Kabar duka menyelimuti dunia hiburan tanah air setelah aktor Nandi Juliawan, pemeran Encuy dalam sinetron populer Preman Pensiun, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Garut, Jawa Barat. Sosok yang kerap menghadirkan tawa di layar kaca itu pergi dengan cara yang mengejutkan: gantung diri menggunakan sarung.
Yang pertama kali menemukan jasad Nandi adalah istrinya, Esa Lestari. Sepulang berjualan cireng di Kota Garut, Esa mendapati sang suami sudah tidak bernyawa. Peristiwa ini langsung mengguncang perasaan keluarga dan penggemar setia Preman Pensiun. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Di balik tragedi tersebut, terkuak pesan terakhir Nandi Juliawan kepada istrinya. Melalui unggahan Instagram Story, Esa memperlihatkan tangkapan layar percakapan terakhir mereka. Pada Sabtu 6 September 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, Nandi sempat mengeluhkan sakit yang ia derita.
"Dek, tolong Mamah suruh ke rumah, saya tidak kuat sakit dada," tulis Nandi kepada Esa dalam bahasa Sunda, dikutip Kamis 11 September 2025.
Mendapat pesan itu, Esa pun langsung menghubungi ibunda Nandi agar datang. Namun setelah itu, komunikasi mereka terputus. Tak ada lagi kabar dari sang aktor hingga akhirnya peristiwa memilukan tersebut terjadi.
Kesedihan semakin mendalam ketika Esa mengungkap momen malam harinya. Ia menuturkan masih menunggu suaminya untuk menjemput seperti biasanya, tanpa menyangka bahwa Nandi tidak akan pernah datang lagi.
"Chat terakhir, komunikasi terakhir, jam 9 malam aku nunggu-nunggu jemputan biasa aa jemput ke warung pulang kerja, aa Ya Allah aku bingung harus mulai hidup dari mana," tulisnya penuh pilu.
Kini, rumah sederhana di Garut itu meninggalkan kenangan yang tak tergantikan. Sarung berwarna biru yang ditemukan di lokasi menjadi saksi bisu dari kepergian Encuy.
Kepergian Nandi Juliawan menorehkan luka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga para penggemar sinetron Preman Pensiun. Karakter Encuy yang kocak dan penuh warna akan selalu diingat sebagai bagian dari sejarah serial tersebut.
Tragedi ini juga menyadarkan publik tentang pentingnya memerhatikan kesehatan mental dan fisik orang-orang terdekat. Pesan terakhir Nandi seolah menjadi panggilan darurat yang tak sempat tertolong, meninggalkan duka yang akan selalu dikenang.
Artikel ini tidak untuk menginspirasi dan diimbau Anda tidak menirunya. Jika Anda merasakan gejala depresi, permasalahan psikologi yang berujung pemikiran untuk melakukan bunuh diri, segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu Anda seperti psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental.
Kini, rumah sederhana di Garut itu meninggalkan kenangan yang tak tergantikan. Sarung berwarna biru yang ditemukan di lokasi menjadi saksi bisu dari kepergian Encuy. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar