Belakangan, media sosial diramaikan oleh video pendakwah muda, Gus Elham Yahya, yang memperlihatkan interaksi dirinya dengan seorang anak kecil. Dalam rekaman yang beredar luas itu, tampak momen ketika sang dai menciumi anak perempuan berkerudung merah, bahkan dalam satu potongan lain terlihat ia memasukkan pipi anak kecil ke dalam mulutnya.
Video tersebut sontak memicu kehebohan di dunia maya. Banyak warganet menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama, apalagi di ruang publik.
Seruan agar kasus tersebut ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum juga ramai disuarakan. Di tengah sorotan publik, Gus Elham akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram @fuadbakh23.
Dalam video yang diunggah pada Rabu, 12 November 2025, ia mengakui kekhilafan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “Saya Mohammad Elham Yahya, secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan kesalahan pribadi dan akan dijadikan pelajaran berharga.
“Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi. Saya berkomitmen untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang,” sambungnya.
Gus Elham juga menjelaskan bahwa rekaman tersebut merupakan video lama yang sudah dihapus dari seluruh media sosial resminya. Ia menyebut anak-anak dalam video itu adalah putra-putri jamaah yang rutin mengikuti pengajiannya.
“Anak-anak dalam video viral tersebut adalah mereka yang dalam pengawasan orang tuanya yang mengikuti rutinan pengajian saya,” katanya.
Lebih jauh, pendakwah muda ini berjanji untuk memperbaiki cara berdakwahnya agar lebih santun dan sesuai dengan nilai-nilai Islam serta budaya bangsa.
Yamaha RX-King andalan Gus Elham
Yamaha RX-King andalan Gus Elham Photo : Instagram @elhamyahya
“Saya juga bertekat untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai dengan norma agama, etika, dan budaya bangsa, serta menjunjung tinggi akhlaqul karimah,” tuturnya.
Menanggapi peristiwa ini, Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Prof Susanto, menyampaikan bahwa kasus tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama para pendakwah. Ia mengingatkan bahwa seorang tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk memberi contoh yang baik kepada umat.
“Tindakan pendakwah Mohammad Elham Yahya Luqman (Gus Elham) yang mencium anak perempuan harus menjadi pembelajaran semua pihak termasuk pendakwah agar hati-hati dan selalu memberikan keteladanan yang baik,” ujar Susanto di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis, 13 November 2025. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar