Duka mendalam tengah dirasakan oleh selebritas sekaligus anggota DPR nonaktif, Uya Kuya, usai rumahnya menjadi sasaran penjarahan saat demonstrasi besar-besaran terkait insiden ojol.
Bersama sang istri, Astrid Kuya, Uya meninjau langsung kondisi rumah mereka yang kini tak lagi seperti semula.
Anggota DPR RI nonaktif dan istrinya tersebut istighfar melihat foto keluarga mereka dirusak.
Dalam rekaman yang dibagikan melalui Instagram pribadinya, Uya Kuya terlihat membaca satu per satu coretan kebencian yang memenuhi dinding rumahnya.
Uya Kuya tampak emosional ketika membaca ungkapan kasar yang diarahkan untuk keluarganya.
“Silakan hina saya, silakan maki saya, tapi tolong jangan hina keluarga saya,” ucap Uya penuh emosi dalam video tersebut.
Uya Kuya mengaku sudah pasrah jika dirinya menjadi sasaran kemarahan publik, namun ia tak terima ketika anak dan istrinya ikut diseret.
“Apa salah istri dan anak-anak saya? Cukup saya yang kalian benci,” tambahnya dengan suara bergetar.
Dalam video itu, tampak Astrid Kuya mencoba menahan tangis saat melihat isi rumahnya porak-poranda.
Uya Kuya menegaskan bahwa bukan soal harta benda yang paling membuatnya terpukul, melainkan nasib barang milik keluarga besar yang ikut tinggal di rumah tersebut.
“Saya tidak terlalu mikirin barang saya dan Astrid. Tapi barang-barang mertua saya, adik ipar saya, itu yang bikin saya berat,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa banyak barang milik keponakan dan karyawannya yang hilang, yang notabene hasil dari kerja keras bertahun-tahun.
“Karyawan saya nabung bertahun-tahun buat beli barang, buat dikirim ke kampung. Sekarang hilang semua,” lanjutnya.
Tak hanya itu, barang-barang pribadi milik anak-anaknya, Cinta dan Nino, juga raib dijarah.
Uya Kuya dengan bangga menyampaikan bahwa kedua anaknya telah mandiri secara finansial sejak SMP.
“Cinta dari kelas 3 SMP udah punya penghasilan sendiri. Nino juga dari kelas 2 SMP. Mereka enggak pernah minta uang jajan ke saya,” katanya.
Menurutnya, semua barang yang dimiliki anak-anaknya adalah hasil kerja keras mereka sendiri di dunia hiburan dan konten digital.
“Yang kalian jarah itu hak mereka. Bukan uang saya, bukan uang negara. Itu jerih payah mereka dari Youtube, dari syuting,” tambahnya tegas.
(TribunStyle.com/Putri Asti)

Posting Komentar
Posting Komentar