infoselebb.my.id: Reaksi Istri Eko Patrio, Rumah Dijarah Massa dan Suami Dipecat, Akui Lebih Enak Suami Jadi DPR RI - LESTI BILLAR

Reaksi Istri Eko Patrio, Rumah Dijarah Massa dan Suami Dipecat, Akui Lebih Enak Suami Jadi DPR RI

Posting Komentar

Rumah dijarah massa dan sang suami dicopot dari kursi DPR RI, Viona Rosalina tetap memberi dukungan penuh untuk Eko Patrio. 


Lewat media sosial, istri Eko itu membagikan ulang pesan dukungan untuk suaminya.


Ia memposting ulang foto suaminya, Eko Patrio yang diunggah oleh akun @sherry_jolieca.


Pada postingan itu, @sherry_joelica menulis ucapan yang panjang untuk Eko.


"Uncle @ekopatriosuper dan aunty @viona_rosalina adalah sosok baik yang selalu memberi banyak pelajaran dan kebaikan dalam perjalanan karierku di bawah naungan @komandomanagementartis_musik.


Huru hara yang terjadi saat ini tentu membuat kita semua prihatin. Namun aku percaya tidak ada manusia yang luput dari salah dan khilaf. Hanya Tuhanlah yang berhak menghakimi.


Sungguh sedih melihat penjarahan yang terjadi. Seharusnya kita bisa memilih jalan damai, karena setiap persoalan pasti ada solusi yang lebih bijak. Mari bersama-sama menjaga ketenangan, persaudaraan, dan kedamaian di Indonesia tercinta," tulisnya.


Viona pun memposting ulang unggahan itu dan menambahkan ucapan 'Terima kasih sayang'.


Viona Akui Lebih Enak Suami DPR

Sementara sebelum suaminya dicopot sebagai anggota DPR RI, Viona sempat mengungkap kalau pekerjaan suaminya saat ini lebih teratur.


Sebab menurut Viona, suaminya itu dulu tidak pernah punya waktu untuk keluarga.


Apalagi saat menjadi artis, Eko Patrio kerap kali pergi sendirian di hari libur.


"Maksudnya Mas Eko itu kan dari zaman dulu pertama kali nikah sibuknya itu bener-bener sibuk," kata Viona di Youtube TRANS TV, 23 Agustus 2025.


Bahkan menurut Viona, Eko Patrio merupakan orang yang tidak bisa diam di rumah.


"Dulu kalau libur pun dia melakukan sesuatu yang 'loh kok kamu bukannya di rumah aja sama kita, kamu malah kemana-kemana'. Intinya dia melakukan kegiatan untuk dirinya sendiri," tuturnya.


Karena terus menerus seperti itu, Viona pun akhirnya protes dan berujung marah pada sang suami.


"Lama-lama aku ngambek 'kok kamu kayak gitu sih'. Terus kalau aku udah ngambek 'yauda ayo kita jalan-jalan semuanya'," ucap Viona lagi.


Meski begitu, ia tidak melarang suaminya bekerja.


Namun ia berharap sang suami bisa lebih meluangkan waktu untuk keluarga.


"Jadi sebenarnya bukan enggak boleh kerja, jadi bapak rumah tangga. Tapi maksudnya gini, kalau dia punya waktu luang yang banyak, yauda buat kita dong," ucapnya.


Viona pun mengatakan kalau pekerjaan suaminya di DPR RI lebih baik daripada menjadi artis.


"Tapi Alhamdulillah sebenarnya sejak Mas Eko di DPR itu lebih tertur, waktu kerjanya lebih jelas," kata dia.


Sang suami, kata dia, kini bisa menghabiskan waktu dengan keluarga di hari libur.


"Sabtu-Minggu juga ada di rumah, kecuali dia harus turun ke daerah pemilihannya ya. Udah lebih teratur," ucapnya.


Padahal saat jadi artis, kata Viona, suaminya itu jarang pulang.


"Waktu zaman dulu masih jadi artis, eh buset, Bang Toyib," tutur Viona lagi.


Sebelumnya, Eko Patrio dan Uya Kuya mendapat sorotan karena berjoget ria dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 15 Agustus 2025 lalu.


Aksi keduanya dan beberapa anggota DPR menimbulkan pro dan kontra di tengah kesulitan ekonimi masyarakat Indonesia.


Apalagi aksi tersebut dilakukan setelah ada kabar kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.


Seperti diketahui, berawal penjarahan kediaman Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Sri Mulyani, kini rumah Ketua DPR RI, Puan Maharani hingga Nafa Urbach menjadi sasaran amuk massa, Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu dini hari.


Rumah 3 Anggota DPR Dijarah


Sebelumnya, aksi penjarahan terjadi di rumah Sahroni di Tanjung Priok Jakarta Utara, lalu di rumah Eko Patrio di Setiabudi Jakarta Selatan dan rumah Uya Kuya di Duren Sawit, Jakarta Timur.


Hal itu terjadi secara bergantian, diawali dari rumah Eko Patrio didatangi warga kemudian disusul rumah Uya Kuya mendapat perlakuan serupa.


Kedua rumah anggota DPR RI ini menjadi sasaran amuk warga, setelah rumah anggota DPR lainnya, Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami penjarahan pada Sabtu sore.


Benda-benda hingga peralatan dapur mewah milik kader Partai NasDem tersebut ludes dibawa kabur warga.


Serangkaian peristiwa tersebut terekam jelas lewat video yang dibagikan warga di media sosial.


Terbaru, rumah Eko Patio dan Uya Kuya menjadi target warga melampiaskan kekesalannya.


PAN Tegaskan Eko Patrio Dipecat


Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kadernya, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama atau Uya Kuya, dari jabatan Anggota DPR RI Fraksi PAN.


Keputusan tersebut berlaku mulai Senin (1/9/2025) dan diumumkan secara resmi melalui siaran pers Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.


Dalam siaran pers yang diterima Tribun Bengkulu, PAN menyebut keputusan ini diambil setelah mencermati dinamika dan perkembangan politik yang terjadi belakangan.


"Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025," demikian bunyi siaran pers yang ditandatangani di Jakarta, Minggu (31/8/2025).


Lebih lanjut, DPP PAN juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan sabar dalam menyikapi keputusan ini. PAN meminta publik mempercayakan penyelesaian persoalan sepenuhnya kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.


"PAN menghimbau kepada masyarakat untuk bersikap tenang, sabar, dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan ini secara tepat, cepat, dan selalu berpihak kepada rakyat serta untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan."


Di akhir pernyataan, DPP PAN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang muncul. 


Partai berlambang matahari putih itu juga menegaskan komitmennya untuk menata kembali langkah perjuangan ke depan.


"Demikian Siaran Pers ini dibuat disertai dengan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia agar dapat menata kembali untuk perjuangan di masa depan. Jakarta, 31 Agustus 2025."


Meski demikian, ternyata siaran pers tersebut dihujat oleh sejumlah warganet yang mempertanyakan apakan dinonaktifkan sama dengan dipecat?


"Non aktif sama dipecat beda kah?" tulis warganet.


Mendapatkan pertanyaan tersebut, PAN menegaskan bahwa Eko Patrio dan Uya Kuya tidak lagi menjadi anggota DPR RI per 1 September 2025.


Mereka juga segera akan melantik anggota lain sebagai pengganti keduanya.


"Sudah tidak menjadi anggota DPR dan segera dilantik penggantinya," jawab akun Intagram PAN.


Keberadaan Eko Patrio


Keberadaan Eko Patrio akhirnya terkuak setelah rumahnya di Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan, dijarah ratusan massa pada Sabtu (30/8/2025) malam. 


Bukan berada di China seperti kabar yang beredar di media sosial, fakta keberadaan anggota DPR RI sekaligus artis itu justru dibongkar oleh rekannya sesama artis, yang blak-blakan mengungkap lokasinya.


Seperti diketahui, akibat penjarahan, seluruh isi rumah Eko Patrio habis terkuras, bahkan sampai hal sepele seperti bumbu dapur.


Penjarahan ini imbas aksi Eko Patrio dan beberapa anggota dewan lainnya yang berjoget ria dalam sidang MPR RI pada 15 Agustus 2025 lalu


Aksi mereka menimbulkan pro dan kontra di tengah kesulitan ekonomi masyarakat Indonesia.


Apalagi aksi joget-jogetnya dilakukan saat masyarakat masih marah akibat kabar kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.


Semenjak jadi sorotan, keberadaan Eko Patrio dicari, terutama saat massa mulai menggeruduk Gedung DPR untuk menuntut pembubaran anggota dewan.


Namun beredar di media sosial, Eko Patrio dan istrinya sedang berada di Guangzhou, China.


Dalam foto, ia tampak berdiri di depan deretan toko mengenakan kemeja lengan panjang warna kuning bermotif kotak-kotak dan celana hitam. 


Kabar ini sontak memicu kemarahan publik karena dinilai tidak memiliki rasa empati saat rakyat sedang memperjuangkan keadilan.


Belakangan terungkap keberadaan sebenarnya Eko Patrio saat massa sedang demonstrasi di gedung DPR RI.


Satpam komplek, Heri, menyebut Eko Patrio jarang ada di rumah setelah namanya viral.


"Pak Eko jarang ditempati juga sih, sejak kejadian ramai-ramai itu udah nggak ada," ujarnya, dilansir dari Tribunnews.


Ia mengaku suah diminta untuk berjaga-jaga jika ada kerusuhan di rumah Wakil ketua Komisi IV DPR RI itu.


"Kita disuruh antisipasi, takutnya massa datang," kata Heri.


Benar saja, sekira pukul Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB, aksi penjarahan dimulai oleh massa.


Namun saat penjarahan terjadi, Eko Patrio belum pulang dari persembunyiannya.


Di rumah tersebut, ada Asisten Rumah Tangga (ART) dan penjaga rumah saja.


Sementara satpam komplek tak mengetahui keberadaan Eko Patrio saat itu.


"Asisten rumah tangga ada, sama yang jaga. Ada di dalam dia," jelasnya.


Kini sudah terungkap dimana Eko Patrio saat ini berada.


Pasha Ungu yang merupakan rekan sesama artis sekaligus anggota dewan yang membeberkannya.


Pengungkapan keberadaan Eko Patrio disampaikan lewat video permintaan maaf pelawak tersebut.


Didampingi Pasha Ungu, Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.


Namun, permintaan maaf tersebut diawali kata pengantar dari Pasha Ungu sebagai dewan yang sama-sama dinaungi fraksi PAN.


Kata pengantar tersebut secara tak langsung sekaligus mengungkap keberadaan Eko Patrio saat ini.


"Bismillahirrahmanirrahim, kepada seluruh rakyat Indonesia saya Sigit Purnomo Said atau Pasha dan hari ini tanggal 30 Agustus 2025 pukul 19.45 WIB di Jakarta," kata Pasha Ungu.


Dengan pernyataan Pasha Ungu tersebut, diketahui bahwa saat ini Eko Patrio masih berada di Jakarta.


Namun belum diketahui pasti dimana tempat tinggalnya sekarang.


Selanjutnya, Pasha Ungu menyampaikan bahwa Eko Patrio akan meminta maaf atas kegaduhan yang sudah dibuat.


"Saya bersama saudaraku Bapak Eko Patrio yang InsyaAllah mau menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia terkait dengan situasi dan kondisi psikologi dan juga polemik yang ada di Indonesia di beberapa belakangan ini," ucapnya.


Kemudian Eko Patrio mengambil alih pembicaraan untuk meminta maaf.


Ia menyadari atas perbuatannya membuat masyarakat terluka di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit.


"Dengan penuh kerendahan hati maka saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat," ucapnya.


"Saya menyadari sepenuhnya bahwa situasi ini membawa luka bagi bangsa terlebih bagi keluarga korban yang kehilangan orang tercinta maupun yang harus menanggung penderitaan akibat benturan yang terjadi," sambungnya. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter