak tertentu," tulis Tifa.


"Dengan tenang dan penuh tanggung jawab moral saya nyatakan: klaim tersebut tidak benar!"  Tidak ada satu rupiah pun dana dari siapa pun yang saya terima untuk penelitian, sikap, maupun langkah saya," sambung Tifa.



Tiifa menegaskan bahwa dirinya memegang prinsip bahwa akademisi memiliki kewajiban moral untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, bukan menjalankan agenda siapa pun.


"Kepada Allah saya berserah diri, menyerahkan langkah, risiko, dan konsekuensi atas apa yang saya jalankan," katanya.


Selain itu, ia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya berangkat dari disiplin ilmu yang ditekuni yakni Epidemiologi, Ilmu Perilaku dan Neurosains, yang menjadi Ilmu pengetahuan baru bernama Neuropolitika. 


"Kajian saya bukan berbasis kepentingan politik, kelompok, apalagi dengan pembiayaan eksternal, melainkan  berbasis metode ilmiah, literatur, analisis data, dan komitmen akademik," kata Tifa.


Tifa menuturkan  kebenaran intelektual tidak dapat dibeli, dinegosiasikan, atau dititipkan. 


"Kebenaran harus ditemukan dengan kerja, diuji dengan data, dan dipertanggungjawabkan dengan integritas, bukan didikte oleh kekuasaan atau narasi," ujar Tifa. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter