Sudah berbulan-bulan terjadi, kini polemik ijazah Jokowi membuat peramal kondang, Denny Darko bereaksi.
Denny Darko tampak meramal apa yang akhirnya akan terjadi pada polemik ijazah Jokowi itu.
Disebutkan Denny Darko, pihak Roy Suryo dkk memang selalu akan mengincar Jokowi namun berakhir akan ada yang dipenjara.
Denny Darko meramal soal jodoh Ayu Ting Ting ternyata bukan dari kalangan Chines. (capture/YouTube/IntensInvestigasi)
Tuduhan ijazah palsu yang melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat ke permukaan, meskipun kasus ini pertama kali muncul lebih dari 10 tahun lalu.
Polemik ini tidak hanya menyentuh sisi pribadi Jokowi, tetapi juga memicu kontroversi politik yang melibatkan berbagai pihak, dengan dampak yang jauh melampaui sekadar soal keabsahan dokumen pendidikan.
Dalam polemik ini tampak Roy Suryo, dr Tifa dan Rismon Sianipar gencar membuktikan bahwa ijazah Jokowi memang palsu.
Namun hingga kini tuduhan Roy Suryo itu belum terbukti, hingga Bareskrim Polri menyatakan ijazah Jokowi adalah asli.
Kini, peramal Denny Darko pun turut bereaksi terkait kasus viral yang menyeret Presiden ke 7 RI ini.
Melansir dari YouTube miliknya, Denny menyebut langkah Kubu Roy Suryo dalam menggugat ijazah Jokowi dan Gibran ibarat sedang berjudi.
Pasalnya, jika tuduhan itu tidak bisa dibuktikan, justru mereka bisa terjerat persoalan hukum yang lebih berat.
"Maka saya melihat ini harus benar-benar diselesaikan dengan tuntas, dan jika ternyata nanti memang bisa dibuktikan itu tidak berhasil ya ini akan menjadi example untuk semuanya," lanjutnya.
Ia menerawang bahwa pihak Keluarga Solo saat ini menikmati polemik di tengah tuduhan yang dilontarkan kubu Roy Suryo.
Mereka seakan tersenyum dan tertawa setiap melihat perdebatan tersebut di layar kaca.
"Saya kira akan dibiarkan mereka melakukan akrobat apapun itu, ditunggu sampai mereka akhirnya lepas atau lupa diri mengucapkan sesuatu terus kemudian nanti ditunjukkan kalau ini asli semua nanti akan dibui (Kubu Roy Suryo)," lanjutnya.
Denny melihat, para penggugat selama ini justru melakukan pencemaran nama baik Jokowi maupun Gibran di ruang publik. (*)


Posting Komentar
Posting Komentar