Nasib politik Uya Kuya yang tengah jadi sorotan nasional ternyata pernah diramal paranormal Hard Gumay.
Ramalan itu, yang disampaikan pada 2024, memprediksi karier politik Uya akan mendapat sorotan luas hingga Presiden, seiring langkah vokalnya membongkar kasus besar terkait masyarakat dan politik.
Kini, ramalan itu dianggap menjadi kenyataan setelah Uya dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI oleh PAN menyusul kontroversi jogetnya di sidang tahunan MPR dan aksi penjarahan di rumahnya oleh massa.
Keputusan itu diambil PAN sebagai buntut dari aksi Uya Kuya yang memicu protes keras dari masyarakat yakni berjoget-joget di sidang tahunan MPR RI.
Warga memprotes aksi Uya Kuya tersebut karena dianggap tak berempati dengan nasib masyarakat yang serba sulit.
Tak disangka, aksi joget-joget itu sampai membuat warga murka.
Aksi penjarahan pun terjadi, gerombolan massa mengambil dan mengacak-ngacak barang di rumah Uya Kuya pada Sabtu (30/8/2025) malam hari.
Puncak dari kejadian tersebut, Uya Kuya resmi dinonaktifkan dari DPR RI yakni pada Minggu (31/8/2025).
Artinya kini karir Uya Kuya di DPR RI terancam hancur.
Ramalan Hard Gumay tentang Uya Kuya
Karirnya di bidang politik sedang di ujung tanduk, Uya Kuya ternyata pernah diramal hal serupa.
Dalam tayangan pagi pagi ambyar di tahun 2024 lalu, Hard Gumay sempat memperingatkan Uya Kuya soal karir politiknya.
"Aku melihat bang Uya Kuya ini auranya keras, tebal, kental, berapi-api tapi bersih. Jadi ini aku melihat dari sisi ke depan, aku tertarik melihat dari karir tapi bukan dari selebritis tapi karir di dunia pemerintahan politik," ungkap Hard Gumay, dilansir TribunnewsBogor.com dari dokumentasi tayangan trans tv, Senin (1/9/2025).
Diungkap Hard Gumay, ia melihat di masa depan karir politik Uya Kuya akan disorot presiden.
Hal itu karena Uya membongkar sebuah kasus besar.
Kasus yang dibongkar Uya itu kata Hard Gumay sampai jadi sorotan satu Indonesia.
"King Uya Kuya ini aku melihat nanti ke depannya akan membongkar suatu kasus yang sangat besar yang sehubungan dengan kasus masyarakat Indonesia dan dunia politik. Ini sangat besar sekali, satu Indonesia sampai ini jadi sorotan Polri, TNI, bahkan presiden," kata Hard Gumay.
Mendengar nasibnya bakal buruk di politik, Uya sempat syok.
Tapi kata Hard Gumay, Uya tak salah dalam kasus tersebut.
"King Uya termasuk orang yang sangat frontal, jadi nanti menjadi salah satu orang yang vokal membongkar kasus tersebut. Sebenarnya ini hal baik," imbuh Hard Gumay.
"Tapi aman enggak gue nya?" tanya Uya Kuya.
"Aku ngelihat insya Allah aman," pungkas Hard Gumay.
Menyimak ramalan unuk sang ayah, Cinta Kuya terlihat tegang.
Terlebih saat mendengar Hard Gumay menyebut Uya Kuya bakal disorot masyarakat se-Indonesia.
"Aku ngelihat King Uya ini baik, ingin menyelesaikan permasalahan ini biar terbongkar biar jelas dan ada pihak yang dibantu dalam permasalahan tersebut. Cuma ternyata ini memunculkan pro kontra dari masyarakat Indonesia dan dunia politik. Karena King Uya terlalu vokal, terlalu semangat, tapi ini akan selesai dengan baik dan berujung sangat baik," ujar Hard Gumay.
"Bismillah," imbuh Uya Kuya.
Ramalan yang diurai Hard Gumay tampaknya ada yang jadi kenyataan.
Yakni di bagian sosok Uya Kuya akan jadi sorotan se-Indonesia sampai presiden.
Rumah 3 Anggota DPR Dijarah
Sebelumnya, aksi penjarahan terjadi di rumah Sahroni di Tanjung Priok Jakarta Utara, lalu di rumah Eko Patrio di Setiabudi Jakarta Selatan dan rumah Uya Kuya di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Hal itu terjadi secara bergantian, diawali dari rumah Eko Patrio didatangi warga kemudian disusul rumah Uya Kuya mendapat perlakuan serupa.
Kedua rumah anggota DPR RI ini menjadi sasaran amuk warga, setelah rumah anggota DPR lainnya, Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami penjarahan pada Sabtu sore.
Benda-benda hingga peralatan dapur mewah milik kader Partai NasDem tersebut ludes dibawa kabur warga.
Serangkaian peristiwa tersebut terekam jelas lewat video yang dibagikan warga di media sosial.
Terbaru, rumah Eko Patio dan Uya Kuya menjadi target warga melampiaskan kekesalannya.
PAN Tegaskan Eko Patrio Dipecat
Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kadernya, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama atau Uya Kuya, dari jabatan Anggota DPR RI Fraksi PAN.
Keputusan tersebut berlaku mulai Senin (1/9/2025) dan diumumkan secara resmi melalui siaran pers Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
Dalam siaran pers yang diterima Tribun Bengkulu, PAN menyebut keputusan ini diambil setelah mencermati dinamika dan perkembangan politik yang terjadi belakangan.
"Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025," demikian bunyi siaran pers yang ditandatangani di Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Lebih lanjut, DPP PAN juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan sabar dalam menyikapi keputusan ini. PAN meminta publik mempercayakan penyelesaian persoalan sepenuhnya kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
"PAN menghimbau kepada masyarakat untuk bersikap tenang, sabar, dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan ini secara tepat, cepat, dan selalu berpihak kepada rakyat serta untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan."
Di akhir pernyataan, DPP PAN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang muncul.
Partai berlambang matahari putih itu juga menegaskan komitmennya untuk menata kembali langkah perjuangan ke depan.
"Demikian Siaran Pers ini dibuat disertai dengan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia agar dapat menata kembali untuk perjuangan di masa depan. Jakarta, 31 Agustus 2025."
Meski demikian, ternyata siaran pers tersebut dihujat oleh sejumlah warganet yang mempertanyakan apakan dinonaktifkan sama dengan dipecat?
"Non aktif sama dipecat beda kah?" tulis warganet.
Mendapatkan pertanyaan tersebut, PAN menegaskan bahwa Eko Patrio dan Uya Kuya tidak lagi menjadi anggota DPR RI per 1 September 2025.
Mereka juga segera akan melantik anggota lain sebagai pengganti keduanya.
"Sudah tidak menjadi anggota DPR dan segera dilantik penggantinya," jawab akun Intagram PAN. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar