Di tengah sorotan publik terkait tunjangan rumah Rp50 juta untuk anggota DPR RI, Primus Yustisio justru dikenal dengan gaya hidup sederhana.
Sejak 2015, mantan aktor itu konsisten menggunakan commuter line (KRL) dari rumahnya di Bintaro menuju Gedung DPR RI di Senayan.
Kebiasaan ini berbeda dengan koleganya, Nafa Urbach, yang sempat menuai kritik setelah membela kebijakan tunjangan tersebut.
Tunjangan rumah Rp50 juta disebut diberikan agar anggota DPR dapat menyewa rumah di dekat Gedung DPR RI, sehingga terhindar dari kemacetan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Nafa Urbach melalui media sosialnya saat masyarakat ramai-ramai menolak pemberian tunjangan tersebut.
Menurut Nafa, fasilitas itu ditujukan untuk memudahkan anggota DPR dalam menjalankan aktivitas di Kompleks Parlemen Senayan.
Ia mencontohkan pengalamannya sendiri yang tinggal di Bintaro dan harus menghadapi kemacetan parah setiap kali menuju kantor DPR.
"Itu macetnya tuh luar biasa, ini sudah setengah jam di perjalanan masih macet," ucap Nafa.
Namun, setelah mendapat hujatan dari warganet, Nafa Urbach akhirnya meminta maaf atas pernyataannya.
Berbeda dengan alasan tersebut, masih ada anggota DPR RI yang memilih cara sederhana.
Dia adalah Primus Yustisio, anggota DPR RI sekaligus mantan aktor Indonesia.
Sejak duduk di parlemen pada 2009, Primus kerap terlihat dan tersorot kamera netizen menggunakan KRL untuk berangkat kerja ke Senayan, Jakarta Pusat.
Bahkan Primus juga sering terlihat berdiri di dalam KRL sambil mengaji atau mebaca Al Quran.
Padahal, rumahnya juga berada di kawasan pinggiran Jakarta, tepatnya di Bintaro, Tangerang Selatan.
Kebiasaan Primus menggunakan transportasi umum ini bahkan dibenarkan oleh istrinya, Jihan Fahira.
Jihan mengungkapkan keputusan Primus naik transportasi umum itu karena tak mau terjebak macet. "Jadi kalau Primus itu males macet," kata Jihan.
Sebagai informasi, Primus tinggal di Bintaro, Tangerang Selatan.
Ditambah lagi, rumah Primus dan Jihan dekat dengan stasiun KRL, sehingga menggunakan KRL dinilai lebih efektif dan efisien.
"Rumah kami sama stasiun kereta cuma 5-3 menit sampai," kata Jihan. "Jadi, naik kereta itu memang paling efektif," sambungnya.
Bukan hanya saat ke Gedung DPR RI, Primus Yustisio juga kerap mengunjungi daerah Pemilihan nya (Dapilnya) di Bogor menggunakan KRL.
Menurut Jihan, suaminya memilih KRL saat berkunjung ke Dapil ialah karena murah dan terjangkau.
"Kalau ke Dapil memang enak naik kereta," ujar Jihan. "Kalau Dapilnya itu ada yang tiga jam, ada yang enak dilewatin mobil, ada yang enak pakai kereta," sambungnya.
Pada kontestasi Pemilu Legislatif 2024, Primus masih terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai PAN mewakili suara di wilayah Jawa Barat V dengan perolehan suara 128.892 pemilih.
Artinya ini sudah periode ke-4 kalinya Primus Yustisio terpilih menjadi wakil rakyat.
Belakangan tunjangan rumah bagi anggota DPR tengah ramai dibicarakan.
Anggota DPR Periode 2024-2029 selain pimpinan disebut mendapatkan tunjangan rumah hingga Rp50 juta per bulan.
Hal itu tentunya membuat pendapatan Wakil Rakyat itu melonjak drastis di tengah efisiensi yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Profil dan Biodata Primus Yustisio
Primus yang berdarah Iran dan Jawa ini mengawali kariernya di dunia sinetron sejak tahun 1993.
Tapi sinetron yang melejitkan namannya adalah sinetron Cinta bersama Desy Ratnasari yang ditayangkan di RCTI.
Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Kehormatan, Panji Manusia Millenium, Papaku Keren-Keren, Si Kembar, Titipan Ilahi, dan Cinta Itu Nggak Buta.
Kemampuan aktingnya telah dibuktikan dengan mendapat penghargaan sebagai aktor terfavorit versi Panasonic Award tahun 1999. Primus juga memerani beberapa spot iklan.
Pada tahun 2008 ia secara mengejutkan menyatakan untuk turut serta dalam pemilihan Bupati Subang periode 2008-2013, sebagai kandidat bupati (berpasangan dengan Agus Nurani) dari kalangan independen.
Dalam pemilihan 26 Oktober 2008 ia terkalahkan.
Tidak patah arang, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR pada Pemilihan Umum Legislatif 2009 sebagai calon yang diajukan Partai Amanat Nasional untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (mencakup salah satunya Kabupaten Subang) dan terpilih.
Pada pemilu legislatif 2014, Primus maju sebagai calon legislatif DPD dapil Jawa Barat V, ia pun lolos ke Senayan dan menjadi anggota DPD periode 2014-2019 dengan perolehan suara 45.485 suara.
Keterlibatannya dalam dunia politik dibuktikan dengan mengawal isu-isu penting.
Sebagai anggota Komisi VI, Primus membidangi permasalahan seputar perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, serta standarisasi nasional.
Pemikirannya dalam persoalan tenaga kerja misalnya, ia mengusulkan Indonesia bisa mengirimkan Tenaga Kerja Indonesia ke Rusia.
Pertimbangannya ekonomi Rusia yang maju sangat berpeluang memberikan penghasilan lebih tinggi daripada negara lainnya bagi para pekerja Indonesia.
Putra pasangan Bernardus Eko Sembodo dan Ida Fauziah ini pernah berpacaran dengan artis Nafa Urbach selama 4 tahun sejak 1997 sampai 2001.
Namun akhirnya Primus menambatkan hati pada artis Jihan Fahira dengan menikahinya tanggal tanggal 17 September 2004 setelah berpacaran selama 2 tahun.
Pria yang memiliki hobi sepak bola dan pergi ke gym untuk kebugaran tubuhnya ini akhirnya menjadi seorang ayah, setelah Jihan melahirkan anak pertama.
Biodata Singkat
Nama: Primus Yustisio, S.E., M.A.P.
Tempat Lahir: Bogor
Agama: Islam
Jenis Kelamin: Pria
Nomor Anggota: A-505
Periode: 2024–2029
Daerah Pemilihan (Dapil): Jawa Barat V
Fraksi: Partai Amanat Nasional (PAN) (*)

Posting Komentar
Posting Komentar