Profil hacker Bjorka yang sempat bikin geger jagat maya akhirnya terungkap.
Beberapa tahun terakhir nama Bjorka jadi perbincangan panas karena aksi nekatnya membobol data penting milik masyarakat Indonesia.
Pada 2022 lalu, ia mengaku berhasil meretas 26 juta data Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Tak berhenti di situ, pada 2024 Bjorka kembali membuat heboh dengan membocorkan ribuan data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Selama bertahun-tahun identitas Bjorka menjadi misteri besar dan jadi target pencarian polisi.
Kini teka-teki tersebut akhirnya terjawab setelah Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil menangkap sosok yang diduga kuat sebagai Bjorka.
Pelaku diketahui berinisial WFT, seorang pemuda berusia 22 tahun asal Minahasa, Sulawesi Utara.
Ia ditangkap di Rumah Jaga V, Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa pada Selasa (23/9/2025).
WFT diyakini merupakan otak di balik akun Bjorka yang selama ini menggegerkan publik lewat aksi peretasan.
Aksinya dilakukan lewat forum dark web, sebuah ruang di internet yang tak bisa diakses sembarang orang, tempat berbagai informasi dibagikan secara anonim.
Kasus ini mulai terendus setelah sebuah bank swasta melaporkan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Bjorka.
Laporan itu dibuat pada 17 April 2025 dengan nomor LP/B/2541/IV/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kini perjalanan hacker yang sempat jadi momok dunia maya itu akhirnya berakhir di tangan aparat kepolisian.
HACKER BJORKA DITANGKAP - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun X atas nama Bjorka berinisial WFT (22) terkait kasus ilegal akses data nasabah salah satu bank swasta. (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
Profil Bjorka
Dilansir dari Tribunnews.com (3/10/2025), sosok hacker Bjorka yang sempat bikin geger publik diduga kuat adalah WFT, seorang pemuda berusia 22 tahun asal Minahasa.
Meski begitu, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah WFT benar-benar Bjorka yang sama dengan akun viral pada 2020 silam.
"Mungkin (WFT) adalah sosok Bjorka yang dulu 2020 atau Opposite68990 mungkin. "
"Karena di internet, everybody can be anybody. Jadi itu masih dalam penyelidikan," jelas Wadir Ciber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus dikutip dari Kompas TV, Kamis (2/10/2025).
Nama Bjorka sendiri sebelumnya sudah lebih dulu jadi buah bibir karena membocorkan data pribadi sejumlah pejabat penting.
Beberapa di antaranya adalah Menpora Zainudin Amali, Mendagri Tito Karnavian, Kepala BSSN Hinsa Siburian, hingga data pemilih di KPU RI.
Tak hanya itu, Bjorka juga sempat mengklaim berhasil membobol data dari MyPertamina hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Bjorka asli tertawakan polisi yang diduga salah tangkap hacker
Bjorka asli tertawakan polisi yang diduga salah tangkap hacker (Istimewa)
Fakta yang mengejutkan, ternyata WFT bukanlah ahli IT ataupun lulusan perguruan tinggi ternama.
Ia hanyalah lulusan SMK yang kemudian memilih belajar dunia IT secara otodidak.
“Yang bersangkutan ini bukan ahli IT, hanya orang yang tidak lulus SMK."
"Namun sehari-hari secara otodidak dia selalu mempelajari IT,” terang Kasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
"Jadi dia belajar IT melalui komunitas-komunitas media sosial," lanjutnya.
Dari hasil penyelidikan, WFT bahkan sudah meraup keuntungan puluhan juta rupiah dari aktivitas ilegal tersebut.
"Pengakuannya, sekali menjual data kurang lebih nilainya puluhan juta. Jadi tergantung orang-orang yang membeli data yang dia jual melalui dark forum," ungkap Herman.
Menurut polisi, WFT alias Bjorka yang ditangkap ini sehari-harinya merupakan seorang pengangguran.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)



Posting Komentar
Posting Komentar