infoselebb.my.id: TAMPANG Keluarga Pasien Arogan Paksa Dokter di Sumsel Buka Masker hingga Caci Maki - LESTI BILLAR

TAMPANG Keluarga Pasien Arogan Paksa Dokter di Sumsel Buka Masker hingga Caci Maki

Posting Komentar

TAMPANG Keluarga Pasien Arogan Paksa Dokter di Sumsel Buka Masker hingga Caci Maki

Inilah tampang keluarga pasien arogan yang paksa dokter RSUD Sekayu, Sumatera Selatan buka masker.


Adapun keluarga pasien tersebut memaksa dokter membuka masker hingga mencaci maki.


Video berdurasi 41 detik yang menampilkan insiden di ruang perawatan RSUD Sekayu itupun sontak viral.


Dimana keluarga pasien secara paksa membuka masker dokter yang sedang memeriksa pasien.


Video tersebut, diunggah oleh akun Mimin Sekayu, memicu perdebatan publik lantaran memperlihatkan seorang dokter mendapat perlakuan tak pantas dari keluarga pasien.


RSUD Sekayu adalah Rumah Sakit Umum Daerah yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).


Lokasinya berada di ibu kota kabupaten, yaitu Kota Sekayu, sehingga mudah diakses oleh warga dari berbagai kecamatan di Musi Banyuasin. 


Dari Kota Palembang butuh waktu sekitar empat jam perjalanan darat untuk ke Kota Sekayu ini.


Dalam rekaman, terlihat keluarga pasien meminta sang dokter melepas masker yang dikenakannya saat memeriksa pasien.


Permintaan tersebut ditolak secara halus oleh dokter karena tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit.


Namun, situasi berubah tegang ketika salah satu anggota keluarga pasien diduga memegang bagian belakang leher dokter sambil memaksa melepas masker.


Meski akhirnya dokter membuka masker, tindakan itu dilakukan dalam tekanan, dengan tangan keluarga pasien masih menyentuh tubuhnya.


Insiden ini langsung menuai kecaman dari warganet yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidaksopanan dan pelanggaran terhadap hak tenaga kesehatan.


Beberapa komentar netizen antara lain:


@Apri Yanti: “Setiap tindakan pasti ada SOP. Walaupun kita mau, kita juga harus mengikuti prosedur. Sangat disayangkan tindakan itu, padahal bisa dikomunikasikan dengan baik.” (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter