Konflik antara selebgram Clara Shinta dan mantan suaminya, Denny Goestaf, kembali mencuat ke publik.
Setelah beberapa kali berseteru secara terbuka, kini Denny secara resmi menggugat Clara ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan terkait pembagian harta gono-gini dengan nilai fantastis, mencapai Rp13 miliar.
Perseteruan ini menjadi perhatian publik bukan hanya karena besarnya nominal yang disengketakan, tetapi juga karena perbedaan usia mereka yang terpaut 29 tahun.
Clara kini berusia 29 tahun, sementara Denny telah berusia 58 tahun.
Perbedaan generasi itu sempat menjadi sorotan sejak awal hubungan mereka, terutama karena keduanya dikenal datang dari latar belakang yang sangat berbeda, Clara sebagai konten kreator muda dan pebisnis fashion, sedangkan Denny sebagai pengusaha ekspor ikan yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis.
Awal Gugatan Rp13 Miliar
Dalam gugatannya, Denny Goestaf menuntut pembagian sejumlah aset yang menurutnya diperoleh selama masa pernikahan.
Ia mengklaim bahwa sebagian besar aset tersebut, termasuk sebuah rumah mewah, dua mobil, dan beberapa rekening tabungan, merupakan hasil kerja sama mereka selama menikah.
Namun, seluruh aset itu kini disebut berada di bawah penguasaan Clara.
“Saya titipkan semua harta itu atas nama dia waktu kami masih bersama, karena saya percaya. Tapi sekarang saya melihat perlu ada kejelasan, supaya anak kami tidak kehilangan haknya,” ujar Denny dalam wawancara di kanal YouTube Reyben Entertainment, dikutip Selasa (11/11/2025).
Denny mengaku gugatan ini bukan bentuk amarah atau balas dendam, melainkan upaya hukum untuk menyelamatkan hak anak mereka, Askara Keano Goestaf.
Menurutnya, Clara kini lebih fokus pada kehidupan pribadi setelah menikah lagi dan jarang berinteraksi dengan anak.
“Saya kasih waktu supaya hubungan ibu dan anak bisa baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Anak itu lebih dekat sama saya, bukan karena saya larang, tapi karena memang kurang komunikasi dari ibunya,” tutur Denny.
Clara Shinta Bantah Klaim Mantan Suami
Tidak tinggal diam, Clara Shinta menanggapi tudingan mantan suaminya dengan tegas.
Ia membantah bahwa harta yang kini dimilikinya merupakan hasil jerih payah bersama.
Menurut Clara, justru selama pernikahan mereka, dirinya banyak menanggung beban keuangan keluarga karena Denny mengalami kesulitan ekonomi dan terlilit utang.
“Waktu kami menikah, kondisi ekonomi lagi susah. Saya ikut ditagih oleh orang yang meminjamkan uang ke beliau.
Dari situ saya berjuang sendiri, mulai dari jualan thrift sampai buka usaha online,” ujar Clara dalam unggahan videonya di media sosial.
Clara juga mengungkap fakta bahwa Denny pernah mengambil uang hingga Rp300 juta dari rekening pribadinya tanpa izin.
Tindakan itu disebut menjadi salah satu pemicu keretakan rumah tangga mereka.
“Saya waktu itu diam saja, karena masih ingin rumah tangga baik-baik. Tapi setelah kejadian itu, saya mulai sadar bahwa saya harus mandiri,” tambah Clara.
Aset yang Dipersoalkan
Dalam berkas gugatan yang telah masuk ke pengadilan, disebutkan bahwa Denny mengajukan pembagian terhadap sejumlah aset bernilai miliaran rupiah.
Beberapa di antaranya adalah:
Rumah dua lantai di kawasan Bintaro senilai sekitar Rp5 miliar.
Dua unit mobil dengan total nilai Rp1,5 miliar.
Rekening bersama yang disebut menyimpan dana hingga Rp3 miliar.
Beberapa aset usaha ekspor ikan dan hasil kerja sama bisnis daring yang masih berjalan.
Denny menegaskan bahwa seluruh aset itu awalnya dititipkan kepada Clara atas nama kepercayaan, karena saat itu mereka masih berstatus suami istri.
Namun, sejak perceraian pada 2021, Denny mengaku sulit mengakses aset tersebut.
Clara di sisi lain menolak tudingan itu. Ia menegaskan bahwa beberapa aset sudah didapat setelah perceraian, bukan selama pernikahan.
Latar Belakang Hubungan dan Selisih Usia
Clara dan Denny pertama kali berkenalan melalui aplikasi kencan pada tahun 2016.
Meski terpaut usia 29 tahun, keduanya memutuskan menikah pada 2017 setelah menjalin hubungan singkat.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki, Askara Keano Goestaf.
Namun, perbedaan usia yang cukup jauh disebut menjadi salah satu penyebab utama ketidakharmonisan rumah tangga mereka.
Clara yang masih berusia muda disebut memiliki gaya hidup dan pandangan yang berbeda dengan Denny yang sudah mapan dan konservatif.
Setelah resmi bercerai pada 2021, Clara menikah lagi dengan Alexander Assad, seorang pengusaha muda yang juga dikenal di kalangan sosialita.
Sementara Denny tetap melajang dan fokus mengurus bisnis ekspor ikan miliknya.
Gugatan harta gono-gini senilai Rp13 miliar ini kini telah terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dan menunggu jadwal sidang perdana.
Pihak Clara disebut telah menerima surat panggilan resmi untuk hadir pada sidang pertama yang dijadwalkan akhir November 2025.
(*)

Posting Komentar
Posting Komentar