infoselebb.my.id: Dulu Tukang Semir Sepatu, Intip Gurita Bisnis Ahmad Sahroni, Tetap Kaya Meski Dinonaktifkan 6 Bulan - LESTI BILLAR

Dulu Tukang Semir Sepatu, Intip Gurita Bisnis Ahmad Sahroni, Tetap Kaya Meski Dinonaktifkan 6 Bulan

Posting Komentar

Ahmad Sahroni kini harus menelan pil pahit setelah dinyatakan bersalah melanggar kode etik DPR.


Ia pun dijatuhi hukuman dinonaktifkan sebagai DPR RI selama 6 bulan.


Sebelum dikenal luas sebagai politisi dan pengusaha sukses, Ahmad Sahroni memiliki latar belakang yang cukup sederhana.


Ia memulai kariernya dari bawah, hingga akhirnya dikenal dengan julukan "Crazy Rich Tanjung Priok."


Ahmad Sahroni punya sumber uang yang menjanjikan selain jadi anggota dewan.

Ahmad Sahroni punya sumber uang yang menjanjikan selain jadi anggota dewan. (MD Pictures)

Gurita Bisnis


Sumber uang Ahmad Sahroni yang pertama berasal dari bisnis solar.


Ahmad Sahroni juga punya bisnis properti yang membuat kekayaannya semakin berlimpah. 


Selain itu, Ahmad Sahroni juga memiliki sumber kekayaan dari bisnis jual beli mobil mewah. 


Mobil mewah yang jumlahnya lebih dari satu itu kerap ia jual belikan, sehingga bisa menambah penghasilan yang ia miliki.


Dinonaktifkan dari DPR RI Selama 6 Bulan

Ahmad Sahroni dinonaktifkan dari keanggotannya di DPR selama setengah tahun.

Ahmad Sahroni dinonaktifkan dari keanggotannya di DPR selama setengah tahun. (YouTube Kompas TV)

Kini kehidupannya berubah drastis. 


Ahmad Sahroni dinonaktifkan dari keanggotannya di DPR selama setengah tahun.


Dalam putusannya, MKD menyatakan Ahmad Sahroni terbukti melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi nonaktif selama enam bulan.


"Menghukum Dr Ahmad Sahroni nonaktif selama enam bulan terhitung sejak putusan dibacakan," kata Wakil Ketua MKD, Adang Daradjatun.


Sosok Ahmad Sahroni dan Rekam Jejak Kariernya yang Berliku

Sosok Ahmad Sahroni sendiri merupakan pria asli Tanjung Priok, Jakarta Utara. 


Dia lahir pada 8 Agustus 1977.


Ahmad Sahroni terlahir dari keluarga sederhana yang tinggal di daerah Pelabuhan Tanjung Priok.


Di masa kecil, Ahmad Sahroni hanya tinggal bersama ibu dan neneknya. 


Sang ibu sendiri diketahui bekerja sebagai penjual nasi padang.


Terlahir dari keluarga dengan ekonomi terbatas, membuat Ahmad Sahroni kecil terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Semula, dia hanyalah tukang semir sepatu di kantor Pertamina Priok dengan bayaran Rp100 per pasang.


Tak hanya itu, Ahmad Sahroni juga sempat bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan pengisian bahan bakar minyak.


Selama bekerja di perusahaan ini, Ahmad Sahroni menunjukkan sikap pekerja keras.


Alhasil ia  mendapatkan tantangan dari atasannya untuk mengerjakan pekerjaan di luar tugasnya.


Setelah berhasil menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh bosnya, Roni mendapat hadiah untuk menjadi pegawai tetap di perusahaan bosnya.


Hasil kerjanya yang memuaskan membuat Ahmad Sahroni duduk di kursi direksi perusahaan dalam waktu 2 tahun.


(TribunStyle.com/Putri Asti)


Baca artikel terhangat TribunStyle.com lainnya di Google News


Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter