Suasana politik Jawa Barat kembali menghangat setelah Gubernur Dedi Mulyadi disorot tajam oleh Direktur Eksekutif IndexPolitica Indonesia, Denny Charter.
Dalam sebuah tayangan televisi nasional, Denny secara terbuka menilai Dedi hanyalah seorang konten kreator yang lebih disukai kalangan menengah ke bawah bukan figur politik dengan kekuatan elektoral besar.
“Pak Purbaya itu bukan konten kreator. Jadi, apa yang disampaikan Pak Purbaya itu data dan faktanya seperti itu.
Kalau Kang Dedi, dia konten kreator yang tujuannya mungkin untuk pencitraan,” ujar Denny dalam potongan video yang kemudian diunggah Dedi ke akun Instagram pribadinya, Rabu (5/11/2025).
Pernyataan itu muncul setelah hasil survei lembaga IndexPolitica menempatkan elektabilitas Dedi Mulyadi jauh di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam survei tersebut, Dedi hanya mengantongi angka 2,50 persen terpaut jauh dari Purbaya yang meraih 22,50 persen.
Bahkan, elektabilitas Dedi juga kalah dari nama-nama besar seperti Gibran Rakabuming (4,80 persen), Anies Baswedan (13,40 persen), Ganjar Pranowo (7,12 persen), dan AHY (5,12 persen).
Dedi Balas dengan Tenang: “Tak Perlu Marah, Saya Memang Konten Kreator”
Alih-alih tersinggung, Dedi justru menanggapinya dengan kepala dingin dan gaya khasnya yang santai.
“Tidak mesti marah atau emosional ketika ada yang mengatakan saya lebih sebagai konten kreator karena kemampuan mengelola media sosial.
Justru, konten kreator itu memberi manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” ujarnya dengan nada tegas namun tenang.
Ia bahkan mengklaim aktivitasnya sebagai konten kreator telah memberikan efisiensi besar bagi Pemprov Jawa Barat.
“Pemprov Jabar gak mesti lagi keluarkan uang puluhan miliar untuk kerja sama media, membayar buzzer, influencer, dan akhirnya bisa kita gunakan uang itu untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
RESPON DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara usai dirinya disebut pencitraan saat
RESPON DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara usai dirinya disebut pencitraan gegara hasil survei lembaga IndexPolitica menempatkan elektabilitas Dedi Mulyadi jauh di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Tribunnews.com)
Bukti Kerja Nyata: Dari Infrastruktur hingga Pendidikan
Dedi pun memaparkan sederet capaian pembangunan yang telah dirampungkan sepanjang 2025.
Mulai dari pembangunan jalan sepanjang 664 kilometer, pemasangan 14.259 unit lampu PJU, hingga normalisasi 14 kilometer sungai.
Tak hanya infrastruktur, ia juga menyebut ada 1.270 unit rumah tidak layak huni yang telah diperbaiki, 12 unit sekolah baru yang dibangun, serta 754 ruang kelas baru yang telah selesai dikerjakan.
Semua capaian itu, kata Dedi, dilakukan tanpa harus “membeli perhatian publik dengan uang publik.”
“Sindiran Itu Obat, Bukan Luka”
Menutup pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa ia tidak akan gentar dengan kritik atau ejekan yang datang kepadanya.
“Kita anggap berbagai sindiran, nyinyiran, autokritik yang dialamatkan kepada saya sebagai obat agar saya tidak jemawa, terus mawas diri, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” ucapnya penuh refleksi.
Bagi Dedi, elektabilitas bukan segalanya. Yang terpenting, katanya, adalah bekerja nyata untuk masyarakat yang selama ini menjadi alasan ia terus melangkah. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar