infoselebb.my.id: Reaksi Ahmad Sahroni Usai Dicopot Wakil Ketua Komisi III DPR dan Ramai Dikuliti, Kabur ke Singapura - LESTI BILLAR

Reaksi Ahmad Sahroni Usai Dicopot Wakil Ketua Komisi III DPR dan Ramai Dikuliti, Kabur ke Singapura

Posting Komentar

Viral di media sosial Ahmad Sahroni dikabarkan kabur ke Singapura usai dicopot sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. 


Saat ini Ahmad Sahroni masih terus dikuliti oleh masyarakat di seluruh platform media sosial. 


Seolah tak ada celah untuk Ahmad Sahroni bersembunyi. 


Kini jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI telah digantikan oleh Rusdi Massse Mappasessu. 


Keputusan ini tertuang dalam Surat Fraksi Partai NasDem bernomor F. NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025 bertanggal 29 Agustus 2025.


Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI Ahmad Sahroni.


Kini Ahmad Sahroni menduduki posisi sebagai anggota Komisi I DPR RI.


Terbaru, Ahmad Sahroni dikabarkan kabur ke Singapura.


Melalui unggahan Instagram @irwandifery terlihat Ahmad Sahroni tengah bersiap bepergian. 


Dirinya duduk sembari sibuk bermain ponsel dan menggunakan earphone. 


Penampilan Ahmad Sahroni tersebut cukup menarik perhatian, lantaran dirinya seolah menutupi wajahnya dengan topi agar tak menjadi sasaran amukan masyarakat yang melihatnya. 


Ia bahkan memasang wajah yang sangat serius ketika memandangi layar hp nya. 


Namun, belum bisa dipastikan apakah benar bahwa Ahmad Sahroni ingin kabur ke luar negeri di tengah polemik ucapannya yang mengundang kontroversi. 


Menurut akun @irwandiferry dirinya menyebut Ahmad Sahroni adalah sosok yang pengecut jika memang benar ingin kabur. 


"Kalau ini benar, maka orang ini sama pengecut dan rendahnya dengan katak bhizzer.


Mau kabur sejauh apapun, warga sipil akan selalu ada dimanapun.


Hadapi kausalitas yang anda sudah lahirkan bukan kabur.


Sekali lagi jika ini benar, Kami tidak sudi diwakili pengecut bermental culun seperti anda," tulis  akun tersebut dikutip TribunBengkulu.com, Jumat (29/8/2025). 


Sebelumnya, Ahmad Sahroni mendapatkan sorotan dari warganet. 


Hal itu usai pernyataanya yang menyebut soal "orang tolol sedunia" saat merespons wacana pembubaran DPR RI, viral di media sosial. 


Dalam keterangannya, Ahmad Sahroni yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu mengatakan siapa saja boleh mengkritik DPR RI. Namun tidak boleh mencaci maki berlebihan, karena bisa merusak mental. 


"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).


Oegroseno Kecam Sahroni


Kasus ini bermula saat Sahroni menanggapi aspirasi masyarakat yang banyak mengkritik para Anggota DPR.


Dalam pernyataannya, dia juga menyinggung bahwa orang yang hanya berteriak membubarkan DPR adalah “orang tolol se-dunia”.


"Kenapa? Kita ini memang orang pintar semua? Enggak. Bodoh semua kita. Tetapi ada tata cara kelola bagaimana menyampaikan kritik yang harus dievaluasi,” kata Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025), dikutip dari Kompas.com.


Politisi Nasdem itu menegaskan, DPR akan tetap ada sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan dan penyeimbang pemerintah.


Mendengar pernyataan tersebut, Eks Wakapolri (2013-2014), Komjen Pol (Purn) Oegroseno angkat bicara.


Oegroseno sakit hati dengan pernyataan Sahroni.


"Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia."


"Saya sebagai Purnawirawan Polri merasa sakit hati dengan pernyataan Ahmad Sahroni yang mengatakan masyarakat tolol karena saya juga bagian dari masyarakat Indonesia," kata Oegroseno di unggahan Instagramnya, Minggu (24/8/2025). 


Sebagai seorang wakil rakyat, kata Oegroseno, Sahroni tidak sepantasnya mengucapkan perkataan kasar itu. 


"Tidak sepantasnya orang yang dipilih rakyat, memberikan pernyataan seperti itu," tutupnya.


Tak sampai situ, Sahroni kembali membuat pernyataan yang direspons negatif oleh publik.


Ia meminta Polda Metro Jaya menangkap pendemo yang rusuh pada Senin (25/8/2025).


Bahkan Sahroni menekankan, imbauan penangkapan itu juga berlaku bagi pendemo usia anak.


“Premanisme di republik ini enggak boleh ada, sekalipun di bawah umur, penjarakan. Jangan semau-maunya di republik ini,” kata Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).


Menurut Sahroni, aksi pendemo anak yang rusuh atau merusak fasilitas umum adalah hal yang tidak bisa dibiarkan.


“Saya dukung Polda Metro menangkap mereka-mereka yang anarkis, sekalipun di bawah umur,” ujar Sahroni. Itu bayangin, di bawah umur aja begitu brengseknya bersikap. Ini enggak bisa dibiarkan,” ujarnya.


Oegroseno lagi-lagi menanggapi pernyataan Sahroni.


Menurut lulusan Akademi Kepolisian (1978) itu meminta Sahroni dan Anggota DPR RI lainnya introspeksi diri.


Terjadinya aksi anarkisme, kata Oegroseno, terjadi karena ada kanal penyampaian aspirasi yang tersumbat di DPR.


"Ahmad Sahroni tidak perlu teriak-teriak memerintahkan polisi menangkap pendemo anarkis atau pendemo di bawah umur yang brengsek apabila Anggota DPR-RI introspeksi memberi ruang komunikasi yang luas dan mudah kepada masyarakat," kata Oegroseno di unggahan Instagramnya, Rabu (27/8/2025).


Sahroni pun kembali angkat bicara, kali ini mengklarifikasi pernyataannya soal "orang tolol" yang sebelumnya disebut untuk mengomentari masyarakat yang ingin bubarkan DPR.


"Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada," ujar Sahroni pada Selasa (26/8/2025) seperti dikutip dari Kompas.com.


“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” lanjut dia.


Sosok Salsa Ajak Sahroni Duel Debat


Tak cuma Oegroseno, kini seorang wanita bernama Salsa Erwina Hutagalung berani menantang berdebat Ahmad Sahroni.


Ajakan debat yang dilayangkan Salsa Erwina merupakan respons dari pernyataan Ahmad Sahroni mengatakan golongan masyarakat yang menginginkan DPR bubar memiliki mental sebagai "orang tertolol sedunia".


Pernyataan tersebut keluar dari mulut Ahmad Sahroni untuk menangapi aksi demo memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR RI di Jakarta, pada Senin (25/08/2025) lalu.


Kata-kata Ahmad Sahroni pada akhirnya memicu kemarahan publik termasuk salah satunya Salsa Erwina.


Ia lewat akun Instagram pribadinya menantang politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk berdebat.


"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem . Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat!"


"Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yg internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," tulis Salsa Erwina, dikutip Kamis (27/8/2025).


Tantangan debat sudah ditanggapi oleh Ahmad Sahroni lewat insta story.


Ia menegaskan tidak akan meladeni Salsa Erwina.


"Ane ga akan ladeni orang yang ajak debat ane, ane mau bertapa dulu biar pinter karena ane masih bloon," tulisnya.


Sosok Salsa Erwina


Dirangkum dari akun Linkedin pribadinya, Salsa Erwina diketahui lulusan dari Universitas Gadjah Mada pada (2010-2014).


Ia mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.


Selama berkuliah, Salsa Erwina dikenal sebagai mahasiswi berprestasi.


Dirinya menjadi lulusan terbaik Hubungan Internasional Angkatan November dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81 dari 4,00.


Salsa panggilan akrabnya juga meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Gadjah Mada tahun 2014


Tidak sampai di situ, perempuan yang punya hobi traveling ini meraih predikat 10 besar mahasiswa berprestasi tingkat Indonesia tahun 2014 dari Kementerian Pendidikan.


Dalam urusan debat, Salsa Erwina juga telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.


Yakni juara dan pembicara Terbaik ke-3 (kategori Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing) Kejuaraan Debat Asia Bersatu, Universitas Teknologi Nanyang, Singapura pada 2014.


Kemudian dirinya juga masuk perempat final lomba debat dunia Asia Pasifik di Berlin, Jerman pada 2012.


Salsa Erwina mengawali karier profesionalnya pada April 2015 hingga April 2016. 


Ia pertama kali bekerja sebagai  Koordinator Keberlanjutan di perusahaan Danone merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman yang berkantor pusat di Paris.


Dirinya kemudian bekerja di perusahaan iPrice Group, web pembanding harga belanja daring yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.


Ia meniti kariernya pertama sebagai kepala pemasaran konten, lanjut ke manajer pemasaran dan kemitraan strategis.


Jabatannya terakhir sebagai kepala pengembangan bisnis.


Ia bekerja iPrice Group dari Desember 2016 hingga Agustus 2020.


Selanjutnya, Salsa Erwina melanjutkan kariernya di RevoU, perusahaan edutech yang dikenal sebagai akademi pembelajaran online atau platform skilling profesional di Indonesia.


Perempuan kelahiran Jakarta ini berkarier dari Februari 2020 hingga Desember 2021. 


Jabatan terakhirnya sebagai wakil presiden pengembangan bisnis.


Kini, Salsa Erwina berkerja di Vestas adalah perusahaan energi terbarukan dari Denmark yang merancang, memproduksi, memasang, dan melayani turbin angin darat dan lepas pantai.


Ia mulai bekerja dari Maret 2022 hingga sekarang.


Jabatannya sebagai tim strategi dan manajemen portofolio Vestas. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter