infoselebb.my.id: Sama-sama Kena Kanker Payudara, Nunung Kena Mental Mpok Alpa Meninggal Dunia: Gimana Aku Ya? - LESTI BILLAR

Sama-sama Kena Kanker Payudara, Nunung Kena Mental Mpok Alpa Meninggal Dunia: Gimana Aku Ya?

Posting Komentar

Sama-sama Kena Kanker Payudara, Nunung Kena Mental Mpok Alpa Meninggal Dunia: Gimana Aku Ya?

Nunung kena mental setelah Mpok Alpa meninggal dunia, keduanya diketahui memang sama-sama divonis kanker payudara.


Nunung tak menyangka Mpok Alpa akan berpulang karena sakit yang juga ia derita.


Sebelumnya, Nunung mengira Mpok Alpa sudah sembuh setelah menjalani kemoterapi.


Apalagi selama ini Nunung melihat Mpok Alpa sosok yang kuat dan ceria.


Kini setelah Mpok Alpa meninggal, ia pun meratapi nasibnya sendiri.


Sebab meski sudah empat tahun mengidap kanker, dirinya belum dinyatakan sembuh total.


Menurut Irfan Hakim, dirinya langsung menghubungi Nunung saat Mpok Alpa meninggal dunia.


"Sebetulnya pas Mpok Alpa meninggal, aku langsung voice note Mbak Nunung. Tapi kata Raffi jangan, takutnya mohon maaf, perasaan Mbak Nunung kan sama-sama kanker payudara. Makanya aku hapus lagi," kata Irfan Hakim dikutip dari acara FYP di Youtube Trans TV, Rabu (20/8/2025).


"Iya aku bilang jangan van, biarin aja Mami Nunung tahu sendiri. Nanti kepikiran," kata Raffi Ahmad.


Nunung pun mengatakan, saat tahu Mpok Alpa meninggal, ia langsung menanyakan ke Irfan Hakim.


"Aku sempet tanya kan, sakitnya apa," kata Nunung.


Sebab yang ia ketahui, Mpok Alpa sudah sembuh setelah menjalani kemoterapi beberapa waktu lalu.


"Pas lihat berita aku lemes banget. Kan dokter selalu bilang bahwa kanker itu memang obatnya cuma kemo. Setelah kemo kita gak dapat apa-apa juga. Obatnya cuma happy, dan jaga makanan. Apa sih pemicunya itu kan pasti tahu," tuturnya.


"Aku kalau lihat almarhum itu kan orangnya happy banget gitu loh," ujar Nunung lagi.


Meski tak banyak yang tahu soal penyakit Mpok Alpa, namun Nunung jadi salah satu yang sering dicurhati oleh almarhum.


"Gak ada orang yang tahu, aku emang sudah tahu, almarhum pernah curhat," katanya.


Saat itu, Mpok Alpa pertama kali curhat soal kanker di usia kehamilannya yang sudah mencapai enam bulan.


"Pas dia hamil enam bulan, dia meluk aku, dia nangis. Aku pikir dia nangisin aku. Aku bilang 'udah fa aku baik-baik aja kok, gak usah sedih'. Ternyata dia cerita 'bukan itu mi, aku kena juga'," tutur Nunung.


Kemudian setelah Mpok Alpa meninggal dunia, Nunung pun kini meratapi nasibnya.

MPOK ALPA MENINGGAL - Komedian Nunung tak kuasa menahan tangis mendengar kabar duka komedian Mpok Alpa. Tak hanya sedih, hal itu juga mengguncang pikiran Nunung seketika, mengidap kanker yang sama. Ungkap curhatan Mpok Alpa hingga menangis. (Kolase Youtube Trans7)

"Aku kepikiran, lihat beritanya itu cuma diem di kamar. Ya gimana aku ya? Mpok Alpa itu orang yang sangat ceria, sangat kuat, perempuan hebat, perempuan kuat, akhirnya gak kuat juga loh ya," katanya sambil menitikan air mata.


Menurut Nunung, dirinya selama ini selalu memberikan dukungan untuk Mpok Alpa agar tetap semangat.


"Aku selalu ngasih dia semangat, support. 'Fa inget ya mukjizat itu ada, kamu gak boleh pesimis'," ucapnya.


Meski sudah cukup lama menderita kanker, namun Nunung masih belum bisa terlepas dari alat-alat.


"Aku belum bisa dibilang survival karena baru empat tahun. Masih banyak alat-alat yang dipasang di dalam, dokter bilang jangan (diambil), tunggu empat tahun," tandasnya.


Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat 15 Agustus 2025 di Rumah Sakit Dharmais.


Ia meninggalkan empat anak, dua di antaranya kembar berusia 10 bulan.


Mpok Alpa pertama kali divonis kanker saat hamil empat bulan.


Ia juga pernah diminta memilih antara menyelamatkan dirinya atau anaknya.


Karier Mpok Alpa diawali dengan menjadi biduan dari panggung ke panggung.


Ia kemudian viral karena videonya yang meminta diajak ke supermarket oleh suaminya.


Nama Mpok Alpa kian melambung setelah dirinya sering mondar mandir di stasiun televisi. (Tribunnewsmaker/Tribun Bogor)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter