Sosok mantan dosen UIN Malang, Yai Mim belakangan menjadi sorotan karena perseteruannya.
Bagaimana tidak Yai Mim berseteru dengan Nurul Sahara tetangganya sendiri hingga saling melapor polisi.
Berawal dari sengketa lahan, Yai Mim pun tak lepas dari fitnahan Sahara yang menudingnya sebagai 'Dosen Cabul'.
Hal ini membuat Yai Mim bereaksi lantaran ia terus-terusan menjadi hujatan warganet.
FAKTA PERSETERUAN - Kolase Instagram. Fakta Hinaan Dosen Cabul dari Sahara Bos Rental Mobil ke Yai Mim (Instagram)
Di sisi lain, lantaran kini sosoknya menjadi sorotan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun turut bereaksi.
Melalui Instgramnya, KDM begitu sapaannya tampak memuji sosok Yai Mim.
Saat bertemu dan berbincang dengan Kang Dedi Mulyadi atau KDM, Yai Mim menjelaskan tafsir unik soal musyarokah.
Hal ini lah yang lantas membuat KDM memberikan pujiannya terhadap Yai Mim.
Musyarokah adalah konsep hidup berdampingan bersama alam.
Menurut Yai Mim, istilah musyrik sering dipahami dengan negatif.
Padahal, kata itu bisa dimaknai sebagai kebersamaan atau kerja sama dalam menjaga ciptaan sang pencipta, Allah SWT.
"Kang Dedi, itu ajarannya kan itu yg musyrik-musyrik lah. Saya justru kalau ada pohon besar, orang-orang tak ajak musyrik dulu untuk apa? Untuk musyarokah, itu artinya kerja sama," jelasnya seperti dikutip dari Instagram Dedi Mulyadi.
"Jadi, musyrik itu apa? Memelihara kepada sesuatu, misalnya pohon itu besar, lalu kita pelihara, kita obong-obong, kita jaga kita kasih supaya dia mengeluarkan oksigen, kita memelihara pohon, dia memberikan perlindungan pada kita. Namanya musyarokah. Syirik, Musyarokah menuju Allah," tambahnya.
Penjelasan Yai Mim, yang merupakan mantan dosen Filsafat Tasawuf tersebut, mendapatkan pujian dari Dedi Mulyadi melalui unggahan di Instagram.
KDM tampak mengapresiasi cara pandang Yai Mim yang penuh makna. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar