Riuh dunia maya kembali bergema setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas proyek ambisius kereta cepat Whoosh.
Pernyataan itu yang semula dimaksudkan untuk menegaskan komitmen kepemimpinan, justru memicu gelombang reaksi luas dari publik dan warganet yang menyoroti berbagai aspek politik hingga isu internal kabinet.
Tak lama berselang, muncul kabar sensitif: Menteri Keuangan Purbaya disebut-sebut akan direshuffle dari jabatannya karena dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan arah kebijakan pembiayaan proyek tersebut.
Kabar ini seolah menjadi bara yang menyulut percakapan publik di berbagai platform digital.
Isu Reshuffle Menggema di Tengah Komitmen Prabowo
Ketika Presiden menegaskan tanggung jawabnya atas proyek Whoosh, warganet justru memindahkan fokus ke rumor reshuffle yang mendadak ramai dibicarakan.
Desas-desus itu membuat Partai Gerindra partai politik tempat Prabowo bernaung turut terseret ke dalam pusaran diskusi panas.
Dalam unggahan terbaru akun resmi Partai Gerindra di TikTok, Kamis (6/11/2025), kolom komentar seketika dibanjiri pertanyaan.
Salah satu komentar yang paling menonjol datang dari akun @wonggunungZN yang menulis dengan nada heran:
“Min, beritanya Pak Purbaya kok mau direshuffle sih?”
Pertanyaan itu mewakili rasa penasaran ribuan pengguna media sosial yang ikut memantau dinamika pemerintahan.
NASIB MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diisukan akan
NASIB MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diisukan akan direshuffle, Gerindra buka suara. (Instagram/@purbayayudhi_official)
Respons Gerindra: Singkat, Santai, tapi Mengena
Alih-alih mengeluarkan pernyataan panjang, admin Partai Gerindra justru memilih menjawab dengan gaya khas media sosia singkat, santai, tapi sarat makna.
Balasan mereka yang hanya berbunyi:
“Yaakali,” tulis akun resmi @gerindra menjadi viral dalam hitungan jam.
Meski hanya satu kata, jawaban itu dianggap publik sebagai bentuk penolakan halus namun tegas terhadap rumor reshuffle yang beredar.
Respons singkat tersebut seolah menegaskan bahwa kabar perombakan kabinet itu tidak memiliki dasar kuat.
Publik Soroti Sikap Prabowo Soal Utang Whoosh
Warganet juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa utang proyek Whoosh tak seharusnya dihitung berdasarkan untung-rugi, melainkan dari manfaatnya bagi masyarakat.
“Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh. Whoosh itu, semua pabrik transportasi di seluruh dunia jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat nggak untuk rakyat.
Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation,” ujar Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Sikap tersebut dianggap sebagian pihak sebagai bentuk pembelaan terhadap proyek strategis nasional, sementara yang lain menilai Prabowo tengah menanggung beban politik dan finansial dari warisan proyek era sebelumnya.
Isu APBN untuk Bayar Utang Whoosh
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani mengisyaratkan bahwa pemerintah akan menggunakan dana APBN untuk membiayai utang proyek Whoosh melalui skema Public Service Obligation (PSO).
“Skema PSO ini sedang dimatangkan, agar pembiayaan proyek tidak membebani operasional jangka panjang,” kata Rosan dalam pernyataan terpisah.
Pernyataan Rosan ini justru memperkuat anggapan publik bahwa polemik utang triliunan rupiah yang sebelumnya diungkap oleh Menkeu Purbaya kini benar-benar menjadi beban negara. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar