Rumah Uya Kuya telah hancur porak-poranda dijarah oleh ratusan massa pada Sabtu (30/8/2025). 


Barang-barang di rumahnya pun turut diangkut oleh ratusan penjarah. 


Tak terkecuali, AC di rumah Uya yang turut diangkut oleh wanita paruh baya. 


Setelah rumahnya dirusak Uya Kuya mendapat laporan bahwa polisi telah menangkap salah satu penjarah rumahnya.


"Kedatangan saya kepada Jakarta Timur karena tadi ada laporan dari security di komplek saya bahwa tadi ada seseorang terduga pelaku yang diamankan di dekat rumah saya dan dibawa ke sini," katanya.


Setelah bertemu, ternyata pelaku merupakan ibu parah baya yang mengambil AC dari rumahnya.


Ibu itu berprofesi sebagai tukang parkir.


Ia memiliki seorang cucu disabilitas.


"Tapi tadi saya ketemu dengar cerita dari teman-teman rekan-rekan polisi di sini juga karena kondisinya Ibu ini juga dia pekerjaannya tukang parkir, terus juga cucunya juga bisu, disabilitas," katanya.


Informasi yang didapat Uya, ibu tersebut tinggal bersama anak dan cucunya.


"Terus sudah gitu juga suaminya juga tukang parkir dan tinggal dengan anaknya dan cucunya ya," katanya.


Setelah bertemu Uya Kuya pun memberi balasan baik untuk pelaku penjarah rumahnya.


Ia memutuskan untuk memaafkan dan mengajukan restorative justice untuk ibu tukang parkir.


"Dan tadi saya memutuskan saya mengambil inisiatif untuk saya yang mengajukan restorative justice," katanya.


"Jadi saya tanya tadi tanya ke pihak kepolisian apakah bisa ada metode restorative justice. Dia bilang bisa antara yang mengajukan terduga pelaku atau saya sebagai korban," tambah Uya Kuya.


Ia tak mau jika ibu tukang parkir ini diproses hukum sampai dipenjara.


Kini Uya Kuya telah bertemu langsung dengan wanita paruh baya yang telah mencuri AC rumahnya tersebut. 


Dilansir dari tayangan Tiktok @leylemager_, wanita lansia mengenakan baju dan kerudung berwarna biru itu tampak menangis di pelukan Uya Kuya.


Wanita tersebut kemudian ditenangkan Uya dan istrinya, Astrid.


"Ibu bebas udah ibu gak dilanjutin lagi hukumannya, pokoknya jangan nangis lagi," kata Uya.


"Maafin ya maafin," kata lansia tersebut kepada Uya dan Astrid.


"Kita maafin ibu," ucap Uya.


"Jangan kayak gini lagi, yang penting jujur ya," kata Astrid Kuya.


"Nanti kita mampir ke rumah ibu ya," kata Uya dan Astrid kemudian memeluknya.


Sebelum berpisah, Uya pun sempat memberikan sejumlah uang tunai untuk wanita lansia itu.


"Ini bu buat cucu-cucu ibu," kata Uya.


"Udah jatuh masih baik lagi," timpal seseorang.


"Makasih bunda," ungkap ibu lansia terisak menangis dipelukan Astrid.


"Buat cucu, buat keluarga, semoga ibu lebih baik ya," ujar Astrid.


Uya Kuya Trauma

Meski mencoba tenang, Uya tidak menampik masih merasakan trauma setelah melihat rekaman penjarahan yang beredar di media sosial. 


Sejauh ini Uya Kuya Masih berada di rumah aman usai rumahnya dijarah massa buntut aksi demo DPR RI.

“Saya baru berani lihat video penjarahan itu baru kemarin atau dua hari ini. Sebelumnya saya nggak berani buka Instagram sama sekali, karena jujur saya masih di safehouse, di rumah aman. Jadi butuh waktu buat saya melihat semua itu,” ucapnya.


Uya juga menepis isu miring yang sempat beredar bahwa dirinya kabur ke luar negeri saat kejadian. 


“Nggak, demi Allah saya nggak ke luar negeri. Jadi plis lebih cerdas melihat informasi, jangan tergerus hoaks-hoaks di medsos. Ada video saya joget-joget, yang dipelintir seolah-olah saya lari atau nggak peduli. Padahal intinya, kalau dilihat benar-benar, tuduhan itu nggak sesuai dengan kenyataannya,” tegasnya.


Tetangga Curigai Ada Mobil Bak Menunggu

Kesaksian mengejutkan diungkap tetangga sebelum rumah Uya Kuya dijarah segerombolan massa pada sabtu lalu (3/9/2025).


Eni sang tetangga menyebut kejadian aneh terlihat seleng beberapa jam sebelum penjarahan.


Adapun para penjarah ternyata sudah berkumpul di sekitar rumah sang anggota DPR RI nonaktif tersebut.


"Kalau kejadian pastinya jam berapa enggak tahu, tapi massa datang dari mulai Maghrib. Mobil bak itu sudah nangkring di dekat sini," kata Eni di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (3/9/2025) melansir dari Tribunnews.com.


Kala itu warga sebenarnya sudah curiga dengan keberadaan mobil bak diparkir massa di dekat rumah Uya Kuya, terlebih massa yang datang bukan merupakan masyarakat sekitar.


Namun karena jumlah massa yang terlampau banyak atau sudah lebih dari 50 orang, warga tidak dapat berbuat banyak hingga akhirnya pada Sabtu malam terjadi massa merangsek ke rumah Uya.


Saat perusakan rumah Uya Kuya massa yang tak diketahui identitasnya itu mengambil sejumlah barang-barang dari rumah Uya Kuya, lalu menaikkannya ke dalam unit mobil bak.


"Itu (mobil) dipakai buat mengangkut kasur, dispenser, berarti sudah terkoordinir dong. Mereka bukan warga sini sebenarnya. Kalau enggak dikoordinir enggak akan ada yang jahat," ujarnya.


Eni menuturkan saat kejadian sebenarnya sejumlah personel Polsek Duren Sawit berada di lokasi, namun karena jumlah massa terlampau banyak aparat tidak dapat membendungnya.


Seluruh barang berharga hingga kucing peliharaan milik anggota grup musik Tofu ludes dijarah, bahkan sejumlah bagian rumah dirusak dan dicoret-coret massa yang tak terkendali.


Bahkan di sekitar akses jalan lingkungan menuju kediaman Uya Kuya tercecer tumpukan pakaian, kericuhan ini menurut warga sudah tidak dapat dibendung karena massa terlampau banyak.


"Pada kejadian ada yang berteriak 'boleh dijarah asal jangan dibakar' , tapi saya enggak tahu siapa. Mungkin kasihan kalau dibakar, karena kan temboknya nempel sama SMP," tuturnya.


Pantauan terkini di lokasi rumah Uya Kuya yang sebelumnya dirusak tersebut kini sepenuhnya sudah tertutup seng dengan tinggi sekitar 2 meter, sehingga bagian teras rumah tidak terlihat.


Namun coretan-coretan dibuat massa pada saat penjarahan berlangsung masih tampak, sejumlah kaca bagian dalam rumah yang pecah pun masih dibiarkan begitu saja


Garis polisi yang dipasang jajaran Polsek Duren Sawit dan Polres Metro Jakarta Timur pun masih terpasang, menandakan kepolisian masih menyelidiki kasus penjarahan pada rumah Uya.


10 Orang Ditetapkan Tersangka

10 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan dan penjarahan terhadap rumah mertua anggota DPR RI nonaktif, Surya Utama alias Uya Kuya pada sabtu lalu (30/8/2025) di Duret Sawit, Jakarta Timur.


Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/2025) melansir dari Kompas.com.


"18 orang yang diamankan sampai tadi malam, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dari dua perkara di TKP rumah Uya Kuya. Penyerangan petugas, empat orang, penjarahan enam orang," ucap AKBP Dicky Fertoffan.


Dicky menambahkan, delapan orang lainnya dipulangkan karena tidak terbukti melakukan tindak pidana.


Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan maupun penjarahan.


 "Anggota di lapangan semua sekarang mencari pelaku-pelaku lainnya. Kemungkinan ada tambah pelaku, nanti di-update ya," ungkapnya. (*)