Fuji kembali kena tipu karyawannya. Uang miliaran Rupiah raib.
Fuji kembali kena tipu karyawannya. Uang miliaran Rupiah raib. (Instagram.com | opah_faisal)
Fuji mendatangi kantor polisi untuk kesekian kalinya. Nahas, Fuji kembali ditipu oleh orang terdekatnya. Nilai uangnya tak main-main, sampai miliaran Rupiah.
Fuji pernah membuat laporan polisi ke Mapolres Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Namun, belum lama ini, Fuji kembali membuat laporan yang tak jauh berbeda dari sebelumnya.
Rupanya, Fuji kena tipu orang terdekatnya lagi. Fuji yang didampingi pengacaranya saat itu, melaporkan seorang karyawan yang baru sekitar beberapa bulan bekerja dengannya.
Berkali-kali kena tipu orang terdekatnya, Fuji langsung mendapatkan peringatan dari kedua orangtuanya, Haji Faisal dan Dewi Zuhriati.
“Ini kejadian sudah lama, menurut cerita 3 sampai 4 bulan itu sudah mulai bermain (mencuri uang),” kata Haji Faisal saat jadi bintang tamu acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Jumat (7/11/2025).
“Dia asisten buat (pekerjaan) endorse yang kecil-kecil, jadi 3 bulan setelah kerja sudah mulai, tapi (Fuji) gak perhatikan,” tambah ibunda Fuji, Dewi Zuhriati.
Terkuaknya praktik pencurian uang ini berawal ketika Fuji dimintai izin oleh yang bersangkutan untuk mengunggah sebuah postingan di media sosial. Ternyata, postingan itu seharusnya sudah diunggah sejak awal tahun.
Fuji dan kuasa hukum Sandy Arifin di Polres Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2025).
Fuji dan kuasa hukum Sandy Arifin di Polres Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2025). (Grid.ID | Ulfa Lutfia)
Berawal dari hal itulah Fuji dan kedua orangtuanya mulai mencurigai ada yang tak beres dengan karyawan tersebut. Apalagi, ada beberapa bukti yang sudah sengaja dihapus, agar pelaku bisa menghilangkan jejaknya.
“Bulan April (seharusnya posting di media sosial), ‘ini dipost yah’, ‘tap in-nya kapan?’ ‘Bulan November’. Loh kok sudah lama banget, itu kan merugikan nama baik Fuji juga. Coba dilihat, ternyata sudah banyak (bukti) yang dihapus,” kata Oma Gala.
Tak hanya itu, pelaku juga sengaja memberikan nomor rekening pribadinya untuk proses transfer. Padahal, selama ini Fuji memiliki rekening perusahaan yang aktif, untuk semua urusan pekerjaannya.
Kejahatan ini berlangsung cukup lama dan rapi lantaran pelaku mengajak karyawan lain untuk bekerja sama. Setidaknya ada tiga orang yang berhasil dihasut pelaku utama, untuk menipu Fuji.
“(Seharusnya) transfer ke rekening PT, tapi yang kemarin itu atas nama dia, bank-nya juga beda,” kata Oma Gala kesal. “Adminnya itu ada 2 orang, jadi dia kepalanya.”
“Ada 3 orang kerjasama,” kata Haji Faisal.
“Dengan cara dibagi (hasil). Baru ketahuan itu langsung diprint jadi jelas,” kata Oma Gala.
Sudah Diingatkan Orangtua
Sebenarnya, kata Haji Faisal, ia dan istrinya sudah berkali-kali mengingatkan Fuji untuk berhati-hati dan tak terlalu percaya dengan orang lain, meski itu orang terdekatnya. Mengingat, ini bukanlah kali pertama Fuji kena tipu.
Haji Faisal menyebut jika kebaikan keluarganya kerap disalahgunakan oleh orang-orang terdekat. Bahkan, saking baik hatinya, Haji Faisal menyebut jika Fuji kerap meminjamkan mobil pribadinya kepada sang karyawan untuk mudik ke kampung halaman.
“Kita sebenarnya bawel banget sama Fuji, tapi Fuji bilang ‘ya sudah lah Pa’, yang penting kerjanya bagus,” kata Oma Gala menirukan ucapan anak bungsunya.
“Kebaikan kita disalahgunakan, karena kita baik, jadi semena-mena. Kami sudah bilang, anak ini sudah ‘lain’, tapi Fuji bilang anak ini rajin kok, target kok, kalau rajin ya dikasih bonus,” kata Opa Gala.
“Kadang mereka pinjam mobil, dikasih pinjam sama Fuji. Katana ya pulang kampung, ternyata ke luar negeri. Saya sudah curiga, kok keluar negeri, banyak duitnya ya, kata Fuji ‘kan aku kasih komisi dan bonus’. Tapi kan ke luar negeri itu butuh uang banyak, iya saya sudah curiga,” kata Haji Faisal.
Kondisi Fuji Syok
Fuji boleh saja tampil santai di hadapan publik saat membuat laporan ke polisi beberapa waktu yang lalu. Namun, kondisi Fuji yang sebenarnya diungkap oleh ibundanya.
“Dia itu marah, kesal, dia gak ngomong ke kami, dia chat ke abangnya, tapi dalam satu jam itu abangnya harus nyampe dan lawyer-nya juga,” kata Oma Gala.
“Ketika ketahuan dia cerita ke abangnya, dia syok dan stres,” kata Oma Gala.
“Dia chat, kena lagi ditipu sama asisten, chat jam 4 pagi, tapi dia bilang jangan telepon, aku mau tidur, jam 7 kita langsung ke rumah Uti. Dia masih tidur, kita masuk aja ke kamarnya. Dia menangis saja,” kata Oma Gala.
Rupanya, firasat kedua orangtua Fuji soal pelaku benar adanya. Hal inilah yang membuat Fuji menyesal karena sempat mengesampingkan penilaian kedua orangtuanya tentang sang karyawan.
“Iya dia down banget, cuma bisa kuatin, rejeki kamu masih banyak ya,” kata Oma Gala.
“Mungkin dia akan melibatkan orang tuanya nanti-nanti, awal itu sudah saya sampaikan, orang ini tidak beres, terbukti lagi. Dia mulai mau tertutup sama orang, dia was-was sama teman, dia manfaatin aku gak ya,” kata Haji Faisal. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar