Rusdi Masse Mappassesu kini resmi menggantikan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menyusul keputusan Fraksi NasDem.
Sosok politikus dan pengusaha asal Sulawesi Selatan ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik karena mengundang DJ Nathalie Holscher untuk mempromosikan wisata di Sidrap, beberapa waktu setelah aksi viral saweran yang melibatkan artis tersebut.
Pelantikan Rusdi berlangsung di ruang Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025), dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Sebelumnya ia sempat jadi perbincangan karena mengundang DJ Nathalie Holscher untuk mempromosikan wisata di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Padahal saat itu Nathalie Holscher sedang viral usai memamerkan uang saweran saat bermain DJ di Sidenreng Rappang (Sidrap).
Pelantikan Rusdi Masse ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di ruang Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025).
"Oleh karena itu, dalam rapat Komisi III DPR RI hari ini, saudara Haji Rusdi Masse Mappassesu akan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan saudara Doktor Haji Ahmad Sahroni," kata Dasco dalam pelantikan tersebut.
Setelah itu, Dasco selaku pimpinan DPR RI bertanya kepada anggota Komisi III apakah pelantikan dapat disetujui.
"Apakah saudara Haji Rusdi dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, setuju?" tanya Dasco diakhiri dengan pengetukan palu tanda setuju.
Lebih lanjut, Dasco menjelaskan bahwa pelantikan ini dilakukan menyusul surat dari pimpinan Fraksi Partai Nasdem kepada Pimpinan DPR RI, yang berisi pergantian nama anggota Komisi I dan Komisi III DPR RI tertanggal 29 Agustus 2025.
"Maka pimpinan Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem mengalami perubahan yang semula saudara Doktor Haji Ahmad Sahroni digantikan Haji Russi," jelas Dasco.
Rusdi Masse diketahui merupakan politikus dan pengusaha Indonesia.
Ia menjabat sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan III sejak 2018.
Sebelumnya terjun menjadi anggota DPR RI, Rusdi Masse pernah menjabat sebagai Bupati Sidenreng Rappang dari 2008 hingga 2018.
Awal merantau ke Jakarta, Rusdi Masse merintis karirnya sebagai buruh dan sopir truk.
Ia pun berhasil menjadi pengusaha kapal yang sukses di perantauan.
Setelah menjadi pengusaha kapan angkutan melalui PT Bayumas Jasa Mandiri (BJM) Jakarta, ia pun mencoba terjung ke dunia politik dan mencalonkan diri jadi Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap).
Ia pun akhirnya berhasil memenangkan Pilbup Sidrap tahun 2008 melalui Partai Bintang Reformasi (PBR).
Ia kemudian bergabung dengan Partao Golkar hingga akhirnya berlabuh di Partai NasDem hingga saat ini.
Rusdi Masse Mapasessu menikah dengan Fatmawati Rusdi dan dikaruniai empat anak.
Pada April 2025 lalu, Rusdi Masse jadi perbincangan karena mengundang Nathalie Holscher datang ke Sidrap.
Hal itu sebagai bentuk respon Rusdi tekait viralnya aksi DJ Nathalie Holscher yang disawer di Sidrap.
Rusdi Masse pun mengundang lagi Nathalie Holscher datang ke Sidrap untuk mempromosikan makanan dan tempat wisatanya.
"Datang lagi ke Sidrap, promosikan wisatanya, makannya. Bikin konten itu, boleh nggak?," kata Rusdi Masse saat live TikTok bersama Nathalie Holscher dikutip TribunnewsBogor.com, Kamis (4/9/2025).
Undangan itu pun disambut baik oleh Nathalie Holscher yang mengaku akan datang kembali ke Sidrap.
"Boleh Pak, ayok," kata Nathalie Holscher.
Rusdi pun memastikan kalau kedatangan Nathalie bukan untuk bemain DJ, melainkan promosi wisata Sidrap.
"Saya butuh Nathalie bikin konten makannya, wisatanya. Bukan cuma sawerannya saja," kata dia.
Rusdi pun memberikan tawaran lain pada Nathalie namun akan disampaikan melalui WhatsApp.
"Nanti di ijo (WA) baru saya kasih tahu yang sasaran sebenarnya ya, tapi itu saya jamin pasti kamu mau," kata Rusdi.
Ia pun sempat menelepon Bupati Sidrap Syahruddin Alrif saat live TikTok tersebut.
Namun Bupati Sidrap meminta Nathalie Holscher untuk minta maaf terlebih dahulu.
Ahmad Sahroni resmi dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, oleh Fraksi Partai Nasdem DPR RI.
Masih menjabat sebagai anggota dewan, Ahmad Sahroni dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR RI.
Keputusan penggantian itu telah ditetapkan melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Fraksi Nasdem DPR Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (29/8/2025).
Surat tersebut juga telah disampaikan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.
Kemudian, Fraksi Nasdem menunjuk kader mereka yang lain, Rusdi Masse Mappasessu, untuk menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Pencopotan dan rotasi terhadap Sahroni terjadi di tengah massa buruh, mahasiswa, dan ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi pada 29 Agustus 2025.
Awal Mula Demonstrasi
Sejak 25 Agustus 2025, unjuk rasa disertai kerusuhan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh protes terhadap usulan kenaikan gaji dan tunjangan baru bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, serta didorong oleh ketidakpuasan publik yang mendalam terhadap kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
Unjuk rasa kemudian meluas menjadi bentrokan yang lebih besar setelah seorang pengemudi ojek motor daring, Affan Kurniawan, tewas ditabrak kendaraan polisi.
Kematian Affan memicu gelombang protes masyarakat, terutama dari sesama pengemudi ojek daring dan serikat mahasiswa.
Unjuk rasa sejak Agustus 2025 dipicu oleh usulan tunjangan perumahan baru untuk anggota parlemen.
Tunjangan yang diusulkan, sebesar Rp50 juta per bulan, sepuluh kali lipat dari upah minimum DKI Jakarta, ditambah dengan tunjangan makanan, transportasi, dan gaji pokok yang sudah ada, memicu kemarahan masyarakat umum.
Frustrasi ekonomi semakin parah akibat kenaikan biaya makanan dan pendidikan, pemutusan hubungan kerja massal, serta kenaikan pajak properti yang diberlakukan oleh pemerintah daerah sebagai akibat pemotongan dana dari pemerintah pusat.
Protes tersebut juga dipicu oleh pernyataan kontroversial dari anggota DPR sebagai tanggapan atas ketidakpuasan yang semakin meningkat di kalangan masyarakat umum, yang dianggap tidak peka.
Anggota DPR dari Partai NasDem Nafa Urbach mendukung kenaikan tunjangan dengan alasan bahwa anggota DPR mengalami kesulitan perjalanan menuju tempat kerja.
Dia kemudian meminta maaf di media sosial menyusul reaksi publik atas pernyataannya.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dari partai yang sama menyebut masyarakat umum yang menuntut pembubaran parlemen sebagai "orang terbodoh di dunia," Sahroni kemudian mengklarifikasi pendiriannya dan membela sesama anggota parlemen.
Anggota parlemen lain dari Partai Amanat Nasional dan mantan pelawak Eko Patrio mengunggah video parodi nirempati, yang dipandang sebagai ejekan terhadap kekhawatiran publik. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar